PANEL TEST

Sexually Transmitted Disease Panel

Benefits Inspection:

Mendeteksi penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual, misalnya sifilis, gonorrhea, chlamydia, herpes, hepatitis B, dan HIV/AIDS.

Checking type

IgG Anti-Chlamydia trachomatis

Description:

Chlamydia merupakan salah satu bakteri penyakit menular seksual yang paling umum terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak tertangani dengan baik. Chlamydia umumnya menyebar melalui kontak seksual (oral, vaginal, atau anal) dengan pasangan yang terinfeksi. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap Chlamydia trachomatis. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Anti Chlamydia trachomatis IgG digunakan untuk menilai status serologis terhadap infeksi Chlamydia trachomatis. Digunakan juga untuk mengevaluasi adanya peningkatan yang signifikan dan spesifik IgG sebagai indikasi adanya infeksi Chlamydia trachomatis yang baru terjadi : level anti Chlamydia trachomatis IgG yang tinggi merupakan nilai diagnostik pada infeksi sistemik atau kronik seperti salpingitis, infertilitas mekanik, perihepatitis, epididimitis, Reiter's syndrome dan pneumonitis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C atau lebih dingin : >14 hari, Maksimal penyimpanan 1 bulan [2]
* 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C atau lebih dingin : >14 hari, Maksimal penyimpanan 1 bulan [2]
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti-Chlamydia trachomatis

Description:

Chlamydia merupakan salah satu bakteri penyakit menular seksual yang paling umum terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak tertangani dengan baik. Chlamydia umumnya menyebar melalui kontak seksual (oral, vaginal, atau anal) dengan pasangan yang terinfeksi. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap Chlamydia trachomatis. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Chlamydia trachomatis IgM digunakan untuk menentukan antibodi IgM spesifik terhadap Chlamydia pada serum tunggal manusia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 - 8 C : 14 hari,
(-20) C atau lebih dingin : >48 jam Maksimal penyimpanan 1 bulan [2]
* 2 - 8 C : 14 hari,
(-20) C atau lebih dingin : >48 jam Maksimal penyimpanan 1 bulan [2]
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti-HSV2

Description:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap HSV2. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan anti HSV2 IgM bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi baru yang disebabkan oleh virus Herpes tipe 2 (menyerang tubuh dari pinggang ke bawah berupa lesi umumnya di daerah genital). Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada pasien yang tidak bergejala, karena dapat memberikan hasil positif palsu.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan

RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading :
5 hari pada suhu 2-8C,
6 bulan pada suhu beku
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan


Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

TPHA

Description:

Treponema Pallidum Hemagglutination (TPHA) merupakan suatu pemeriksaan serologi untuk sipilis dan kurang sensitif bila digunakan sebagai skrining (tahap awal/primer) sipilis.

Benefit Investigation

Pemeriksaan konfirmasi untuk penyakit sipilis dan mendeteksi respon serologis spesifik untuk Treponema pallidum pada tahap lanjut/akhir sipilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C; 1 bulan pada suhu 20C (4), maksimal 1 tahun
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Haemaglutinasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

VDRL/RPR

Description:

Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Pemeriksaan VDRL/RPR merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan VDRL/RPR direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki gejala penyakit sifilis atau berisiko tinggi terkena penyakit sifilis. Pemeriksaan VDRL/RPR membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Menyaring atau mendiagnosis infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
* 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Flokulasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

VDRL/RPR

Description:

Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Pemeriksaan VDRL/RPR merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan VDRL/RPR direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki gejala penyakit sifilis atau berisiko tinggi terkena penyakit sifilis. Pemeriksaan VDRL/RPR membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Menyaring atau mendiagnosis infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
* 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Flokulasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HIV

Description:

HIV merupakan suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi HIV, mengalami beberapa fase yaitu fase akut, kemudian fase laten, dan akhirnya masuk ke tahap AIDS. Pada umumnya, antibodi HIV terbentuk sekitar 3-6 minggu setelah terinfeksi, atau pada individu dengan pembentukan antibodi lambat maka antibodi HIV baru terbentuk setelah 3-6 bulan terinfeksi.

Benefit Investigation

Digunakan untuk : - Mendeteksi keberadaan virus atau antibodi HIV. Bila terdapat antibodi artinya telah terinfeksi HIV atau disebut antibodi HIV positif. - Skrining darah atau organ - Diagnosis infeksi HIV pada individu. Melaksanakan surveillans atau penelitian

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HIV

Description:

HIV merupakan suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi HIV, mengalami beberapa fase yaitu fase akut, kemudian fase laten, dan akhirnya masuk ke tahap AIDS. Pada umumnya, antibodi HIV terbentuk sekitar 3-6 minggu setelah terinfeksi, atau pada individu dengan pembentukan antibodi lambat maka antibodi HIV baru terbentuk setelah 3-6 bulan terinfeksi.

Benefit Investigation

Digunakan untuk : - Mendeteksi keberadaan virus atau antibodi HIV. Bila terdapat antibodi artinya telah terinfeksi HIV atau disebut antibodi HIV positif. - Skrining darah atau organ - Diagnosis infeksi HIV pada individu. Melaksanakan surveillans atau penelitian

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Gram Stain

Description:

Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan pemucat), dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin

Benefit Investigation

Teknik pewarnaan untuk mengidentifikasi bakteri. Menentukan ada tidaknya bakteri, ragi, netrofil, dan sel epitel Menetapkan potensialitas organisme pathogen Pengecatan gram ini sangat penting dalam mengevaluasi adanya dugaan meningitis bakteri.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : - Untuk urine sebaiknya urine pagi - Catatlah waktu dan wadah penampungan spesimen.
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :