PANEL TEST

Pre Employee Check Up Panel (Female)

Benefits Inspection:

Mengetahui kualitas kesehatan calon karyawan secara umum, baik yang menyangkut fungsi organ maupun keadaan metabolisme tubuh dengan mendeteksi ada tidaknya kelainan atau penyakit yang sering dijumpai dan potensial membahayakan, misalnya kelainan darah, gangguan metabolisme (pengolahan) lemak dan gula, gangguan fungsi hati dan ginjal, infeksi virus hepatitis, dan mendeteksi kehamilan

Checking type

Total Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CHOD PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Feces examination

Description:

Pemeriksaan untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses;

Benefit Investigation

diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan fese, disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dll
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

AST (SGOT)

Description:

SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) = AST (Aspartate aminotransferase) Aspartate aminotransferase (AST) ditemukan dalam konsentrasi tinggi di dalam hati, jantung, otot skelet dan ginjal. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi AST : Antihipertensi, agen kolinergik, antikoagulan tipe koumarin, digitalis, eritromisin, isoniazid, metildopa, kontrasepsi oral, opiat, salisilat, obat hepatotoksik,statin, dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati, terutama penyakit yang mengakibatkan kerusakan sel hati Serum AST seringkali dibandingkan dengan konsentrasi ALT. Rasion AST/ALT biasanya lebih dari 1 pada pasien dengan sirosis karena alkohol, liver congestion atau tumor metastase hati. Rasio <1 dapat ditemukan pada pasien hepatitis akut, hepatitis virus, atau infeksi mononukleosis. Rasio kurang akurat jika konsentrasi AST melebihi 10 kali dari nilai normal. Peningkatan sementara dapat terjadi pada pankreatitis akut, penyakit ginjal akut, muskuloskeletal, atau trauma.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
* 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ALT (SGPT)

Description:

SGPT (Serum pyruvic transaminase) = ALT (Alanine aminotransferase) Alanine aminotransferase (ALT) dihasilkan terutama oleh sel hati. ALT adalah enzim spesifik hati. Peningkatan ALT jarang ditemukan pada kondisi lain selain penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi ALT : Asetaminofen, allopurinol, asam aminosalisilat, ampisilin, azathioprine, carbamazepine, cephalosporin, chlordiazepoxide, chlorpropamide, clofibrate, cloxacillin, kodein, dicumarol, indometasin, isoniasid, methotrexate, metildopa, nafcilin, asam nalidiksat, nitrofurantoin, kontrasepsi oral, oxacillin, phenothiazine, fenilbutazone, fenitoin, prokainamid, propoxyphene, propranolol, kuinidin, salisilat, tetrasiklin dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati yang berkaitan dengan nekrosis hati Peningkatan konsentrasi ALT dapat ditemukan pada : - Hepatitis - Sirosis - Kolestasis - Tumor hati - Keracunan obat - Obstructive jaundice - Cedera otot - Miositis - Pankreatitis - Infark miokardium - Infeksi mononukleosis - Shock

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
* 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Complete Blood Count (CBC)

Description:

Pemeriksaan hematologi rutin terdiri dari: Hemoglobin, eritrosit, Leukosit, trombosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Benefit Investigation

Hematologi rutin merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Pemeriksaan ini dilakukan untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Creatinine

Description:

Kreatinin merupakan produk sampah dari pemecahan sel-sel otot selama beraktivitas. Ginjal yang sehat akan membuang kreatinin dari sirkulasi melalui urine. Kerusakan ginjal akan menyebabkan peningkatan kreatinin dalam darah. Namun peningkatan kreatinin dalam darah belum tentu menunjukkan adanya kerusakan ginjal karena kreatinin tinggi dapat dipengaruhi oleh massa otot, makanan, ras, jenis kelamin, usia dan obat-obatan yang mempengaruhi sekresi kreatinin. Penggunaan kreatinin serum untuk deteksi dini penurunan fungsi ginjal kurang tepat karena serum kreatinin baru menunjukkan abnormalitas setelah fungsi ginjal turun lebih dari 50%. Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) menyarankan untuk setiap pemeriksaan kreatinin serrum agar disertai hasil perhitungan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eLFG). Rumus eLFG ini menyertakan hasil pemeriksaan serum kreatinin dalam perhitungannya. Rumus yang digunakan oleh Prodia adalah rumus MDRD yang sudah disesuaikan dengan kreatinin yang tertelusur terhadap IDMS yaitu : eLFG=175x(standardized Scr)-1.154x(age)-0.203x(0.742 if female)x(1.210 if African American). Estimasi LFG berguna untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang , apabila LFG ,60 mL/min/1.72 m2 menetap lebih dari 3 bulan maka seseorang dikataka mengalami penyakit ginjal kronik. (Informasi detil tentang eLFG dapat dibaca pada buku kumpulan FAQ bab FAQ e-LFG).

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi kreatinin dalam darah

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari : 15-25C,
7 hari pada 2-8C,
3 bulan pada (-15)-(-25)C
* 7 hari : 15-25C,
7 hari pada 2-8C,
3 bulan pada (-15)-(-25)C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Jaffe endpoin, Jaffe rate-blanko tanpa kompensas, Jaffe rate-blanko dengan kompensasi, Enzimatik
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Pregnancy Test

Description:

Pemeriksaan dilakukan dengan mendeteksi ada tidaknya hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam darah yang dapat menunjukkan ada tidaknya kehamilan. Hormon hCG diproduksi oleh plasenta selama masa kehamilan, dan dapat terdeteksi di dalam darah pada masa kehamilan paling awal, bahkan sebelum periode menstruasi berhenti.

Benefit Investigation

Mengetahui ada-tidaknya kehamilan

Persyaratan & Jenis Sampel : Urin
Stability Samples : * 4 jam pada 15 – 25 C |
3 hari pada 2 - 8 C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Rapid kromatografi imunoassay
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Triglyceride

Description:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Benefit Investigation

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Puasa 12 - 14 jam
Working Days :
Method : GPO-PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Urinalysis

Description:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Benefit Investigation

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak dalam keadaan menstruasi
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

eGFR (CKD-EPI)

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Perhitungan
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HDL Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

LDL Cholesterol Direct

Description:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :