PANEL TEST

Stroke/Coronary Heart Disease Panel

Benefits Inspection:

Memberikan gambaran profil lemak dalam darah, dan menilai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan/atau stroke

Checking type

IgG ACA Antibodies

Description:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM ACA Antibodies

Description:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 2-8C :14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Adiponectin

Description:

merupakan suatu protein yang spesifik disekresikan oleh adiposit dengan peran pada homeostasis glukosa dan lemak.

Benefit Investigation

Kadar adiponektin dalam darah berbanding terbalik dengan risiko terjadinya komplikasi pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Kadar Adiponektin yang tinggi berkaitan dengan efek proteksi terhadap kondisi insulin resisten, inflamasi, aterosklerosis, dan metabolisme energi yang baik. Sebaliknya kadar adiponektin yang rendah berhubungan dengan kondisi penyakit-penyakit komplikasi yang terjadi pada obesitas seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan gangguan pernafasan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 36 Jam pada suhu 2 - 8 °C
1 tahun pada suhu (-20)°C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Apolipoprotein B

Description:

Apo B-100 merupakan konstituen dari VLDL, IDL, LDL, dan Lp(a). Apo B-100 disintesa dalam hati dan disekresikan ke dalam plasma sebagai bagian dari partikel VLDL. Apo B-100 berpartisipasi dalam penghantaran kolesterol ke dalam jaringan dan berinteraksi langsung dengan reseptor LDL.

Benefit Investigation

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-10C : 2 minggu
* 2-10C : 2 minggu
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HDL Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

LDL Cholesterol Direct

Description:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Total Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CHOD PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Fibrinogen

Description:

Fibrinogen (bahasa Inggris: fibrinogen, factor I) adalah salah satu protein yang disintesis oleh hati yang merupakan reaktan fase akut berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi pembentukan trombus.

Benefit Investigation

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat, Whole Blood
Stability Samples : * Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu

RSUI Harapan Anda Tegal
2 jam
* Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu


Patient Preparation : Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan. Minta informasi, apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan, terutama obat-obatan pengencer darah. Catatlah informasi tersebut.
Working Days :
Method : Foto optical, Mekanik, Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Homocysteine

Description:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Benefit Investigation

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Patient Preparation : Pasien puasa 10-12 jam
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Homocysteine

Description:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Benefit Investigation

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Patient Preparation : Pasien puasa 10-12 jam
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Fasting Insulin

Description:

Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Hormon ini menginduksi agar sel tubuh dapat menggunakan gula dalam darah untuk diubah menjadi sumbe energidengan demikian kadar gula dalam darah pun berkurang.

Benefit Investigation

pengukuran insulin puasa berguna untuk mendiagnosis indikasi berkembangnya diabetes dan juga berguna untuk membedakan jenis diabetes yang di derita.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C, (3)
* <7 hari pada suhu -10C atau lebih dingin
3 bulan pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Puasa minimum 8 jam
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Lipoprotein (a)

Description:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Benefit Investigation

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
* Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Small-Dense-LDL

Description:

Small dense LDL merupakan partikel LDL yang berukuran kecil yaitu < 25,5 nm dan padat sehingga bersifat lebih aterogenik, karena lebih mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah dan akan bertahan lama di dalam sirkulasi darah sebab sukar dikenali oleh reseptor LDL. Small dense LDL yang terperangkap tersebut mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan akan membentuk LDL teroksidasi yang merupakan cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Keberadaan small dense LDL ini berkaitan dengan peningkatan konsentrasi trigliserida dan Apo B, serta penurunan konsentrasi HDL; dapat diketahui dengan pengukuran rasio kolesterol LDL direk / Apo B < 1,2.

Benefit Investigation

Memprediksi faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
* 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Enzimatik kolorimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Small-Dense-LDL

Description:

Small dense LDL merupakan partikel LDL yang berukuran kecil yaitu < 25,5 nm dan padat sehingga bersifat lebih aterogenik, karena lebih mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah dan akan bertahan lama di dalam sirkulasi darah sebab sukar dikenali oleh reseptor LDL. Small dense LDL yang terperangkap tersebut mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan akan membentuk LDL teroksidasi yang merupakan cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Keberadaan small dense LDL ini berkaitan dengan peningkatan konsentrasi trigliserida dan Apo B, serta penurunan konsentrasi HDL; dapat diketahui dengan pengukuran rasio kolesterol LDL direk / Apo B < 1,2.

Benefit Investigation

Memprediksi faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
* 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Enzimatik kolorimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Total Anti-Oxidant Status

Description:

Total antioksidan dalam tubuh

Benefit Investigation

pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat dalam tubu

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 36 jam pada suhu 2-8C,
14 hari pada suhu (-15)-(-20)C
* 36 jam pada suhu 2-8C,
14 hari pada suhu (-15)-(-20)C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Kolorimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Triglyceride

Description:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Benefit Investigation

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Puasa 12 - 14 jam
Working Days :
Method : GPO-PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :