PANEL TEST

TORCH Panel

Benefits Inspection:

Mendeteksi terjadinya infeksi dan status kekebalan terhadap parasit Toxoplasma gondii, virus Rubella, Cytomegalovirus, dan virus Herpes tipe 2 yang dapat mempengaruhi kesehatan janin.

Checking type

IgG Anti CMV

Description:

Cytomegalovirus (CMV) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan tubuh seperti air liur, semen, sekret vagina, darah, dan air susu ibu. CMV merupakan virus yang paling sering ditularkan dari ibu kepada bayinya, baik melalui plasenta selama masa kehamilan, saat menyusui maupun proses kelahiran. Bayi yang membawa CMV akan mengalami kondisi yang disebut CMV kongenital dan berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran, serta retardasi mental yang tidak jarang baru muncul setelah remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-CMV IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap Cytomegalovirus. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Uji saring infeksi CMV, mendeteksi adanya infeksi CMV masa lampau (IgG stabil), mendiagnosis infeksi aktif atau reinfeksi (IgG meningkat), dan mengidentifikasi carrier CMV sebelum menjadi donor darah maupun organ.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 – 8°C : 5 hari;
< -10°C : > 5 hari
* 2 – 8°C : 5 hari;
< -10°C : > 5 hari
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti CMV

Description:

Cytomegalovirus (CMV) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan tubuh seperti air liur, semen, sekret vagina, darah, dan air susu ibu. CMV merupakan virus yang paling sering ditularkan dari ibu kepada bayinya, baik melalui plasenta selama masa kehamilan, saat menyusui maupun proses kelahiran. Bayi yang membawa CMV akan mengalami kondisi yang disebut CMV kongenital dan berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran, serta retardasi mental yang tidak jarang baru muncul setelah remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-CMV IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap Cytomegalovirus. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Mendiagnosis infeksi CMV primer atau reinfeksi (pada wanita hamil dan janinnya), dan sebagai uji saring pada pasien transplantasi. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 – 8°C : 5 hari
< -10°C : > 5 hari
* 2 – 8°C : 5 hari
< -10°C : > 5 hari
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti-HSV2

Description:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap HSV2. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi lampau, namun peningkatan anti HSV2 IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu mengindikasikan infeksi akut atau infeksi baru. Pada keadaan reinfeksi titernya akan meningkat, oleh sebab itu wanita hamil dengan IgG positif maka pada trimester 3 kehamilannya diperiksa anti HSV2 IgG lagi, untuk memastikan ada tidaknya reinfeksi, jika terdapat reinfeksi maka proses persalinan dianjurkan melalui bedah caesar. IgG negatif menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terpapar HSV atau belum mampu memproduksi antibodi HSV.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti-HSV2

Description:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap HSV2. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan anti HSV2 IgM bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi baru yang disebabkan oleh virus Herpes tipe 2 (menyerang tubuh dari pinggang ke bawah berupa lesi umumnya di daerah genital). Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada pasien yang tidak bergejala, karena dapat memberikan hasil positif palsu.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan

RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading :
5 hari pada suhu 2-8C,
6 bulan pada suhu beku
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan


Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti Rubella

Description:

Virus Rubella sering dikenal sebagai penyebab campak Jerman dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit. Virus Rubella bisa ditularkan melalui udara dan kontak fisik. Adanya virus Rubella pada wanita hamil, terutama di awal kehamilan, bisa mempengaruhi perkembangan bayi hingga muncul kelainan seperti sindrom Rubella kongenital, penyakit jantung kongenital, katarak, tuli, infeksi telinga, dan retardasi mental. Pemeriksaan Anti-Rubella IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap virus Rubella.

Benefit Investigation

Sebagai uji saring, memperkirakan status imun, kontrol respon setelah vaksinasi, diagnosis infeksi aktif : peningkatan kadar IgG yang signifikan (2 pemeriksaan dengan interval waktu 3 bulan).

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2 - 8C; >7 hari pada suhu <(-10)C, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 7 hari pada suhu 2 - 8C; >7 hari pada suhu <(-10)C, maksimal penyimpanan 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti Rubella

Description:

Virus Rubella sering dikenal sebagai penyebab campak Jerman dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit. Virus Rubella bisa ditularkan melalui udara dan kontak fisik. Adanya virus Rubella pada wanita hamil, terutama di awal kehamilan, bisa mempengaruhi perkembangan bayi hingga muncul kelainan seperti sindrom Rubella kongenital, penyakit jantung kongenital, katarak, tuli, infeksi telinga, dan retardasi mental. Pemeriksaan Anti-Rubella IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap virus Rubella. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk skrining infeksi akut/baru, karena anti Rubella IgM muncul 2 - 3 hari setelah ruam muncul lalu meningkat pada minggu 1 hingga 4. Namun anti Rubella IgM yang persisten (menetap hingga lebih dari 6 bulan) tidak dapat digunakan untuk menentukan adanya infeksi akut.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari pada suhu (-10)C atau lebih dingin
* 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari pada suhu (-10)C atau lebih dingin
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti Toxoplasma

Description:

Toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis dapat ditemukan pada manusia dan berbagai jenis hewan atau burung. Kucing diketahui sebagai pembawa parasit Toxoplasma gondii, namun penyebarannya bisa melalui berbagai cara seperti kotoran kucing, transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan tubuh, konsumsi makanan yang berasal dari tanah terkontaminasi, dan konsumsi daging (kambing, sapi, dan babi) mentah atau setengah matang. Toxoplasmosis yang terjadi pada wanita hamil, bisa menybabkan keguguran dan bayi lahir prematur, serta bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya melalui plasenta sehingga bayi mengalami toxoplasmosis kongenital. Terjadinya toxoplasmosis kongenital biasanya ditandai dengan adanya kerusakan pada organ mata, sistem saraf pusat, kulit, dan telinga. Kerusakan organ tersebut tidak jarang baru muncul ketika anak berusia remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap parasit Toxoplasma gondii. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk : Mengetahui status kekebalan terhadap parasit toxoplasma karena anti toxoplasma IgG menetap seumur hidup dengan titer rendah Mengetahui adanya infeksi akut apabila ditemukan peningkatan IgG hingga titer 2X dalam waktu 2 minggu

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Architech :
3 hari pada suhu 15-30C;

5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-25)+/- 6C, maksimal penyimpanan 1
bulan(3)
* Architech :
3 hari pada suhu 15-30C;

5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-25)+/- 6C, maksimal penyimpanan 1
bulan(3)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti Toxoplasma

Description:

Toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis dapat ditemukan pada manusia dan berbagai jenis hewan atau burung. Kucing diketahui sebagai pembawa parasit Toxoplasma gondii, namun penyebarannya bisa melalui berbagai cara seperti kotoran kucing, transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan tubuh, konsumsi makanan yang berasal dari tanah terkontaminasi, dan konsumsi daging (kambing, sapi, dan babi) mentah atau setengah matang. Toxoplasmosis yang terjadi pada wanita hamil, bisa menybabkan keguguran dan bayi lahir prematur, serta bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya melalui plasenta sehingga bayi mengalami toxoplasmosis kongenital. Terjadinya toxoplasmosis kongenital biasanya ditandai dengan adanya kerusakan pada organ mata, sistem saraf pusat, kulit, dan telinga. Kerusakan organ tersebut tidak jarang baru muncul ketika anak berusia remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap parasit Toxoplasma gondii. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Diagnosis Infeksi primer (pada ibu dan janin). Harus dikonfirmasi dengan peningkatan kadar IgG

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari (-25) +/- 6C, maksimal penyimpanan 1 bulan (3).
* 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari (-25) +/- 6C, maksimal penyimpanan 1 bulan (3).
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Comment

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Comment

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :