Kamis, 19 Mei 2016

Beda Pemeriksaan, Beda Pula Waktu Ambil Hasilnya

Di Laboratorium Klinik Prodia, waktu selesai hasil pemeriksaan dikenal dengan sebutan WSHP. WSHP di Prodia juga bergantung kepada jenis tes dan jenis alat yang digunakan untuk mengerjakan sampel pemeriksaan. Waktu selesai hasil memiliki perhatian tersendiri di Prodia karena kecepatan penerimaan hasil menentukan kecepatan penanganan lanjutan pasien.

Waktu selesai hasil pemeriksaan sangat bergantung dari jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh pasien. Oleh karena itu ada hasil pemeriksaan yang dapat selesai hanya beberapa jam saja dan ada pula hasil pemeriksaan yang dapat diambil beberapa hari pasca pemeriksaan.

Proses WSHP di Prodia

  • Pasien datang ke Prodia untuk melakukan pemeriksaan laboratorium atau non laboratorium
  • Dilakukan identifikasi oleh petugas pelayanan terkait jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, apakah dapat diambil sampel atau tidak.
  • Sampel diserahkan ke bagian distribusi sampel, kemudian dilakukan pengecekan  identitas dan persyaratan kondisi sampel, selanjutnya dilakukan setrifugasi dan aliquoting.
  • Petugas laboratorium akan menyerahkan sampel ke bagian teknis untuk dikerjakan.
  • Setelah ada hasil maka dilakukan validasi bertingkat, mulai dari analis kemudian dilanjutkan oleh supervisor laboratorium.
  • Validasi akhir yang dilakukan oleh Quality Validator dan Dokter Penanggung Jawab.
  • Setelah validasi akhir, maka hasil dicetak dalam bentuk HPsL dan diserahkan kepada Bagian Pelayanan.

Validasi Hasil Pemeriksaan

Ketika hasil pemeriksaan dikeluarkan, maka hasil tidak langsung diberikan kepada pasien, karena akan dilakukan validasi terlebih dahulu. Proses validasi ini bertujuan untuk memastikan kembali kesesuaian hasil dengan riwayat pasien sehingga tidak terdapat kejanggalan atau bahkan kekeliruan terhadap hasil pemeriksaan.

Tahapan validasi sendiri di bagi menjadi tahap validasi pre-analitik, validasi analitik, dan validasi post-analitik.

  1. Validasi preanalitik dilakukan untuk memastikan apakah ada kemungkinan kesalahan sampel, jenis sampel, volume, waktu pengambilan, terapi, atau gejala klinis.
  2. Validasi analitik dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pemeriksaan akurat dengan memerhatikan metode pemeriksaan, interfensi, linieritas, dan nilai rujukan. Apakah hasil yang telah keluar perlu melakukan pemeriksaan ulang.
  3. Validasi post-analitik dilakukan untuk memastikan korelasi hasil laboratorium secara keseluruhan, dikaitkan dengan kondisi klinis pasien. Pada tahap ini selain dilakukan validasi oleh quality validator juga melibatkan dokter penanggung jawab.

Pastikan waktu pengambilan hasil kita sesuai dengan yang dijanjikan, agar penanganan lebih lanjut dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

5141 Dilihat