Rabu, 29 Januari 2020

Kanker Prostat, Saat Seorang Pria Menikmati Kesuksesan Hidupnya

"Kanker prostat adalah pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali dalam kelenjar prostat, suatu kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada pria. Biasanya, kanker ini tumbuh lambat dengan gejala yang tidak menunjukkan kecurigaan, sehingga penderitanya tidak menyadari kalau dirinya sudah mengidap penyakit berbahaya. Jika terdeteksi dini, saat kanker masih terbatas di kelenjar prostat, maka keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi."
dr. Yopie Tjandradiguna, SpU.

Bagi seorang pria, prostat adalah organ penting penghasil sebagian besar cairan spermanya. Selain itu, kelenjar sebesar buah kenari yang erletak tepat di bawah kandung kemih itu mengatur arus pengaliran urine dan sperma. Namun, dengan meningkatnya usia, secara perlahan prostat dapat membesar akibat gangguan hormon testosteron pada pria, sehingga menghambat aliran urine melalui uretra (saluran kemih) dari kandung kemih. Selain pembesaran jinak tersebut, prostat bisa membesar karena adanya kanker stadium lanjut yang akan menutup aliran urine, sehingga menyebabkan gejala nyeri saat buang air kecil.

Masalahnya, kanker prostat sering menyerang di usia di atas 50 tahun (usia emas), saat seorang pria menikmati hidup yang mapan dengan kesuksesan karirnya. Risiko kanker prostat meningkat pada usia tua setelah 60 tahun. Berdasarkan survey, kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi, dan merupakan salah satu penyebab kematian pada kaum pria. Kemungkinan terkena kanker prostat dapat diperkecil dengan mengurangi faktor risikonya, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan pengecekan kesehatan secara berkala serta mendiskusikan dengan dokter.

Penyakit khusus kaum pria di usia mapan

Kanker prostat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali dalam kelenjar prostat, suatu kelenjar kecil di panggul pria yang berada di bawah kandung kemih di depan rektum. Kelenjar prostat mengelilingi uretra saluran kemih yang membawa urine dari kantung kemih ke penis. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dengan fungsi membantu untuk menyimpan sementara sperma yang dibawa dari testis melalui saluran vas deferens, bersamaan dengan hal tersebut kemudian sepasang kelenjar vesikula seminalis akan mengeluarkan cairan yang melindungi dan menutrisi sperma sebagai air mani. Ketika terjadi ejakulasi, prostat mengeluarkan cairan semen ini yang akan mengalir menuju uretra.

"Setelah usia 50 tahun atau lebih, kelenjar prostat cenderung membesar, mungkin karena perubahan keseimbangan hormon dan gangguan gen, yang dapat menghalangi keluarnya urine dari saluran kemih sebagai gangguan berkemih. Gangguan itu disebut sebagai gejala andropause, semacam menopause yang umum terjadi pada wanita," kata dr. Yopie.

Menurut data WHO, kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua pada pria. Diperkirakan sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat dan terdapat 307 ribu kasus kematian pada tahun 2012. Dilaporkan  sekarang ini kanker prostat menjadi penyebab kematian terbanyak ketiga akibat kanker pada pria di Asia. Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan kelima sebagai jenis kanker terbanyak, dengan jumlah penderita sebesar 971 orang pada tahun 2011. Pria usia 70-79 tahun merupakan keompok terbanyak yang menderita penyakit ini. Data dari rumah sakit besar di Jakarta menunjukkan kenaikan jumlah penderitanya hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir (Daftar Nilai Rujukan Tumor, 2012).

Pada umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar. Pada stadium awal kanker prostat bisa tidak bergejala, sehingga sering terabaikan, hal ini menyebabkan kanker berkembang menjadi tahap lanjut yang berbahaya dan sudah sulit disembuhkan. Tapi ada pula kanker prostat yang bersifat agresif dan mampu menyebar dengan cepat.

Tanda-tanda dan gejala yang perlu diwaspadai

Pada stadium awal, umumnya kanker prostat ini tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan.

Setelah stadium lanjut, gejalanya baru muncul ketika prostat sudah membengkak terlalu besar dan mulai memengaruhi uretra. Gejala-gejalanya yang muncul, antara lain adalah:

  • Sering buang air kecil, terutama saat malam hari.
  • Merasa kandung kemih selalu penuh, sehingga intensitas buang air kecil meningkat.
  • Merasa nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil atau ejakulasi.
  • Penurunan tekanan aliran urine saat berkemih. Pada keadaan normal, sekali kencing bisa 250-350 cc. Disebut tidak lancar bila yang keluar hanya sekitar 50 cc saja atau setengah gelas air mineral kemasan.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat, tapi bisa juga disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Tapi, jika kanker sudah menyebar ke organ lain, seperti tulang (pelvis, iga atau tulang belakang) dan ginjal, pasien akan sering merasakan nyeri di punggung bawah dan pelvis. Tulang akan menjadi rapuh dan mudah patah. Selain itu, kanker prostat dapat menyebar ke otak, menyebabkan kejang, bingung, sakit kepala, depresi, atau gejala neurologi lain.

Penyebabnya belum jelas

Para pakar kanker meyakini, bila sel rusak karena proses penuaan atau akibat serangan radikal bebas, maka sel jaringan tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk berfungsi dengan baik dan terjadi peruahan kromosom yang dapat menyebabkan perkembangan sel yang menyimpang dengan memproduksi lebih banyak, atau menjadi kanker. Sel prostat yang diproduksi berlebihan akan menjadi pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) sebagai salah satu gangguan prostat. Kalau membentuk tumor, akan menginvasi jaringan sekitar dan terus berkembang menjadi kanker.

Namun hingga saat ini, apa sebenarnya penyebab kanker prostat itu masih belum jelas. Meskipun begitu, dokter mengetahui kanker prostat diawali saat sel prostat sudah menjadi tidak normal dengan terjadinya mutasi DNA, maka sel yang abnormal tersebut menyebabkan pertumbuhan sel yang menyimpang dan membelah menjadi banyak dengan cepat dibanding sel normal.

Faktor-faktor risiko yang perlu diperhatikan

  1. Usia. Risiko seorang pria terkena kanker prostat meningkat dengan bertambahnya usia setelah 50 tahun. Sekitar 2 dari 3 kejadian kanker prostat ditemukan pada pria dengan usia lebih dari 65 tahun.
  2. Riwayat keluarga. Pria dengan riwayat keluarga menderita kanker prostat memiliki risiko lebih tinggi. Menurut American Cancer Society, bila punya saudara kandung atau ayah yang terkena kanker prostat, risikonya meningkat lebih dari 2 kali lipat. Risiko itu menjadi lebih tinggi lagi bila ada lebih dari satu anggota keluarga yang terkena kanker prostat.
  3. Diet. Penelitian menunjukkan diet tinggi lemak menjadi faktor risiko kanker prostat. Angka kejadian kanker ini lebih tinggi di negara dengan masyarakat pengonsumsi daging dan susu yang tinggi, dibandingkan negara pengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan sayuran.
  4. Faktor risiko lainnya. Disebutkan genetik (bakat), obesitas, merokok, radang, dan infeksi prostat yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Perlu diingat, bahwa tidak memiliki faktor risiko bukanlah berarti seseorang itu tidak dapat terkena penyakit berbahaya ini.

Deteksi dini mencegah penyakit menjadi parah

Karena kanker prostat stadium awal tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan, maka perlu dilakukan deteksi dini. Dengan terdeteksi dini, kanker ini lebih mudah ditangani dan harapan hidupnya bisa mencapai 90%. American Cancer Society merekomendasikan agar seorang pria dengan faktor risiko rendah terkena kanker prostat agar melakukan skrining setahun sekali sejak usia 50 tahun. Sedangkan untuk pria dengna risiko tinggi atau memiliki keluarga yang menderita kanker prostat, lakukan skrining sejak usia 40 tahun.

Sedangkan, American Urological Association (2009) dan National Comprehensive Cancer Network (2012) menyerankan pemeriksaan PSA (tes darah) dan DRE (colok dubur) sejak usia 40 tahun sebagai skrining kanker prostat. Karena itu, jika memiliki gejala-gejala kanker prostat tersebut, sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter. Tubuh masing-masing orang berbeda, karena itu selalu berkonsultasi untuk menangani kondisi kesehatannya.

Diagnosis yang diperlukan

Sebelum mendiagnosis seseorang terkena kanker prostat, dokter akan melakukan serangkaian tahapan sebagai berikut:

  • Wawancara mengenai keluhan dan riwayat keluarga

Menjajaki apakah keluhan itu kanker, atau sebab lain misalnya karena infeksi saluran kemih.

  • Pemeriksaan PSA (Prostate Specific Antigen)

Zat yang dihasilkan sel-sel yang ada di dalam kelenjar prostat dari pemeriksaan darah untuk mengukur kadarnya agar mendapatkan diagnosis yang akurat. Umumnya zat ini dilepaskan ke dalam cairan sperma (semen), tapi sebagian juga dilepaskan ke dalam darah. Bila hasil nilai total PSA kurang dari 4 miligram per mililiter (mg/ml) dikatakan memiliki risiko rendah, lebih dari 4 sampai 10 mg/ml berisiko 67 persen. Tapi tes ini tidak hanya spesifik untuk mendeteksi kanker prostat karena kadar PSA juga bisa naik akibat kondisi lain seperti infeksi saluran kemih, pembesaran prostat jinak (BPH) atau radang pada prostat. Karena itu, bila PSA antara 2,6-10 mg dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Free PSA untuk mendapatkan rasio free PSA dibandingkan dengan PSA Total yang dapat membantu membedakannya dengan gejala pembesaran prostat jinak.

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan adanya tanda dan gejala kanker prostat, terutama Digital Rectal Examination (DRE) dengan perabaan prostat melalui dubur yang dilakukan dokter, yang lebih dikenal sebagai pemeriksaan colok dubur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa ukuran kelenjar prostat.

  • Biopsi prostat

Suatu prosedur pengambilan sampel jaringan prostat untuk melihat di bawah mikroskop ada tidaknya sel kanker. Dokter akan melakukan biopsi jika dicurigai pasiennya menderita kanker prostat

  • Metode lain

Seperti CT scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) digunakan bila diperlukan untuk pencitraan kondisi kelenjar prostat yang terjadi.

Pengobatan yang diberikan dokter

Makin awal kanker prostat didiagnosis, makin besar peluang pasien untuk sembuh total. Tapi, jika kankernya masih dalam tahap sangat awal dan tidak menyebabkan gejala apapun, pasien bisa memilih untuk mewaspadainya saja. Pengobatan kanker prostat yang dilakukan adalah melalui operasi pengangkatan prostat dan radioterapi. Namun jika kanker terdeteksi ketika sudah menyebar, misalnya tulang, maka kanker tersebut tidak bisa disembuhkan lagi. Pengobatannya yang dilakukan hanya sebatas untuk memperpanjang usia dan juga meredakan gejala yang muncul.

Terapi kanker prostat yang diberikan dokter akan tergantung dari pertumbuhan kanker yang terjadi dan kondisi kesehatan penderitanya.

  • Jika kanker masih terbatas di kelenjar prostat, terapi yang biasa dilakukan yaitu pembedahan (prostatektomi) atau radioterapi. Jika penderitanya berusia tua dan tidak dapat menjalankan terapi tersebut, dokter akan memonitor perubahan kanker dengan pemeriksaan PSA atau biopsi.
  • Jika kanker sudah menyebar ke jaringan lain, dokter akan memberikan terapi hormonal. Selain itu, jika kanker sudah menyebar ke organ lain, namun metode tersebut tidak efektif, dokter akan menganjurkan untuk dilakukan radioterapi, yang bisa dilakukan dalam bentuk radiasi eksternal, atau implan radioaktif.

Setelah menjalani terapi kanker prostat, biasanya pasien perlu melakukan pemeriksaan darah secara periodik untuk untuk memonitor adanya kekambuhan.

Pengobatan di rumah

Selain terapi, perubahan gaya hidup sebagai salah satu unsur utama dari pengobatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi kanker prostat adalah:

  • Kontrol ke dokter sesuai jadwal untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan penderita
  • Ikuti instruksi dokter, patuhi nasehat dokter dan konsumsi obat sesuai anjuran.
  • Diet sehat dengan gizi lengkap dan seimbang dan mengonsumsi banyak buah dan sayuran.
  • Olahraga. Lakukan sesuai dengan petunjuk dokter spesialis olahraga yang menyarankan olahraga tertentu yang sesuai dengan kemampuan penderita.
  • Jaga berat badan. Bila berlebih, turunkan sampai mencapai rentang berat badan yang normal.
  • Tetap optimis, sehingga membuat tubuh terasa lebih segar dan bersemangat menjalani hidup ini.

Usaha untuk mencegah

Sampai saat ini, saran terbaik dari para pakar kesehatan untuk menurunkan risiko seorang pria terkena kanker prostat adalah:

  • Pengaturan diet, usahakan agar setiap hari makan sayur dan buah yang bervariasi.
  • Mengonsumsi kalsium dalam batas secukupnya.
  • Aktif secara fisik dan berolahraga dengan teratur.
  • Menjaga berat badan sehat, berat badan yang ideal seusia dengan tinggi badan.

"Prostate cancer is silent killer. Kita tidak pernah tahu bila kanker prostat ini sudah menguasai diri kita dan kalaupun tahu itu pun sudah terlambat pada stadium lanjut yang sudah sulit disembuhkan. Gejalanya kurang lebih sama dengan pembesaran prostat jinak. Jadi, kita seharusnya mesti lebih aware!", dr. Yopie menambahkan.

2640 Dilihat