Rabu, 18 Oktober 2017

Mengapa Pemeriksaan TORCH Penting Dilakukan Calon Mempelai Wanita?

TORCH adalah istilah yang mengacu pada 4 jenis penyakit infeksi yaitu toxoplasmosis, infeksi rubella, cytomegalovirus (CMV) dan herpes simplex virus tipe 2 (HSV2).

Semua jenis infeksi TORCH memiliki dampak buruk pada kehamilan, proses kelahiran, dan bisa menimbulkan kelainan atau cacat permanen pada janin/bayi. Bahkan, kelainan atau cacat tersebut tidak jarang baru muncul setelah remaja ataupun dewasa. Dampak buruk tersebut biasanya akan muncul, bila infeksi terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Kebanyakan kasus TORCH tidak bergejala. Meskipun bergejala, umumnya tidak segera muncul dan tidak spesifik, sehingga sulit dideteksi. Tidak jarang kasus TORCH baru diketahui setelah muncul gejala kelainan atau kecacatan pada anak di usia remaja ataupun dewasa. Untuk itu, dibutuhkan pemeriksaan penunjang agar bisa mendeteksi kemungkinan adanya TORCH secara lebih awal. Salah satu pemeriksaan penunjang tersebut adalah pemeriksaan darah yang dilakukan calon mempelai wanita sebelum menikah.

TORCH yang terjadi pada masa kehamilan bisa menjadi masalah yang sangat serius dibanding bila terjadi pada individu umumnya. Pemeriksaan TORCH sangat dianjurkan bagi:

- wanita yang akan menikah dan merencanakan untuk segera hamil

- wanita yang baru atau sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali

- bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil.

Bagaimana menyikapi hasil pemeriksaan TORCH?

Bila memang ditemukan adanya masalah pada hasil pemeriksaan TORCH (IgM dan/atau IgG Positif), bukan berarti pernikahan yang telah direncanakan harus dibatalkan, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan selanjutnya sehingga dampak buruk TORCH bisa dicegah. Bila tidak ada masalah pada hasil pemeriksaan, berikut ini beberapa upaya pencegahan yang dianjurkan:

- Lakukan pemeriksaan secara rutin

- Masak daging hingga matang, dan cuci tangan setelah mengolah daging mentah

- Selalu cuci tangan setelah kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi dengan kotoran hewan

- Bagi wanita hamil, hindari kontak dengan bahan-bahan yang berpotensi terinfeksi kotoran kucing atau serangga yang terkena kotoran kucing (seperti kecoa dan lalat)

- Lakukan seks yang aman

- Lakukan vaksinasi rubella

6765 Dilihat