Jumat, 18 Mei 2018

Menjaga Buah Hati Hingga Masa Kelahiran

Kehamilan adalah anugerah bagi setiap wanita yang sudah menikah. Kebahagiaan akan kehadiran nyawa yang ada di dalam perut membuat para wanita hamil melakukan persiapan yang sangat matang untuk menyambut kehadiran buah hati sembilan bulan ke depan.

Risiko penyakit pada masa kehamilan

  1. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan salah satu jenis hipertensi pada masa kehamilan. Penyebab preeklampsia ini belum sepenuhnya diketahui. Adapun kriteria risiko tertinggi preeklampsia, yaitu:

- Penyakit mikrovaskular (pembuluh darah kecil), seperti hipertensi kronik, penyakit ginjal, diabetes melitus, dan penyakit sendi.

- Thrombophilia (penyakit darah akibat kelebihan sel trombosit)

- Obesitas dan resistensi insulin

- Kehamilan pada usia di atas 40 tahun

- Riwayat keluarga preeklampsia dan penyakit kardiovaskular

- Riwayat kelainan pada kehamilan sebelumnya (pertumbuhan janin terhambat, placental abruption, kematian janin)

  1. Diabetes

Jika Anda mengalami diabetes saat hamil atau sudah mengalami diabetes sebelumnya, Anda akan membutuhkan perawatan khusus.

- Risiko pada ibu: hipertensi, trombosis, preeklampsia, penyakit ginjal diabetik, retinopati dibetikum.

- Risiko pada bayi: risiko kelainan kongenital dan pertumbuhan mungkin menjadi lebih cepat atau lambat.

Jika mengalami diabetes gestasional, Anda perlu menyesuaikan diet dengan meningkatkan karbohidrat dan serta mengurangi lemak dan gula. Anda mungkin juga memerlukan penyuntikan insulin untuk membantu kontrol gula darah.

Prenatal Check-up

Selain menjaga asupan nutrisi, kondisi kesehatan dapat dipantau dengan melakukan konsultasi ke dokter atau melalui pemeriksaan laboratorium. Di Laboratorium Klinik Prodia, pemeriksaan laboratorium bagi ibu hamil dapat dilakukan dengan prenatal check-up, di mana pemeriksaan yang dipilih telah disesuaikan dengan kebutuhan para ibu hamil.

Jenis-jenis pemeriksaan dalam prenatal check-up mencakup pemeriksaan:

  1. Hematologi Rutin: untuk menghitung jumlah sel-sel darah, yang dapat mengetahui kemungkinan adanya kelainan sistemik seperti gangguan hati dan ginjal, serta mengetahui kemungkinan anemia dan kemungkinan gangguan pembekuan darah pada ibu hamil.
  2. Urine Rutin: untuk mengetahui adanya infeksi dan penyakit saluran kencing, serta mengukur kadar glukosa dan protein dalam urine.
  3. Golongan darah A,B,O, dan Rhesus: untuk mengetahui faktor rhesus (Rh). Dalam masa kehamilan apabila terjadi ketidakcocokan rhesus antara ibu dan janin dapat mengakibatkan pembentukan antibody yang merusak sel-sel darah merah janin.
  4. Glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam PP: untuk mendeteksi diabetes gestasional yang dapat mengakibatkan keguguran, dan kerusakan pada otak dan jantung janin.
  5. HBaAg: untuk mendeteksi adanya virus hepatitis B dan dapat mencegah penularan hepatitis B secara langsung ke janin.
  6. TORCH dan VDLR/RPR: untuk mendeteksi adanya infeksi Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes dan Sifilis yang dapat menyebabkan komplikasi pada janin.
6841 Dilihat