Rabu, 17 Mei 2017

Setelah Usia di atas 35 Tahun, Waspadai Penyakit Pembuluh Darah

"Saat usia seseorang di atas 35 tahun, ada penyakit-penyakit yang muncul tidak disadari, terutama penyakit pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke yang mematikan" kata dr. Siselia Titis Iramawati dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

Penyakit jantung koroner, adalah penyakit dengan kondisi jantung tidak dapat berfungsi setelah otot jantung rusak akibat kekurangan pasokan oksigen, yang terhambat penyempitan atau pengerasan pembuluh darah, kondisi yang disebut aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan proses yang dipicu oleh dislipidemia yang berlangsung lama, dan dapat terjadi tanpa disertai dengan gejala nyata yang mencurigakan. Dislipidemia ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, serta menurunnya kadar kolesterol HDL. Sebagaimana telah banyak diketahui, kolesterol LDL adalah kolesterol jahat dan kolesterol HDL adalah kolesterol yang baik.

Ada kalanya ditemukan kasus pasien dengan kadar kolesterol normal, namun masih juga mengalami serangan jantung atau stroke yang terjadi secara tiba-tiba dengan akibat fatal. Hal itu bisa saja terjadi, karena meskipun dislipidemia telah diketahui sebagai pemicu utama terjadinya aterosklerosis yang dapat berujung pada serangan jantung atau stroke, namun sebenarnya penyakit jantung koroner dan stroke bersifat multifaktor. Hipertensi, merokok, diabetes melitus, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, dan stres juga merupakan faktor risiko penyakit jantung atau stroke.

Selain itu, proses terjadinya aterosklerosis hingga munculnya serangan jantung atau stroke juga sangat kompleks, melibatkan banyak faktor dan memerlukan waktu yang panjang. Jadi, hasil kolesterol normal memang tidak bisa menjamin Anda terhindar dari serangan jantung maupun stroke. Bisa saja pasien tersebut memang memiliki kadar kolesterol LDL yang normal, tetapi jika lebih banyak tipe kolesterol LDL berukuran kecil atau yang dikenal dengan small dense LDL, justru lebih berbahaya karena small dense LDL lebih mudah terperangkap, dan masuk ke dalam lapisan dinding pembuluh darah (intima).

Ada lagi jenis kolesterol yang sangat berbahaya, yaitu Lp (a) (lipoprotein a), yang memacu terjadinya penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah tersebut. Bila kadar lp (a) lebih dari 18 mg/dl akan meningkatkan 2 kali risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Seperti yang kita ketahui, kolesterol adalah sejenis lemak (lipid) yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukkan membran sel, selubung saraf (insulator) dan bahan produksi hormon tertentu. Kolesterol juga berfungsi membantu proses pencernaan makanan. Sebagian besar (80 persen) kolesterol yang dibutuhkan itu diproduksi oleh hati, dan lainnya (20 persen) dari konsumsi makanan yang terutama berasal dari produk hewani. Kolesterol dikirim ke seluruh tubuh melalui aliran darah dalam bentuk berikatan dengan protein, yang disebut lipoprotein.

Jadi, bahaya kolesterol tinggi dapat dipahami sebagai gangguan pada hati untuk memproduksi kolesterol yang dibutuhkan (HDL), atau dipasok secara berlebihan dari luar (LDL). Di samping itu, seseorang dengan kadar trigliserida yang tinggi perlu waspada karena kondisi tersebut dapat mendorong terbentuknya small dense LDL lebih banyak. Kadar trigliserida normal adalah lebih kecil dari 200 mg/dl, dan bahaya bila mencapai 400 md/dl.

7016 Dilihat