Jumat, 27 Oktober 2017

Terobosan Luar Biasa untuk Intervensi Proses Penuaan

"Ibarat bangunan, tubuh manusia terdiri dari sel-sel yang di dalamnya terdapat DNA yang merupakan blueprint (cetak biru kehidupan). DNA tersebut tersusun sebagai pita-berpilin menjadi gumpalan kecil yang dikenal dengan kromosom. Pada ujung kromosom itu terdapat telomer (telomere) yang berfungsi untuk menjaga kestabilan kromosom tersebut" kata DR. Dr. W. Andralia K., MSc (UK), DLSHTM, ABAARM, Acp., Pendiri dan Presiden Direktur FMN Wellness & Antiaging Centre, dan Asia Managing Partner, 3D People, UK, kepada SmartLiving.

"Bilamana telomere mengalami kerusakan atau makin memendek, kromosom dapat mengalami gangguan, yang berakhir dengan kematian sel atau bahkan bermutasi menjadi kanker. Nilai panjang telomere yang diukur dari sel darah putih (leukocyte telomere lenght)," tambah DR. Andralia.

Mengapa Telomere penting untuk dipantau?

Selama kehidupan, sel mengalami pembelahan untuk kelangsungan perkembangan dan pertumbuhan. Disaat sel membelah, telomer pun ikut mengalami pemendekan, hingga sampai disatu titik sel tersebut tidak dapat membelah dan akhirnya menyebabkan kematian sel. Panjang telomer ini terkait dengan proses penuaan, dimana kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai penyakit degeneratif (penyakit yang disebabkan penuaan), sehingga pemantauan panjang telomer diperlukan untuk mengetahui gambaran sebenarnya dari persentase sel yang terganggu/disfungsi atau akan mati. Seseorang dalam kondisi sehat (prima) dan optimal akan memiliki rata-rata telomer yang panjang.

Bagaimana ukuran telomer yang pendek dapat memengaruhi kesehatan?

Pada saat kondisi telomer yang pendek, sel mengalami penuaan dan mengeluarkan zat-zat yang dapat mempengaruhi kesehatan. Kondisi telomer yang pendek mampu menyebabkan kerusakan DNA dan dapat mempercepat proses penuaan secara alami dalam level seluler. Orang yang berusia tua, memiliki rata-rata ukuran telomer yang lebih pendek. Pada pasien dengan rata-rata telomer pendek dapat diberikan terapi maupun suplementasi yang membantu memperpanjang ukuran telomernya. Orang tua yang mendapatkan perawatan khusus dapat mempertahankan ukuran telomernya supaya bisa bertahan tetap panjang.

Mengapa pemeriksaan Telomere penting untuk dilakukan?

Kelainan pada telomere disebabkan oleh pemendekan telomer yang ekstrem. Ketika proses pemendekkan telomer menunjukkan hasil yang ekstrem, maka sel tidak dapat membelah secara efektif, atau dapat mengarah kepada ketidakstabilan DNA, yang akhirnya menimbulkan beragam penyakit yang tidak diinginkan.

Apakah dengan melakukan analisis panjang telomer dapat meningkatkan kesehatan?

Analisis panjang telomere telah menjadi pusat perhatian sebagai penunjang informasi penanda penuaan biologis seseorang. Beberapa penelitian membuktikan dan menghubungkan telomer yang pendek dengan munculnya penyakit degenerative seperta penyakit gangguan pembuluh darah, jantung, otak sampai dengan kanker. Nilai panjang telomere yang diukur dari sel darah putih (leukocyte telomere length) dapat menentukan treatment yang bermanfaat dalam berbagai kondisi klinis yang dibutuhkan.

Mengapa kita harus mencoba pemeriksaan telomer?

Pemeriksaan telomer akan membantu Anda mengetahui kondisi penuaan sel Anda saat ini. Gambaran telomere pendek menandakan sel tubuh yang sudah tua dan akan segera mati.

Bagaimana cara menganalisis telomere?

Dengan melakukan Telomere Analysis hanya dengan mengambil sampel darah dari lengan seperti pemeriksaan laboratorium biasa tanpa perlu persiapan khusus.

Kapan sebaiknya pemeriksaan telemore dilakukan?

Panjang telomer berubah setiap waktu dan dapat dipengaruhi oleh penyakit, gaya hidup dan faktor lingkungan. Untuk pemeriksaan rutin, sebaiknya dilakukan 6-12 bulan sekali.

Informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan telomer, silakan hubungi cabang Prodia terdekat.

7456 Dilihat