Selasa, 18 Juli 2017

Awas! Penyakit Cacingan Menurunkan IQ Anak

"Infeksi cacing, atau biasa disebut orang awam dengan penyakit cacingan, termasuk dalam infeksi yang disebabkan oleh parasit, makhluk kecil yang menyerang dengan cara menempelkan diri baik di luar atau di dalam tubuh inangnya, dan mengambil nutrisi yang seharusnya untuk inang. Parasit tersebut dapat melemahkan dan menyebabkan gangguan kesehatan" kata dr. Dr. H. Hindra Irawan Satari, SpA(K), dokter spesialis anak ahli penyakit tropis RSCM, Jakarta.

Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang ditinggali, seperti kulit, otot, paru-paru, ataupun usus. Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebersihan. Selain melalui makanan yang tercemar, cacing juga masuk ke tubuh manusia melalui kulit (pori-pori), yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal. Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh memerlukan waktu 1-3 minggu untuk berkembang.

Gejala cacingan biasanya ditandai dengan sakit perut, diare berulang, dan kembung. Terkadang, infeksi cacing terjadi tanpa gejala, sehingga para orang tua mengira anaknya hanya kelelahan dan berat badan sedikit menurun sebagai hal yang biasa dalam masa pertumbuhan.

Dampak cacingan ternyata tidak sepele. Dari pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga penurunan IQ. Dampak yang paling banyak adalah anemia, lantaran nutrisi yang dibutuhkan bagi anak akan dibajak oleh cacing. Di dalam tubuh, cacing-cacing ini akan beranak lagi, lagi, dan lagi. Kadang-kadang, kalau menggumpal, bentuknya seperti bola. Bisa juga terjadi erratic, cacing keluar lewat hidung atau mulut. Bisa pindah ke empedu, meski jarang, atau bikin usus bolong. Fatalnya memang tidak secara langsung, tapi karena fisiknya lemah, daya tahan turun, maka penyakit lain mudah masuk.

Berbagai jenis cacing yang umum menyerang anak-anak adalah:

- Cacing Gelang, merupakan cacing berukuran besar menyerupai cacing tanah dan hidup di dalam usus besar serta dapat berpindah ke organ lain, seperti paru-paru. Telur cacing gelang tertelan sewaktu makan makanan yang terkontaminasi oleh kotoran.

- Cacing Kremi, atau cacing benang atau cacing kerawit, merupakan cacing yang sering menginfeksi anak-anak. Berukuran sangat kecil (sekitar 1 cm), berwarna pucat, biasanya menginfeksi organ usus. Cacing kremi yang bertelur di sekitar dubur akan menimbulkan rasa gatal, dan menempel di jari-jari ketika penderita menggaruk dan dapat menularkan kepada orang lain. Telur cacing tersebut dapat bertahan di kulit anak-anak selama berjam-jam dan bertahan hidup selama tiga minggu pada pakaian, mainan, tempat tidur.

- Cacing Pita, berbentuk pipih dan panjang seperti pita. Sebagian besar siklus hidupnya berada pada hewan seperti sapi atau babi dan masuk ke tubuh manusia karena memakan daging hewan tersebut yang tidak dimasak dengan sempurna.

- Cacing lainnya, adalah cacing tambang (larvanya masuk ke tubuh manusia melalui kulit sehingga menyebabkan infeksi), cacing cambuk (masuk melalui makanan yang terkontaminasi telur cacing yang berkembang di tanah dan hidup di usus manusia), dan trematoda (sejenis cacing yang berbentuk pipih seperti cacing pita).

Lebih baik mencegah

Walaupun dapat diobati, karena infeksi parasit sering tidak menunjukkan gejala spesifik, sebaiknya ikuti tips berikut untuk menghindarkan anak dari cacingan: (1) Biasakan anak untuk membersihkan tangan dengan sabun sebelum dan setelah makan atau setelah bermain. (2) Potong kuku anak secara teratur, kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva. (3) Ajari anak untuk tidak terbiasa memasukkan tangan ke dalam mulut. (4) Selalu pakaikan sandal atau sepatu setiap kali anak bermain di luar rumah. (5) Jaga kebersihan sanitasi lingkungan.

12521 views