Rabu, 19 Juli 2017

Diagnosis Sedini Mungkin Leukemia pada Anak

"Leukemia terjadi karena adanya kelainan dari stem cell (sel induk), yang bersifat multipoten. Seperti diketahui, tubuh kita berasal dari satu itu yang bisa membuat organ apa saja nantinya. Melalui stem cell tersebut ada juga beberapa stem cell yang sudah berkembang, disebut stem cell dewasa, misalnya stem cell hati dan jantung, juga ada hematopoietic stem cell. Stem cell darah ini mengalami mutasi, sehingga yang seharusnya berkembang menjadi matang dan membelahnya secara teratur, terjadi mutasi yang menyimpang. Akhirnya, stem cell itu tidak bisa menjadi sel dewasa yang normal dan tidak bisa dihentikan, hingga semakin banyak sel-sel abnormal ini berkumpul di pabriknya, yaitu sumsum tulang," kata Dr. Agus S. Kosasih, SpPK, MARS, Head of Clinical Pathology Laboratory Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Saat ini leukemia paling banyak menyerang anak berusia di bawah lima tahun. Daya tahan tubuh anak yang belum sempurna, menyebabkan mutasi mudah terjadi. Akumulasi stem cell tidak matang akan menyebabkan penekanan sistem lainnya. Hal ini menyebabkan pasien leukemia akut mengalami gejala lemas dan pucat akibat trombosit menurun dan lebam biru di beberapa tubuh anak.

Leukemia dibagi dua kelompok, yaitu: (1) Leukemia akut dengan perkembangan penyakit yang cepat, parah dan mengancam jiwa, dan (2) leukemia kronis yang bersifat menahun, tidak secara tiba-tiba. Dari kedua leukemia ini, yang paling ditakuti pada anak dan dewasa adalah leukemia akut, yang kalau tidak segera diobati akan menyebabkan kematian dalam waktu dekat.

Gejala yang patut dicurigai

Gejala-gejala leukemia pada setiap penderita bisa berbeda-beda, tergantung pada jumlah sel abnormal dan tempat sel-sel tersebut berkumpul. Namun, gejala-gejala umum dari leukemia tersebut, yaitu:

  1. Demam atau berkeringat di waktu malam,
  2. Infeksi yang sering terjadi berkali-kali,
  3. Lemah atau lelah,
  4. Sakit kepala,
  5. Perdarahan dan mudah memar, misalnya gusi berdarah, tanda-tanda keungu-unguan pada kulit atau titik-titik merah yang kecil di bawah kulit.
  6. Nyeri pada tulang atau persendian,
  7. Pembengkakan nodus-nodus getah bening, terutama pada leher atau ketiak, dan kehilangan berat badan.

Gejala tersebut bukanlah tanda-tanda yang pasti dari leukemia. Suatu infeksi atau persoalan lain juga dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut. Namun demikian, jika anak Anda memiliki gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Diagnosis sedini mungkin

Penegakan diagnosis leukemia pertama kali adalah pemeriksaan darah hematologi lengkap, termasuk diff count. Dari gejala leukemia, kalau itu akut maka leukositnya bisa naik dan bisa pula kurang dari normal. Bisa jadi Hb-nya banyak, tapi trombositnya turun. Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui ada apa sebenarnya yang terjadi. Kalau ada yang mencurigakan, dilakukan BMP, pemeriksaan fungsi sumsum tulang (bone marrow puncture). Dari BMP ini dilihat secara morfologi, namun untuk lebih jelas dan tepat, dapat dilakukan pemeriksaan leukemia phenotyping, yaitu memeriksa marker dari antibodi monoklonal yang bisa menempel di selnya dan dilabel dengan warna yang berbeda-beda sehingga kita bisa mengidentifikasi sel yang masih bagus atau bisa dilakukan cluster of differentiation.

13241 views