Rabu, 05 Juli 2017

Nutrisi pada Anak; Panel Nutrisi dan Logam Berat

Kebutuhan nutrisi menjadi hal yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan pada bayi dan anak. Manfaat nutrisi sendiri selain membantu proses pertumbuhan dan perkembangan, juga bermakna luas seperti mencegah dari beberapa penyakit yang timbul akibat kekurangan nutrisi seperti, anemia, dermatitis dan asma.

Konsep dasar kebutuhan nutrisi

Komponen penting dari nutrisi adalah zat gizi, yang secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien berfungsi sebagai sumber kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Tak kalah pentingnya adalah mikronutrien, yaitu nutrien yang dibutuhkan manusia sepanjang hidupnya dalam jumlah kecil untuk keseluruhan fungsi fisiologis. Mineral (trace elemen) merupakan bagian mikronutrien yang walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi fungsinya sangatlah luas dan luar biasa.

Peran penting trace elemen

Trace elemen adalah komponen yang essensial dari banyak enzim dan faktor transkripsi, sehingga jumlah yang optimum sangat penting dianjurkan untuk tahap penting dalam perkembangan otak selama proses kehamilan.

Peranan yang penting itu adalah sebagai fetal programming yang menentukan kelak pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut.

Fetal programming atau imprinting bisa dikatakan sebagai respon yang permanen terhadap stimulus yang dialami selama periode penting saat perkembangan di dalam rahim (intrauteri). Perkembangan janin tersebut saat terjadi proses pembentukan organ dan tahap tersebut adalah tahap janin sangat rentan terhadap stressor seperti malnutrisi.

Salah satu contoh trace elemen yang banyak berhubungan dengan perkembangan otak adalah zinc, besi, tembaga angka kecukupannya (tidak cukup atau berlebihan) berkaitan dengan kerusakan otak dan perkembangan sistem saraf pusat.

Kondisi asma atau alergi juga sangat erat hubungannya dengan kekurangan dari trace elemen. Selenium sebagai salah satu trace elemen essensial yang sangat penting dalam menjaga kondisi imunitas. Pada asma, peranan selenium sangat penting untuk dapat memodulasi sistem imun dan mencegah respon dari alergi. Atopic dermatitis juga salah satu penyakit umum pada anak yang terkait dengan ketidakseimbangan trace elemen besi, zinc, magnesium, dan tembaga.

Ketidakseimbangan trace elemen dan adanya paparan logam berat, juga digunakan untuk menilai perkembangan anak-anak yang mengalami autism dan hiperaktif (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD). Perburukan anak autism sangat tergantung pada ketidakseimbangan mineral, seperti kekurangan zinc, magnesium serta adanya logam berat magnesium, aluminum, cadmium, timbal, arsenic, dan mercury ini menginduksi mekanisme pengaturan gene menjadi salah terutama pada gene yang mengatur perkembangan neurologis, serta ini juga mengambarkan perburukan pada kondisi anak-anak dengan autism ataupun ADHD.

Pentingnya penentuan status nutrisi

Berdasarkan rekomendasi IDAI, Ikatan Dokter Anak Indonesia, penilaian penentuan status nutrisi terkait beberapa hal seperti asupan makan, pola makan, toleransi makan sampai kondisi klinis yang mempengaruhi asupan.

Maka penting untuk mengetahui status nutrisi dan paparan logam berat secara laboratorium, untuk menilai apakah ada tidaknya gangguan nilai ormotor yang terkait asupan sehingga untuk rekomendasi nutrisi yang diberikan dapat secara tepat.

Pemeriksaan untuk menilai status nutrisi dan logam berat tersedia dalam bentuk panel, yang dapat mempermudah para dokter untuk memberikan saran dalam pemberian tambahan nutrisi dan pencegahan terhadap logam berat apa saja. Panel nutrisi dan logam berat terdiri dari Zinc (Zn), Selenium (Se), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Besi (Fe), Cobalt (Co), Vanadium (V), Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Timbal (Pb), Mercury (Hg).

8134 views