Senin, 14 Desember 2020

Penyakit Prostat Mengintai Pria, Kenali Bahayanya

Saat mendengar kata prostat, apa yang ada di benak kamu? Prostat adalah kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih (uretra). Kelenjar ini tepat berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum.

Kelenjar prostat berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan cairan yang menjadi komponen dari air mani yang disebut semen. Selain itu, kelenjar ini berperan dalam produksi hormon dan membantu mengatur aliran urine.

Prostat rata-rata berukuran sebesar biji kenari atau bola ping-pong. Namun, seiring bertambahnya usia, ukuran prostat bisa menjadi lebih besar. Misalnya, saat berusia 40 tahun, kelenjar ini kemungkinan telah berukuran sebesar aprikot.

Sayangnya, ukuran prostat yang terlalu besar bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang sering disebut sebagai penyakit prostat. Penyakit ini pun ada banyak macamnya.

Kondisi ini bisa berbahaya jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Oleh sebab itu, mari kenali lebih jauh berbagai penyakit prostat yang bisa mengintai para pria.

Jenis penyakit prostat

Penyakit prostat memiliki sejumlah jenis dengan kondisi dan gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis penyakit prostat.

Pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia)

Penyakit prostat ini terjadi akibat pembesaran kelenjar prostat yang menekan saluran kemih sehingga menyempit. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa ingin buang air kecil, meski kandung kemih tidak terisi sama sekali.

Tekanan prostat juga dapat melemahkan otot kandung kemih sehingga penderitanya sulit mengosongkan urine sepenuhnya. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti:

·       Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari

·       Butuh waktu lebih lama untuk mengeluarkan urine

·       Aliran urine lebih lemah, dan mungkin tersendat-sendat

·       Timbul perasaan belum tuntas setelah buang air kecil.

Pembesaran prostat jinak ini biasanya terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau kandung kemih.

Peradangan prostat

Prostatitis atau peradangan prostat merupakan penyakit prostat yang sering terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun.

Penyakit prostat ini dsebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih, misalnya Escherichia coli; maupun infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia.

Selain itu, cedera pada kelenjar prostat atau gangguan pada sistem saraf juga bisa menyebabkan prostatitis. Gejala peradangan prostat yang bisa dirasakan, di antaranya:

·       Kesulitan buang air kecil

·       Nyeri dan perih saat buang air kecil

·       Nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual

·       Menggigil dan demam

·       Nyeri pada perut bagian bawah, punggung bawah, atau rektum.

Kanker prostat

Kanker prostat adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi pada pria. Kanker ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar prostat.

 Kanker prostat dapat menimbulkan tanda dan gejala, di antaranya:

·       Sulit buang air kecil

·       Aliran urine melemah

·       Darah dalam air mani

·       Area panggul tidak terasa nyaman

·       Nyeri tulang

·       Disfungsi ereksi

Sel-sel kanker bahkan dapat menyebar ke organ tubuh lain sehingga bisa sangat berbahaya. Namun, jika dideteksi sedini mungkin, peluang kamu untuk sembuh lebih besar.

Jika kamu merasa memiliki penyakit prostat, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

 

Referensi:

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279291/

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279204/

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostatitis#symptoms

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

Web MD. https://www.webmd.com/men/prostate-enlargement-bph/what-is-the-prostate#1

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319859#medical-conditions

Diakses pada 15 Oktober 2020

 

679 views