Selasa, 04 Juli 2017

Waspadai! Dampak Psikologis Gadget pada Anak

Gadget atau yang dikenal dengan alat elektronik, semula dimaksudkan untuk mempermudah interaksi dan komunikasi. Namun, ternyata dalam perkembangannya alat itu telah menyebabkan ketergantungan yang tinggi. Setiap bangun tidur, hal pertama yang dilakukan adalah mencari gadget. Bahkan, dalam ruangan keluarga masing-masing sibuk dengan gadget, berkomunikasi dengan gadget walaupun duduk berdekatan.

Dampak terhadap kesehatan

Gadget dapat memberikan dampak positif dan negatif pada kesehatan anak, tergantung bagaimana anak dan orangtua memanfaatkannya. Secara positif, melalui gadget anak dapat belajar berolahraga (mengikuti gerakan dari video), mencari informasi kesehatan yang ia butuhkan, maupun memantau kesehatan melalui aplikasi di gadget. Gadget juga dapat menjadi sarana resfreshing bagi anak.

Namun, di sisi lain penggunaan gadget secara berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan, misalnya jika menggunakan gadget di ruangan gelap dapat berpotensi merusak mata, terlalu asyik bermain gadget sehingga mengurangi waktu tidur anak akan berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan anak, karena kurang tidur dan anak dapat mengalami carpal tunnel syndrome, yaitu rasa kaku, kebas, lemas, atau berkedut pada tangan yang diakibatkan oleh tekanan pada syaraf median di pergelangan tangan.

Secara psikologis, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif berupa berkurangnya waktu interaksi dengan keluarga/teman, mengurangi kualitas hubungan dengan keluarga/teman, dan memengaruhi perkembangan kemampuan sosialnya. Saat anak terpaku dengan gadget, anak kurang peka terhadap lingkungan dan orang-orang disekitarnya, bersikap egosentris, dan tidak belajar mengembangkan sikap empati dan peduli pada sesama.

Dampak buruknya tidak langsung terasa

Walaupun bentuknya tergolong kecil, ringan dan mudah digunakan, ternyata penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengubah postur tubuh. Dikutip dari Daily Mail, Kirsten Lord, ahli fisioterapi, mengungkapkan bahwa tubuh bereaksi terhadap kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Ketika sering melihat gadget, leher dan pundak turut terkena efeknya. Ketika membaca di gadget, seseorang cenderung mencondongkan kepala ke depan. Posisi tersebut akan meremukkan bagian atas tulang belakang dan mengompres saraf yang naik ke kepala. Akibatnya, dapat membuat sakit kepala, lelah dan kaku leher.

Selain itu, anak-anak yang suka main gadget itu, cenderung malas bergerak, sehingga berisiko pula menjadi obesitas. Karena itu, orangtua harus mengajarkan anak untuk menggunakan gadget secara seimbang, yaitu dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan tetapi tidak sampai ketergantungan. Orangtua memberikan aturan dan batasan pada anak dalam penggunaan gadget serta membantu anak untuk lebih terlibat dalam interaksi langsung dengan lingkungannya. Penerapan aturan dan batasan penggunaan gadget untuk anak penting dilakukan secara jelas dan konsisten sehingga tidak membingungkan dan membantu anak membentuk kebiasaan baik.

7188 views