Selasa, 22 Mei 2018

Pentingnya Menentukan Nutrisi pada Anak

Kebutuhan nutrisi menjadi hal yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan pada bayi dan anak. Manfaat nutrisi sendiri selain membantu proses dan perkembangan, juga bermakna luas seperti mencegah dari beberapa penyakit yang timbul akibat kekurangan nutrisi seperti, anemia, dermatitis dan asma.

Komponen penting dari nutrisi adalah zat gizi, yang secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien berfungsi sebagai sumber kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Tak kalah pentingnya adalah mikronutrien, yaitu nutrien yang dibutuhkan manusia sepanjang hidupnya dalam jumlah kecil untuk keseluruhan fungsi fisiologis. Mineral (trace elemen) merupakan bagian mikronutrien yang walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi fungsinya sangatlah luas dan luar biasa.

Trace elemen adalah komponen yang essensial dari banyak enzim dan faktor transkripsi, sehingga jumlah yang optimum sangat penting dianjurkan untuk tahap penting dalam perkembangan otak selama proses kehamilan.

Salah satu contoh trace elemen yang banyak berhubungan dengan perkembangan otak adalah zinc, besi, tembaga angka kecukupannya (tidak cukup atau berlebihan) berkaitan dengan kerusakan otak dan perkembangan sistem saraf pusat. Kondisi asma juga sangat erat hubungannya dengan kekurangan dari trace elemen.

Ketidakseimbangan trace elemen dan adanya paparan logam berat, juga digunakan untuk menilai perkembangan anak-anak yang mengalami autism dan hiperaktif (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD). Perburukan anak autism sangat tergantung pada ketidakseimbangan mineral, seperti kekurangan zinc, magnesium serta adanya logam berat.

Pentingnya penentuan status nutrisi

Berdasarkan rekomendasi IDAI, Ikatan Dokter Anak Indonesia, penilaian penentuan status nutrisi terkait beberapa hal seperti asupan makan, pola makan, toleransi makan sampai kondisi klinis yang mempengaruhi asupan.

Maka penting untuk mengetahui status nutrisi dan paparan logam berat secara laboratorium, untuk menilai apakah ada tidaknya gangguan nilai oromotor yang terkait asupan sehingga untuk rekomendasi nutrisi yang diberikan dapat secara tepat.

Pemeriksaan untuk menilai status nutrisi dan logam berat tersedia dalam bentuk panel, yang dapat mempermudah para dokter untuk memberikan saran dalam pemberian tambahan nutrisi dan pencegahan terhadap logam berat apa saja. Panel nutrisi dan logam berat terdiri dari Zinc (Zn), Selenium (Se), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Besi (Fe), Cobalt (Co), Vanadium (V), Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Timbal (Pb), Mercury (Hg).

5345 views