PANEL PEMERIKSAAN

Panel Pemantauan Prediabetes

Manfaat Pemeriksaan:

Memantau dan megevaluasi kondisi individu penyandang prediabetes, serta mendeteksi risiko berkembangnya prediabetes menjadi diabetes tipe 2.

Jenis Pemeriksaan

Tekanan Darah

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Manual
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Puasa 12 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GPO-PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Rasio Albumin - Kreatinin Urin Sewaktu

Deskripsi:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif sewaktu menggunakan sampel urin sewaktu (random sample urin).

Manfaat Pemeriksaan:

skrining untuk mendetekasi dini penyakit ginjal pada orang dengan diabetes, atau faktor risiko penyakit ginjal yang lain seperti hipertensi.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

GTT 2 Jam

Deskripsi:

GTT (glucose tolerance test) adalah pemeriksaan guna mengeahui fungsi tubuh dalam metabolisme glukosa, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil darah sebelumd ans esudah makan/konsumsi gula dalam rentang waktu tertentu

Manfaat Pemeriksaan:

penegakkan diagnosis prediabetes, T2DM, T1DM dan gestasional diabetes

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C 8 jam
2-8C 3 hari
* 15-25C 8 jam
2-8C 3 hari
* 15-25C 8 jam
2-8C 3 hari
* 15-25C 8 jam
2-8C 3 hari
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : GOD PAP, Heksokinase
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa dapat dilakukan baik untuk skrining, diagnosis DM ataupun pemantauan perjalanan penyakit. Pemeriksaan glukosa puasa hanya mencerminkan kadar glukosa pada saat periksa, namun pemeriksaan glukosa puasa dinyatakan lebih baik dibanding pemeriksaan glukosa sewaktu. Pengambilan darah untuk pemeriksaan ini dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam.

Manfaat Pemeriksaan:

Berdasarkan konsensus DM 2015, hasil <100 mg/dl (<5.6 mmol/L) disebut normal, 100-125 mg/dl (5.6-6.9 mmol/L) disebut prediabetes, dan untuk menegakkan diabetes apabila ?126 mg/dL (7 mmol/L). Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma. Beberapa penyebab konsentrasi glukosa yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stres, Cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati, yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, beta bloker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari
* 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari

NaF :
24 jam pada suhu 15-25oC
Persiapan Pasien : Puasa 8 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GOD PAP, Heksokinase
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :