Thursday, 23 October 2014

Infeksi H. pylori

Infeksi H. pylori terjadi ketika kuman patogen yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori) menginfeksi lambung serta menyebabkan nyeri lambung berulang. Seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami infeki H. pylori, padahal jika tidak diobati dalam jangka waktu lama dapat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tukak usus, tukak lambung, limfoma MALT, dan bahkan kanker lambung.


Penyebab

Kuman patogen H. pylori dapat disebarkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala/Tanda
Infeksi H. pylori dapat ditandai dengan gejala yang bervariasi dari gejala paling ringan hingga berat, seperti: rasa terbakar atau nyeri pada perut, mual, muntah, sering bersendawa, kembung, nafsu makan menurun, muntah darah atau feses berwarna kehitaman.

Diagnosis
Infeksi H. pylori dapat diketahui melalui pemeriksaan invansif dan tidak invasif (non invasif). Pemeriksaan invasif menggunakan endoskopi untuk melihat mukosa lambung dan mengambil sampel jaringan. Pemeriksaan non invansif menggunakan sampel darah (Anti H. pylori IgG), nafas (Urea Breath Test/UBT) atau feses (H. Pylori Stool Antigen/HpSA).

Pengobatan
Pengobatan yang diberikan dokter diharapkan dapat mengurangi radang, menghilangkan gejala, serta mengurangi risiko kanker lambung. Konsultasilah dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk kesembuhan Anda.

Pencegahan
Jaga kebersihan dan higienitas lingkungan, serta lakukan pemeriksaan infeksi H. pylori.

Komplikasi
Infeki H. Pylori yang tidak diobati dalam jangka waktu lama dapat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tukak usus, tukak lambung, limfoma MALT, dan bahkan kanker lambung.

1948 Views