FORUM DIAGNOSTICUM

Forum Diagnosticum No.03/2013

Penanda Bone Turnover dan Penggunaannya Dalam Manajemen Osteoporosis

Pengukuran kuantitatif densitas mineral tulang sangat diperlukan untuk evaluasi klinis pasien osteoporosis, akan tetapi BMD merupakan parameter yang statis, tidak memberikan informasi tentang kecepatan turnover tulang. Sebaliknya, penanda biokimia remodeling tulang bersifat dinamis dan memberikan analisis tulang secara menyeluruh. Pengukuran BMD dapat memberikan informasi yang berguna tetapi memiliki keterbatasan yaitu perbedaan densitas tulang yang dideteksi baru menunjukkan perubahan yang signifikan 1 atau 2 tahun setelah terapi dimulai. Selain itu, kepatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah umum pada pasien osteoporosis seperti pada penyakit asimptomatik kronis lainnya ditambah yang tidak bisa terlihat oleh pengukuran BMD.

Oleh sebab itu peran BTMs dalam manajemen pasien osteoporosis sangat diperlukan. Penanda BTMs berperan dalam memberikan pemahaman fisiologi tulang dan patogenesis penyakit tulang metabolik yang lebih baik. Meskipun tidak sesuai untuk diagnosis osteoporosis, BTMs dapat memberikan informasi tambahan dan saling melengkapi dengan informasi BMD. BTMs memberikan data yang berguna untuk menentukan dosis pengobatan optimal pasien dalam 3-6 bulan dibandingkan dengan 1-2 tahun menggunakan densitas mineral tulang. BTMs bermanfaat dalam pemantauan efikasi terapi osteoporosis serta responnya, mengkonfirmasi kepatuhan terapi, pemilihan pasien untuk diterapi serta memprediksi risiko fraktur. Akan tetapi sangat penting mempertimbangkan variabilitas analitik dan preanalitik guna mendapatkan interpretasi yang tepat.

 

Adopsi standar referensi internasional akan sangat meningkatkan konsistensi laboratorium dan memfasilitasi inklusi markertersebut dalam praktik klinis. Perlu studi lebih lanjut untuk menentukan protokol pemantauan yang optimum terhadap pengobatan yang berbeda, termasuk target pengobatan yang optimum untuk standar referensi BTMs yaitu s-P1NP dan s-CTx. Standarisasi pengukuran pemeriksaan ini sangat membantu dalam menentukancut offdan target secara universal sehingga dapat dimasukkan dalam guideline. Singkatnya, BTM menjadi surrogate marker yang lebih baik dan kaitannya dengan pengukuran BMD memberikan informasi status tulang yang lebih baik.

 

Penulis : Emmy F. Harefa (PT. Prodia Widyahusada)

Details >>
Page 1
Page sub

2315 Dilihat

FORUM DIAGNOSTICUM