Tanda-tanda penuaan pada wajah adalah hal yang sangat ditakuti, terutama oleh para wanita....
Tanda-tanda penuaan pada wajah adalah hal yang sangat ditakuti, terutama oleh para wanita. Seberapa tua penampilan adalah terkait dengan seberapa sehat sebenarnya tubuh kita. Memang, siapa yang tak ingin hidup awet muda? Karena itu, walaupun menjadi tua itu adalah sesuatu yang pasti, namun banyak orang yang mencari berbagai upaya agar proses penuaan itu bisa berjalan dengan lebih lambat pada dirinya. Sebenarnya, yang diperlukan adalah bagaimana kita dapat mencapai healthy aging atau penuaan sehat yang optimal itu dengan mengetahui indikatornya, agar sejak dini dapat mengatasi risiko penyakit yang dapat dihindari. Untuk itu perlu pemeriksaan telomer (telomere), indikator penuaan.
"Pada semua manusia, penuaan merupakan hasil dari penurunan jumlah ataupun fungsi dari sel. Setiap kali sel bereplikasi, telomer mengalami pemendekan sampai akhirnya mencapai satu titik tertentu dimana sel-sel tersebut tidak dapat bereplikasi dengan baik," kata Drs. Andi Wijaya, Apt, PhD. MBA, Pendiri dan Komisaris Utama Prodia Group, council member dari International Society for Stem Cell Research (ISSCR) dan anggota International Society for Cellular Therapy.
"Telomer adalah bagian paling ujung dari kromosom yang terdiri dari susunan DNA berulang (tandem repeat). Telomer ini berperan sebagai tutup pada ujung kromosom yang berfungsi menjaga dari kerusakan dan memainkan peranan penting yang signifikan pada proses penuaan," lanjutnya.
"Waktu muda, masih sehat semua, kemudian mulai sakit, lalu bila sudah tua menjadi pikun, gampang jatuh, ngompol segala macam, itu namanya frailty syndrome, kelemahan (frailty), mudah jatuh, kekuatan sel otot (mass muscle strength) berkurang, sehingga keseimbangannya jadi tidak benar," kata Drs. Andi Wijaya. Jadi, aging atau proses penuaan adalah penurunan fungsi semua organ kita, di mana sel-selnya berkurang, karena telomer rusak, stem cell jadi tua. Dan inflamasi oksidatif. Semua itu menyebabkan diabetes dan segala macam penyakit degeneratif lainnya.
Menurut Drs. Andi Wijaya, panjang pendeknya telomer itu tidak sama, tergantung dari faktor genetik. "Kalau waktu lahir, ibunya stress, telomernya lebih pendek, sampai tua semakin lebih pendek. Kedua, faktor lingkungan. Lingkungan juga penting, kena pencemaran, merkuri atau polutan lain yang berbahaya, makan ikan yang kena merkuri atau semprotan segala antiseptik, semuanya memengaruhi panjang telomer. Kemudian lifestyle, orang yang tidak berolahraga, makannya tidak sehat, stress, merokok atau minum alkohol, semua itu memperpendek telomer," lanjutnya mengingatkan.
Jadi, kalau telomer memendek, terjadilah penuaan, karena itu, kalau mau jadi muda kembali agar sel-sel tetap baik yang dibutuhkan untuk membuat eritrosit dan leukosit, atau sistem pertahanan tubuh, telomer harus diperpanjang kembali. Sistem imun itu direjuvenasi dengan enzim telomerase, karena stemcell yang menua itu akibat telomerasenya pendek, sehingga tidak bisa membelah lagi.
"Pemeriksaan telomer, atau panjang telomer dapat menentukan proses penuaan maupun kesehatan seseorang. Kalau telomernya pendek tentulah mudah rusak, sehingga akan terjadi gangguan berupa penyakit" kata Drs. Andi Wijaya.
Oleh karena itu, pemeriksaan telomer adalah sangat penting dilakukan, karena dengan mengetahui kondisi telomer seseorang dapat mengetahui efektifitas usia, deteksi dini penyakit kronis, pengelompokan risiko penyakit, pemantauan efektifitas program perubahan gaya hidup sampai efektifitas pengobatan anti-aging. Kemudian dapat dilakukan intervensi terapeutik atau perubahan gaya hidup untuk menunda pemendekan telomer tersebut, Jadi, pemeriksaan panjang telomer dapat dipakai untuk biomarker atau penanda proses penuaan (biological aging) dan kesehatan seseorang.