Keberadaan sebagian kulit yang keras dan kencang kadang dialami beberapa orang. Namun, selain...
Keberadaan sebagian kulit yang keras dan kencang kadang dialami beberapa orang. Namun, selain karena kurangnya asupan vitamin dan perawatan, patut diwaspadai sebagai gejala skleroderma yang menyimpan bahaya dan tidak bisa disepelekan.
Apakah skleroderma itu?
Skleroderma adalah suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan pengerasan dan mengencangnya kulit serta jaringan penghubung, yakni serat yang memberi rangka dan menopang tubuh. Bagian kulit yang mengerasa atau mengencang terjadi akibat adanya kerusakan dalam pembuluh darah kecil dan penimbunan kolagen (jaringan ikat) secara berlebihan dalam kulit dan organ dalam tubuh.
Apa penyebab skleroderma?
Skleroderma diakibatkan oleh produksi dan penumpukan kolagen yang berlebihan dalam jaringan tubuh. Kolagen adalah sejenis protein yang membentuk jaringan penghubung tubuh, termasuk kulit.
Pemicu produksi kolagen berlebihan ini belum diketahui, namun berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Untuk alasan yang belum diketahui, sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh dan mengakibatkan peradangan yang menghasilkan kolagen dalam jumlah berlebihan.
Klasifikasi Skleroderma
Ada dua jenis skleroderma, yakni:
- Skleroderma sistemik
Skleroderma sistemik, yang mempengaruhi kulit, jaringan di bawah kulit, pembuluh darah dan organ utama. Skleroderma sistemik dibagi menjadi dua tipe:
- Kutan terbatas (Limited cutaneous): pengerasan kulit terbatas pada area siku dan lutut, terjadi pada kurang lebih 60% pasien skleroderma sistemik.
- Kutan difus (Diffuse cutaneous): pengerasan kulit terjadi di area yang lebih luas, terjadi pasa kurang lebih 35% pasien skleroderma sistemik.
Kedua tipe skleroderma sistemik ini penting dibedakan, karena luas area yang dipengaruhi biasanya sebanding dengan banyaknya organ yang terlibat di dalam.
- Skleroderma terlokalisasi
Yang mempengaruhi area tertentu di kulit, baik berupa area kecil kulit (morphea), garis pada lengan, kaki atau bahkan pada dahi. Biasanya skleroderma ini jarang berkembang menjadi Skleroderma Sistemik dan dialami oleh anak-anak.
Seberapa parah dampak skleroderma?
Gejala skleroderma berbeda-beda pada tiap orang, dampaknya juga bervariasi dari yang ringan sampai mengancam jiwa.
Berikut beberapa gejala atau manifestasi klinis skleroderma:
- Gangguan kulit - bengkak diikuti munculnya jaringan parut pada kulit telangiectasis (peleberan pembuluh darah kecil) calcinosis (penumpukan kalsium di jaringan) Raynaud' s phenomenon (penurunan aliran darah yang menuju jari tangan atau kaki secara drastis yang ditandai perubahan warna pada jari tangan dan kaki).
- Nyeri sendi.
- Gangguan pencernaan - kesulitan menelan, penurunan fungsi usus.
- Gangguan paru - terbentuknya jaringan parut, peningkatan tekanan darah di pembuluh darah arteri dari paru ke jantung (hipertensi pulmonar), peradangan.
- Gangguan jantung - peradangan pada jantung, denyut jantung tidak normal.
- Gangguan ginjal - tekanan darah tinggi, kegagalan ginjal.
Siapa yang mungkin mengalami skleroderma?
Skleroderma lebih umum muncul pada wanita dibandingkan pria. Biasanya dialami oleh wanita usia 30-50 tahun dari berbagai ras dan kelompok etnis. Namun, skleroderma juga dapat terjadi pada pria dan anak-anak. Maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami gejalanya.
Diagnosis skleroderma
Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk membantu konfirmasi kecurigaan penyakit autoimun. Dalam hal ini pemeriksaan laboratorium yang dimaksud di antaranya Laju Endap Darah (LED), ANA, antibodi spesifik seperti: Antitopoisomerase-1 (anti-scl-70) dan Anticentromere Antibody ( ACA) serta urinalisis.