Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
06 April 2026 document
2025 - Laporan Keberlanjutan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
31 Maret 2026 artikel
Cek Gula Darah dan Vitamin D Normal? Ini Arti dan Langkah Lanjut
Di tengah aktivitas yang padat, tidak semua orang sempat memprioritaskan kesehatan. Jika kamu sudah rutin cek gula darah, menjaga kadar vitamin D, dan memahami risiko diabetes, itu adalah langkah hebat yang patut diapresiasi.Namun, muncul pertanyaan penting: apakah hasil normal dari cek gula darah dan vitamin D sudah cukup untuk menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh?Dalam dunia medis, nilai normal adalah batas aman, bukan tujuan akhir. Tujuan sebenarnya adalah kondisi optimal, di mana tubuh tetap bugar, tidak mudah lelah, dan seluruh organ bekerja dengan performa terbaik.Mengapa Satu Pemeriksaan Saja Tidak Cukup?Tubuh manusia adalah sistem yang saling terhubung. Memeriksa satu atau dua indikator saja belum cukup untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.HbA1c : Menunjukkan kontrol gula dalam 3 bulan terakhir, tetapi tidak menggambarkan profil lemak atau fungsi organ seperti ginjal.Vitamin D: Penting untuk imun, tapi kerjanya berkaitan erat dengan fungsi hati dan penyerapan nutrisi lainnya.Artinya, meskipun hasilnya normal, masih ada aspek kesehatan yang belum terlihat.Pentingnya Pemeriksaan yang Lebih MenyeluruhBanyak kondisi kesehatan berkembang tanpa gejala di tahap awal. Hasil normal belum menjamin aspek lain juga aman. Beberapa risiko yang sering tersembunyi antara lain:Kolesterol tinggi yang tidak bergejalaPenurunan fungsi ginjal dan hati yang berkembang perlahanRisiko penyakit jantung yang tidak terasa secara fisikSiapa yang Perlu Melakukan Evaluasi Lebih Dalam?Pemeriksaan lebih menyeluruh disarankan jika kamu:Memiliki aktivitas padat dan tingkat stres tinggiMemiliki pola tidur tidak teraturSering mengonsumsi makanan olahan atau cepat sajiMemiliki riwayat keluarga diabetes, hipertensi, atau penyakit jantungIngin menjaga performa tubuh tetap prima untuk produktivitas maksimalIngat: Bahkan jika kamu merasa sehat sekalipun, pemeriksaan rutin tetap diperlukan sebagai langkah pencegahan dini sebelum gejala muncul.Tips Menjaga Kesehatan Berbasis DataAgar kondisi tubuh tetap optimal, coba lakukan langkah ini:Evaluasi Rutin: Cek kesehatan menyeluruh minimal setahun sekali untuk memantau tren kesehatanmu.Pola Makan Personalisasi: Sesuaikan asupan nutrisi berdasarkan hasil pemeriksaan (misal: kurangi garam jika tekanan darah mulai meningkat).Aktivitas Fisik Teratur: Olahraga minimal 150 menit per minggu sesuai rekomendasi WHO.Kelola Stres: Stres berkepanjangan dapat memengaruhi gula darah dan lemak dalam tubuh.Kesimpulan: Dari Normal ke OptimalHasil normal adalah awal yang baik, bukan akhir perjalanan kesehatan. Menjaga tubuh di tengah tuntutan hidup yang tinggi bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi memastikan setiap fungsi tubuh bekerja harmonis.Kesehatan terbaik bukan hanya yang terasa, tapi yang terukur melalui data dan terjaga melalui langkah yang tepat.#TenangKarenaTauFAQ (Yang Sering Ditanyakan)1.Apa bedanya pemeriksaan tunggal dan panel?Pemeriksaan tunggal hanya melihat satu indikator. Sementara itu, pemeriksaan panel dirancang untuk melihat keterkaitan antar organ dan sistem tubuh. Dengan beberapa parameter sekaligus, panel memberikan gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh dan membantu analisis yang lebih akurat.2.Apakah cek gula darah dan vitamin D sudah cukup? Belum tentu. Kedua pemeriksaan ini merupakan indikator awal, tetapi belum mencerminkan kondisi tubuh secara menyeluruh. Diperlukan pemeriksaan lain untuk memahami fungsi organ dan metabolisme secara lebih lengkap.3.Seberapa sering perlu melakukan check up?Pemeriksaan kesehatan umumnya disarankan minimal satu kali dalam setahun. Namun, pada individu dengan faktor risiko tertentu, frekuensinya dapat disesuaikan dengan rekomendasi dokter.4.Apakah orang yang merasa sehat tetap perlu check up?Ya. Banyak penyakit kronis berkembang tanpa gejala dalam waktu lama. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi risiko sejak dini sebelum menimbulkan keluhan.5.Berapa harga minimal check up?Harga check up bervariasi tergantung jenis pemeriksaan yang dilakukan. Informasi harga biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan dan cakupan pemeriksaan yang dipilih.Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau penanganan medis. Untuk memahami hasil pemeriksaan secara menyeluruh, konsultasikan dengan dokter melalui layanan Chat Doctor di aplikasi U by Prodia.
-
30 Maret 2026 document
2025 - Laporan Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
30 Maret 2026 promo
Apresiasi untuk Kamu yang Sudah Cek Gula Darah dan Jaga Kesehatan
Sudah cek gula darah dan vitamin D? Lanjutkan check up. Promo mulai Rp598 ribu hingga 30 April 2026.
-
30 Maret 2026 materi-promosi
Brosur Layanan MCU Pelaut Prodia Yogyakarta
-
18 Maret 2026 promo
Check Up Hemat Prodia s.d. 16% dengan Kartu Debit dan Kartu Kredit Jenius
Mulai langkah sehat dengan lebih tenang. Nikmati hemat hingga 16% untuk pemeriksaan dan panel wellness di Prodia hingga akhir 2026.
-
13 Maret 2026 artikel
Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun di 2025, Perkuat Layanan Precision Medicine dan Ekspansi Specialty Clinic di 2026
Jakarta, 12 Maret 2026 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA), pelopor laboratorium klinik di Indonesia, mengumumkan hasil kinerja keuangan untuk tahun penuh 2025 yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun, mengalami kenaikan sebesar 1,31% YoY yang didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen rutin dan esoterik. Hal ini mencerminkan ketahanan kinerja di tengah dinamika industri layanan kesehatan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen pemeriksaan rutin yang tetap menjadi tulang punggung bisnis, serta peningkatan permintaan pada layanan esoterik yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kenaikan ini juga menunjukkan keberhasilan strategi Perseroan dalam menjaga loyalitas pelanggan serta memperluas penetrasi pasar. Di sisi lain, Beban Pokok Penjualan (COGS) tercatat Rp949 miliar, meningkat 5,42% YoY, seiring dengan peningkatan volume tes dan ekspansi layanan di berbagai wilayah. Peningkatan biaya ini turut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan medis, reagen, serta investasi pada kualitas layanan dan teknologi diagnostik. Hal ini berdampak pada Laba Kotor yang tercatat turun tipis 1,43% YoY, menjadi Rp1,33 triliun. Meski demikian, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas operasional dengan mencatatkan Laba Usaha (EBIT) sebesar Rp225 miliar dan Laba Sebelum Pajak (EBT) tercatat Rp264 miliar. Hal ini menunjukkan efektivitas pengendalian biaya operasional di luar COGS serta disiplin dalam manajemen beban usaha. Dengan Beban Pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp58 miliar, Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp207 miliar. Hal ini mencerminkan fundamental bisnis yang tetap solid dan berkelanjutan. Dari sisi posisi keuangan, total aset tercatat Rp2,70 triliun, menunjukkan kapasitas sumber daya yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Struktur permodalan Perseroan juga mencerminkan perusahaan yang sehat, dengan Total Liabilitas sebesar Rp302 miliar dan Total Ekuitas tercatat Rp2,39 triliun. Hal ini mencerminkan tingkat leverage yang rendah dan fleksibilitas keuangan yang tinggi. Di samping itu, Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi tercatat Rp424 miliar, menunjukkan aliran kas yang sehat dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan inti bisnisnya secara konsisten. Secara keseluruhan, aktivitas investasi Perseroan memberikan kas sebesar Rp55 miliar. Perseroan terus berupaya melakukan pengelolaan portofolio investasi yang optimal. Perseroan merealisasikan Belanja Modal (Capex) lebih dari Rp165 miliar pada tahun 2025, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur, modernisasi peralatan laboratorium, serta inovasi layanan digital. Investasi ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung strategi ekspansi yang berkelanjutan di masa mendatang. Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menyampaikan, “Pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan. Memasuki tahun 2026, Prodia akan semakin memperkuat pengembangan precision medicine-nya melalui ekspansi specialty clinic di bidang Stem Cell, Autoimmune, dan Longevity, serta penguatan ekosistem digital—U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal—untuk meningkatkan engagement pelanggan sekaligus menghadirkan akses layanan yang lebih terintegrasi dan seamless. Di saat yang sama, Prodia juga memprioritaskan pengembangan pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass Spectrometry Technology yang didukung Clinical Decision Support (CDS), sebagai upaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan kapabilitas dan infrastruktur laboratorium diagnostik yang komprehensif serta pengalaman panjang dalam pengujian diagnostik, Prodia berada pada posisi yang kuat untuk memimpin pengembangan layanan berbasis precision medicine di Indonesia, melalui integrasi optimal antara layanan klinik dan pemeriksaan diagnostik yang relevan dengan kebutuhan klinis masyarakat yang terus berkembang,” imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menegaskan bahwa kinerja keuangan yang solid menjadi pondasi utama dalam mendukung agenda ekspansi Perseroan. “Sepanjang tahun 2025, Prodia menjaga profitabilitas dan arus kas tetap solid melalui pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta melakukan pengelolaan biaya yang produktif, didukung struktur permodalan yang tetap sehat. Memasuki tahun 2026, kami akan fokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan layanan diagnostik klinis yang semakin komprehensif. Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin. Ekspansi jaringan dilakukan secara selektif dan terukur guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang,” ujarnya. Sepanjang tahun 2025, Prodia juga mencatatkan sejumlah pencapaian yang mencerminkan kinerja Perseroan yang solid. Perseroan berhasil memperoleh lebih dari 888 ribu pelanggan baru, dengan total lebih dari 20 juta tes yang telah dilakukan sepanjang tahun. Kinerja kanal digital melalui U by Prodia menunjukkan akselerasi yang signifikan, dengan lebih dari 2,9 juta downloader (tumbuh 70% YoY) dan peningkatan total nilai transaksi (transaction value) sebesar 37%, sementara rata-rata Monthly Active User (MAU) mencapai 94%. Selain itu, jumlah kunjungan ke layanan Perseroan melebihi 2,79 juta kunjungan, mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan kesehatan yang disediakan. Ekspansi jaringan menjadi salah satu fokus utama Perseroan sepanjang tahun 2025, dengan penambahan 1 Lab Medis, 2 Genomic Site, dan 71 POC. Dengan demikian, per akhir 2025, Perseroan telah memiliki 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, serta memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste. Dalam aspek ESG, Prodia berhasil mengurangi emisi karbon lebih dari 5% YoY, dengan 70% pengguna memanfaatkan layanan pemeriksaan online melalui U by Prodia. Perseroan juga menjalankan program CSR nasional pemeriksaan demensia gratis, yang menjangkau hampir 30.000 peserta, serta di awal 2025 tercatat dalam ESG Quality 45 IDX KEHATI dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI, semakin mempertegas komitmen Prodia terhadap prinsip-prinsip ESG di seluruh lini bisnisnya. Melihat pencapaian positif tahun 2025, Prodia akan terus memperkuat strategi pertumbuhan pada 2026 melalui optimalisasi ekosistem digital terintegrasi, perluasan jaringan specialty clinic, serta inovasi berkelanjutan di bidang pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks. Perseroan juga akan mengakselerasi pengembangan tes laboratorium untuk mendukung penerapan precision medicine di Indonesia, sejalan dengan arah transformasi layanan kesehatan yang terus didorong pemerintah. Dengan kapabilitas laboratorium yang komprehensif serta pengalaman dalam menangani pemeriksaan diagnostik yang advanced, Prodia meyakini memiliki keunggulan dalam mendukung pengembangan specialty clinic sekaligus pengembangan tes precision medicine dibandingkan penyedia layanan diagnostik lainnya. Di saat yang sama, Perseroan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kolaborasi strategis, serta menjadikan prinsip ESG sebagai fondasi dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. #Prodia #LaporanKeuangan #Kinerja #PRDA #Sustainability ******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk. Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA, beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 31 Desember 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 402 outlet, di 81 kota, 113 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi: Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id Mella Melia Investor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email investor.relation@prodia.co.id
-
09 Maret 2026 promo
Tes NIPT di Prodia: Deteksi Risiko Down Syndrome Sejak Hamil 10 Minggu
Kenali risiko kelainan kromosom sejak hamil 10 minggu dengan tes NIPT yang aman bagi janin. Harga mulai Rp6 juta.
-
27 Februari 2026 promo
Sering Minum Manis? Ginjal Bisa Terbebani Tanpa Disadari
Waspada risiko gangguan ginjal tanpa gejala. Cek fungsi ginjal mulai Rp 1.199.000,- di Prodia.
-
26 Februari 2026 artikel
Prodia Raih Dua Penghargaan Bergengsi atas Konsistensi Transformasi Digital
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) bersama anak usahanya, PT Prodia Digital Indonesia (PRDI) berhasil meraih penghargaan dalam rangkaian acara tahunan Digital Day 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics bersama Axia Research. Penghargaan tersebut meliputi Indonesia Popular CIO & CTO Awards 2026 yang diberikan kepada Andri Hidayat selaku Digital Service Transformation & IT Director Prodia, serta Indonesia Popular Digital Products Award 2026 untuk aplikasi U by Prodia. Kedua penghargaan ini mencerminkan komitmen Prodia dalam mempercepat transformasi digital secara konsisten, menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi, serta meningkatkan pengalaman pelanggan melalui solusi digital yang terintegrasi dan berfokus pada kebutuhan pengguna.Pemenang penghargaan Indonesia Popular CIO & CTO Awards 2026 telah melalui proses seleksi lebih dari 200 kandidat dengan kriteria sebagai CIO dengan nilai tertinggi di kategori sub-industrinya, serta mendapatkan nilai terbaik dari 4 parameter: popularity, competency, crisis leadership, dan personality. Selain itu, penghargaan Indonesia Popular Digital Products Award 2026 melakukan penilaian dengan tiga tahap, yakni focus group discussion (FGD), online quantitative survey, dan akumulasi penilaian dari tahap FGD dan online quantitative survey.#DigitalTransformation #Awards #CustomerExperience #Prodia
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.