Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
04 April 2023 jurnal
Netralisasi Antibodi SARS-CoV-2
-
04 April 2023 jurnal
Kumpulan Pemeriksaan Lab Bidang Onkologi
-
04 April 2023 jurnal
Manfaat Pemeriksaan untuk Bidang Obstetri dan Ginekologi
-
04 April 2023 artikel
Kolaborasi dengan Media, Prodia Ajak Masyarakat Cegah Diabetes Prematur pada Anak dan Remaja
JAKARTA, 28 Maret 2023 - Diabetes yang umumnya terjadi pada orang dewasa, saat ini menjadi salah satu risiko kesehatan yang patut diwaspadai karena dapat terjadi pada anak-anak dan remaja. Pasalnya, beberapa tahun belakangan ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan kasus diabetes mellitus tipe-1 (DM tipe-1) pada anak meningkat sebanyak 70 kali lipat sejak tahun 2010 hingga 2023.Peningkatan kasus ini tentunya memprihatinkan ditambah lagi dengan minimnya pemahaman terkait skrining, deteksi, pencegahan dini, dan penanganannya. Perlu diketahui terdapat dua kategori diabetes yang umumnya dijumpai, yaitu diabetes mellitus tipe 1 (DM tipe-1), diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe-2), dan tipe lain-lain. DM tipe-1 disebabkan genetik dan autoimun yang bisa terjadi pada anak karena salah satu atau kedua orang tua memiliki diabetes. Sedangkan, DM tipe-2 biasanya terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, berat badan yang berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik yang biasanya terdiagnosis pada usia pubertas atau lebih dewasa.Oleh karenanya, peran orang tua sangat penting dalam memerhatikan kondisi kesehatan anak dengan mendeteksi gejala diabetes yang paling umum seperti Poliuri (meningkatnya frekuensi buang air kecil dengan volume banyak); Polidipsi (lebih sering merasakan haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya), dan Polifagi (meningkatnya nafsu makan namun tidak disertai stamina). Walaupun diabetes bukan penyakit menular, namun penyakit ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi dan gangguan pada tubuh kembang anak.Menyadari permasalahan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk. (Kode Saham: PRDA) menyelenggarakan media workshop bertema “Cegah Diabetes Prematur pada Anak dan Remaja” untuk membagikan informasi terkait diabetes agar semakin banyak masyarakat teredukasi dan melakukan tindakan pencegahan diabetes prematur.Kegiatan ini dihadiri oleh Dewi Muliaty - Direktur Utama Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati - Direktur Business & Marketing Prodia, dr. Muhammad Fahrisal Arief - Plt. Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan NAPZA Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Prof. Aman B. Pulungan, MD, Ph.D, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) - Executive Director of International Pediatric Association, dan Matthew Justyn S.Si - Product Specialist Prodia.Dalam sambutannya, Dewi Muliaty menyampaikan “Seperti yang kita ketahui, diabetes biasanya terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas, namun beberapa tahun kebelakang ditemukan banyak kasus yang terjadi pada anak dan remaja, yaitu sedang dalam masa pertumbuhan, serta cenderung memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan tidak bernutrisi. Tentunya, kecenderungan peningkatan kasus ini menjadi kekhawatiran nasional sehingga edukasi berkala pencegahan diabetes prematur pada anak-anak dan remaja perlu dilakukan”.“Sebagai bentuk komitmen dan kontribusi dalam menjaga kesehatan nasional, kami berharap rekan media dapat turut membantu menyebarluaskan informasi pencegahan dan penanganan diabetes di masyarakat dari narasumber yang tepat”, sambungnya.Prof. Aman B. Pulungan mengatakan banyak orang tua tidak menyadari bahwa pemeriksaan kesehatan dibutuhkan untuk mencegah terjadinya risiko kesehatan anak termasuk diabetes. “Masih banyak orang tua yang belum sadar bahwa diabetes juga dapat menyerang anak-anak. Berdasarkan data global rata-rata usia anak yang terkena diabetes mellitus yaitu sekitar lima hingga sembilan tahun dan 10 hingga 14 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada usia di luar itu. Untuk menghindari risiko terburuk, gejalanya perlu dideteksi sejak dini”, jelasnya.Ia menambahkan bahwa pengelolaan diabetes pada anak dan remaja sebenarnya sudah lama digaungkan melalui langkah kontrol glikemik1 dan kontrol metabolik2, namun sayangnya jumlah tenaga ahli dan kesadaran masyarakat terkait diabetes mellitus masih tergolong rendah. “Jangan tunggu sakit dulu. Lebih pekalah mengenai kesehatan anak, periksakan kesehatan jika gejala seringan mungkin terjadi, serta sediakan lingkungan dan makanan sehat untuk anak. Perhatikan kandungan gula yang dikonsumsi, jangan melebihi anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” tandasnya.Indriyanti Rafi Sukmawati, Direktur Business & Marketing Prodia menyampaikan harapan agar kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya langkah preventif diabetes mellitus agar tidak terjadi pada anak-anak mereka. ”Media workshop ini adalah bentuk komitmen Prodia yang telah 50 tahun mengiringi masyarakat Indonesia melangkah lebih jauh mencapai tujuan kesehatan bagi diri dan keluarga,” tutupnya.***Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 276 outlet, termasuk di 75 kota dan kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre.Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi Mobile Prodia (Prodia Mobile Apps) yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Reskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182E-mail reskia.dwi@prodia.co.id
-
04 April 2023 document
2022 - Laporan Keberlanjutan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
24 Maret 2023 artikel
U by Prodia, Your Personal Health and Wellness Companion
Hai, Sahabat Prodia! PT Prodia Widyahusada Tbk. melalui anak usahanya yaitu, PT Prodia Digital Indonesia telah meluncurkan aplikasi terbaru untuk para sahabat Prodia, Dapatkan pengalaman terbaik dengan menggunakan aplikasi U by Prodia. Dapatkan aplikasi U by Prodia di Playstore (Android) dan App Store (iOS), atau bisa melalui link berikut https://onelink.to/4ygs2j Cara registrasi di U by Prodia: Unduh Aplikasi Unduh aplikasi U By Prodia yang tersedia di Playstore (Android) dan App Store (IOS).Pilih Bahasa Tersedia pilihan bahasa Indonesia dan English.Buat Akun Pilih tombol “Masuk” dan tab “Buat Akun”. Masukkan alamat email dan kata sandi. Masukkan alamat email yang sama dengan akun Prodia Mobile bagi yang sudah memiliki akun di Prodia Mobile.Verifikasi Email Kode OTP akan dikirimkan ke email untuk verifikasi.Verifikasi Nomor HPMasukkan nomor hp aktif dan kode OTP akan dikirimkan melalui SMS untuk verifikasi.Akun U by Prodia Siap Digunakan Anda siap menggunakan akun untuk memesan layanan pemeriksaan lab, health assessment, live chat dengan dokter, dan pembelian vitamin & suplemen. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Tel : (021) 1500 830 E-mail: support@prodiadigital.com
-
23 Maret 2023 document
2022 - Laporan Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
15 Maret 2023 artikel
Mengulas Faktor Resiko Inflamasi Pada Penyakit Jantung, Prodia Gelar Seminar Dokter di Jambi
JAMBI, 11 Maret 2023 - Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, PT Prodia Widyahusada Tbk bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan seminar dokter pada 50 kota di Indonesia. Seminar nasional ini bertujuan sebagai sarana pembaruan informasi dalam industri kesehatan dan merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan 50 tahun Prodia. Mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, serta pelaku industri kesehatan dengan selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan kesehatan setiap individu. Di tahun 2023 ini, Prodia juga berharap untuk dapat terus mengiringi para mitra dan dokter untuk dapat melangkah lebih jauh dalam meningkatkan dan mengembangkan mutu layanan kesehatan dan pengobatan. Berlokasi di Aston Jambi Hotel & Conference, kegiatan ini berlangsung tanggal 11 Maret 2023 secara luring bersama 50 peserta dokter yang diikuti oleh Dokter Umum, Dokter Internis, dan Dokter Patologi Klinik.Dengan tema “Systemic Inflammation as a Cardiovascular Disease Risk Factor”, seminar ini memberikan informasi terkini mengenai inflamasi sistemik sebagai faktor resiko penyakit kardiovaskular. Sebagai narasumber dr. Mohd. Ryan Ramadhan, Sp.JP,FIHA akan membahas mengenai Systemic Inflammation as a Cardiovascular Disease Risk Factor dan Marissa Arifin,M.Kes, Regional Head Sumatera Region dari Prodia akan memaparkan mengenai PULS Cardiac Marker: For endothelial damage and ACS risk prediction. Dalam webinar ini, Mohd. Ryan Ramadhan, Sp.JP,FIHA mengatakan “Sangat penting melihat biomarker inflamasi sebagai faktor-faktor resiko penyakit kardiovaskular.”Disebutkan juga bahwa berdasarkan data WHO 2015, dari 17 juta orang yang meninggal, terdapat 8.7 juta orang meninggal yang disebabkan oleh penyakit Coronary Artery Disease (CAD). Dan di Indonesia sendiri terjadi sekitar 0.19 - 0.5% untuk kematian dikarenakan CAD.Marissa Arifin juga turut memaparkan “Prodia memiliki pemeriksaan PULS Cardiac Marker, dimana pemeriksaan ini melihat 13 jenis Protein sebagai penanda resiko Acute Coronary Syndrome (ACS) atau serangan jantung. Pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi terkait prediksi resiko terkena serangan jantung dalam waktu 5 tahun kedepan dan usia jantung akan diinformasikan di hasil pemeriksaan PULS” Melalui seminar ini, diharapkan dokter yang hadir dapat memahami informasi peranan pemeriksaan PULS Cardiac Marker, serta penegakan diagnosis dan tata laksana yang lebih dini agar pencegahan dan penanganan penyakit jantung dapat dilakukan lebih baik. Seminar ini berjalan dengan sukses dan interaktif, serta menjadi media diskusi dan berbagi pengalaman bagi para dokter. Selain seminar hari ini, Prodia juga akan memfasilitasi seminar di kota-kota lain dengan topik tematik kesehatan lainnya untuk membuka ruang pengembangan bagi para dokter. *****Tentang PT Prodia Widyahusada TbkLaboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 276 outlet, termasuk di 75 kota dan kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre. Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi Mobile Prodia (Prodia Mobile Apps) yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Reskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182E-mail reskia.dwi@prodia.co.id
-
15 Maret 2023 artikel
Prodia Ajak Masyarakat Jambi Mengenal Penyakit Jantung Akut
KOTA JAMBI, 12 Maret 2023 - Memasuki usia 50 Tahun, PT Prodia Widyahusada Tbk akan menggelar serangkaian kegiatan sepanjang tahun 2023. Dengan mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk menonjolkan eksistensi Prodia sebagai mitra kesehatan terpercaya masyarakat agar terus sehat dan dapat melangkah lebih jauh bersama Prodia. Prodia telah membuktikan eksistensinya sebagai pelopor layanan kesehatan dengan jejaring layanan terluas dan terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, Prodia telah memiliki 276 cabang yang tersebar di 75 kota dan 79 kabupaten di seluruh Indonesia. Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dengan memfasilitasi seminar nasional yang akan diadakan pada 50 kota di Indonesia untuk menghadirkan narasumber sesuai topik tematik yang akan dibahas.Seminar nasional ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi Prodia mengajak pelanggan dan masyarakat umum untuk secara aktif berpartisipasi dalam menjaga kesehatan dan mengenal kondisi tubuh sendiri untuk dapat mengambil keputusan mengenai kesehatan mereka dengan Prodia yang siap mengiringi langkah masyarakat Indonesia untuk #MelangkahLebihJauh dan menjadi Personal and Precise Partner. Kota Jambi menjadi kota ketiga seminar nasional Prodia bertema “Mengenal Penyakit Jantung Akut?”. Narasumber dalam seminar kali ini adalah dr. Hiratna, Sp.PK dan Putra Firdaus, ST. Bertempat di Aston Jambi Hotel & Conference, seminar nasional yang turut didukung oleh Roche Diagnostics Indonesia dan Illumina ini mengundang 130 peserta umum offline pada tanggal 12 Maret 2023. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai informasi penyakit jantung, peserta juga berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan gratis kolesterol total, trigliserida, SGPT (hati), kreatinin (ginjal) dan gula darah.Dalam kesempatan ini dr. Hiratna, SpPK menjelaskan “Penyakit kardiovaskular masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia, karena gejalanya mungkin sulit dideteksi dan prosesnya begitu cepat.”Dijelaskan juga bahwa pencegahan dari dini sangat penting dalam menjaga Kesehatan jantung, termasuk melakukan gaya hidup seimbang dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Putra Firdaus menambahkan “Laboratorium Klinik Prodia juga menyediakan pemeriksaan pemeriksaan yang cukup lengkap terkait fungsi jantung, seperti EKG, Treadmill, hsCRP, PULS dan lainnya. Dan Laboratorium Klinik Prodia juga sudah mengerjakan pemeriksaan prediksi resiko penyakit Jantung berbasis Genomic yaitu VASCUlarisk, dengan keunggulan menggunakan basis populasi Indonesia, sehingga hasil yang diberikan lebih relevan dan konfrehensif” Acara ini mendapatkan kesan positif dari peserta, hal ini dibuktikan dengan antusias peserta yang memberikan pertanyaan dan diskusi yang berlangsung interaktif. *****Tentang PT Prodia Widyahusada TbkLaboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 276 outlet, termasuk di 75 kota dan kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre. Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi Mobile Prodia (Prodia Mobile Apps) yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Reskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182E-mail reskia.dwi@prodia.co.id
-
15 Maret 2023 artikel
Kenali dan Deteksi secara Dini Penyakit Jantung Sang “Silent Killer”
SURABAYA, 11 Maret 2023 - Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, PT Prodia Widyahusada Tbk bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan seminar dokter pada 50 kota di Indonesia. Seminar nasional ini bertujuan sebagai sarana pembaruan informasi dalam industri kesehatan dan merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan 50 tahun Prodia. Mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, serta pelaku industri kesehatan dengan selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan kesehatan setiap individu. Di tahun 2023 ini, Prodia juga berharap untuk dapat terus mengiringi para mitra dan dokter untuk dapat melangkah lebih jauh dalam meningkatkan dan mengembangkan mutu layanan kesehatan dan pengobatan. Bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia cabang Surabaya, seminar nasional ini berlokasi di Auditorium Grha Prodia Surabaya, kegiatan ini berlangsung tanggal 11 Maret 2023 dengan format hybrid bersama 50 peserta dokter baik secara offline maupun online yang diikuti oleh Dokter Umum, Dokter Internis, Dokter Jantung, dan Dokter Patologi Klinik. Dengan tema “Prediction of Acute Coronary Syndrome based on Endothelial Damage”, webinar ini memberikan informasi terkini mengenai tes prediktif untuk serangan jantung akibat terkoyaknya plak dalam 5 tahun ke depan berdasarkan protein serum cardiac marker. Sebagai narasumber dr. Saskia Dyah Handari SpJP, (K), FESC, FAsCC, FASE, FIHA akan membahas mengenai Prediction of Acute Coronary Syndrome based on Endothelial Damage dan Matthew Justyn, S.Si, Product Specialist dari Prodia akan memaparkan mengenai Laboratory Aspect of Prodia PULS Cardiac Marker. Dalam webinar ini, dr. Saskia mengatakan “Penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit jantung iskemik, atau penyakit arteri koroner adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat plak aterosklerosis. American College of Cardiology Foundation dan American Heart Association (ACCF/AHA) merekomendasikan stratifikasi risiko PJK berdasarkan karakteristik klinis seperti Skor Risiko Framingham untuk menghitung risiko 10-tahun ke depan untuk individu. Namun model faktor risiko tersebut dikenal tidak akurat, terutama di kelompok risiko menengah. Kenyataannya, banyak kejadian PJK terjadi pada individu yang diklasifikasikan sebagai risiko menengah.”Disebutkan juga Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Lebih dari separuh individu yang hanya memiliki satu atau bahkan tidak ada faktor risiko tradisional untuk PJK, ternyata masih menderita kejadian jantung parah seperti infark miokard atau angina tidak stabil. Hal ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa diperlukan cara yang lebih efektif untuk mengidentifikasi subklinis penyakit kardiovaskular.“Hasil pemeriksaan Prodia PULS Cardiac Marker berupa skor yang mengklasifikasi seseorang kedalam 3 kelompok risiko yaitu normal, borderline, dan elevated. Hal ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan upaya pencegahan.” Tambahnya.Matthew Justyn juga turut memaparkan “Prodia menyediakan pemeriksaan Prodia PULS Cardiac Marker, sebuah pemeriksaan untuk memprediksi risiko serangan jantung selama 5 tahun kedepan. Prodia PULS Cardiac Marker menganalisis 7 biomarker yang terlibat dalam proses kerusakan endotel dan pembentukan plak yang tidak stabil. Biomarker tersebut adalah IL-16, Eotaxin, CTAX, MCP-3, FAS ligand, sFAS, HGF.” Melalui seminar ini, diharapkan dokter yang hadir dapat memahami informasi peranan pemeriksaan Prodia PULS Cardiac Marker untuk memprediksi risiko serangan jantung selama 5 tahun kedepan, serta upaya pencegahan penyakit jantung yang efektif yang pada akhirnya dapat menurunkan mortalitas maupun morbiditas penyakit jantung sesuai dengan target penurun burden penyakit ini oleh WHF yaitu 25% pada tahun 2025. Seminar ini juga diharapkan untuk menambah informasi dan update terhadap pemeriksaan jantung yang sudah semakin lengkap tersedia di Prodia. Seminar ini berjalan dengan sukses dan interaktif, serta menjadi media diskusi dan berbagi pengalaman bagi para dokter. Selain seminar hari ini, Prodia juga akan memfasilitasi seminar di kota-kota lain dengan topik tematik kesehatan lainnya untuk membuka ruang pengembangan bagi para dokter. *****Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 276 outlet, termasuk di 75 kota dan kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre. Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi Mobile Prodia (Prodia Mobile Apps) yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Reskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182E-mail reskia.dwi@prodia.co.id
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.