Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
13 Maret 2023 promo
Buat Perjalanan Kehamilan Anda dengan Nyaman
Free Panel Kehamilan TM II untuk setiap pemeriksaan Prosafe NIPT
-
10 Maret 2023 artikel
Signing Ceremony Kerjasama Prodia dan Perempuan Indonesia Maju
Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, Prodia melakukan kerja sama penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama komunitas Perempuan Indonesia Maju (PIM). Komunitas Peremuan Indonesia Maju (PIM) menjadi salah satu komunitas terdepan dalam pemberdayaan Perempuan dan merupakan organisasi nirlaba yang memiliki tujuan untuk memberikan edukasi dan membantu mewujudkan perempuan Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama dan bisa sejajar dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Disisi lain, dalam menghadapi tantangan global dan dinamika dunia serta terus memiliki konsisten untuk memberdayakan perempuan Indonesia.Kerja sama ini merupakan bentuk upaya bersama memajukan dan menyehatkan perempuan Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Prodia Women’s Health Center sebagai wujud dari komitmen layanan sepenuh hati Prodia bagi Perempuan Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Perempuan Indinesia Maju (PIM) Ibu Lana Koentjoro dan Ibu Dwi Yuniati Daulay selaku AVP Account Prodia.PIM dan Prodia meyakini bahwa dalam melakukan pengelolan kesehatan secara menyeluruh bagi Perempuan Indonesia diperlukan kolaborasi dan kerjasama tanpa henti. Bentuk Kerjasama ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan serta komitmen Prodia dan Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang bersama siap #MelangkahLebihJauh mengiringi perjalanan kesehatan Perempuan Indonesia dan keluarga dengan menjadi Personal and Precise Partner. "Saat ini kanker payudara menempati urutan teratas tingkat kematian kaum hawa, lalu diurutan kedua kanker serviks (kanker leher rahim), bagaimana pun juga perempuan harus lebih mengerti keadaan akan dirinya sendiri khususnya untuk kesehatan. Dengan adanya kerjasama ini kesehatan perempuan lebih diperhatikan lagi melalui kegiatan edukasi, dan sosialisasi kesehatan." kata Lana T.Koentjoro.Dwi Yuniati Daulay AVP Marketing & Account Prodia menambahkan pihaknya bergerak dalam bisnis Klinik khusus anak dan wanita. Menurutnya wanita memiliki sangat peran penting di dalam keluarga. "Kalau wanita Indonesia sehat keluarga sehat generasi penerus bangsa juga sehat,"ungkapnya.Nantinya MoU ini akan dikirim ke daerah-daerah untuk kegiatan lokal dengan harapan semakin banyak kegiatan pemberdayaan dan kesehatan bagi perempuan Indonesia.
-
10 Maret 2023 promo
Badan Fit, Siap Sambut Ramadan!
Hemat 20%* Panel ProHealthy Ramadan & penawaran spesial lainnya.
-
10 Maret 2023 promo
Jaga Diri dari Obesitas
Hemat 20%* Panel Lemak, Winhealth & Pemantauan Prediabetes.
-
08 Maret 2023 artikel
Aplikasi Kesehatan “U by Prodia” Dukung Kesiapan Prodia sebagai Penyedia Layanan Kesehatan Generasi Baru
Berlokasi di Silk Bistro, Menteng, tanggal 7 Maret 2023, PT Prodia Digital Indonesia resmi luncurkan aplikasi kesehatan “U by Prodia”.Sebagai anak perusahaan PT Prodia Widyahusada, Tbk, PT Prodia Digital Indonesia menghadirkan aplikasi U by Prodia untuk memperkuat posisi Prodia sebagai “Next Generation Healthcare Provider”. Teknologi digital untuk meningkatkan layanan kesehatan yang lebih personal, akurat, dan presisi bagi pelanggan.“Kita (Prodia) mau menjadi next generation medicine, yang bisa personalize medicine. Itu sebabnya kita bikin PT Prodia StemCell Indonesia, dan kini PT Prodia Digital Indonesia yang akan launching aplikasi U by Prodia,” terang Andi Widjaja, Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk sekaligus salah satu pendiri Prodia dalam sambutannya.Dewi Muliaty, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk sekaligus Komisaris PT Prodia Digital Indonesia menambahkan, “Aplikasi U by Prodia adalah satu bukti komitmen dan keseriusan kami untuk dapat meningkatkan pengalaman pelanggan bersama Prodia, serta memberikan manfaat akses layanan kesehatan yang lebih lengkap dan menyeluruh.”Berbeda dari aplikasi pendahulunya, Prodia Mobile, U by Prodia dicanangkan sebagai one stop solution. Tidak hanya menghadirkan layanan pemeriksaan laboratorium, U by Prodia juga didesain untuk menjadi solusi berbagai kebutuhan kesehatan pengguna.Sambutan Rudy Cahyadi, Direktur PT Prodia Digital Indonesia“Kebutuhan kesehatan setiap orang itu berbeda, dan spesifik.” buka Rudy Cahyadi, Direktur PT Prodia Digital Indonesia dalam sambutannya. Karena kebutuhan yang unik ini, U by Prodia hadir untuk jadi personal asisstant kesehatan dengan berbagai rekomendasi spesifik untuk setiap pengguna."Data kesehatan pribadi serta laman kuesioner yang diisi oleh pengguna, akan menjadi acuan sistem untuk membaca dan menentukan implementasi pola hidup sehat yang tepat dan selaras dengan profil kesehatan pengguna.” lanjut Rudy Cahyadi.Peluncuran aplikasi U by Prodia ditandai dengan pemencetan tombol oleh Andi Widjaja, Dewi Muliaty, dan Rudy Cahyadi. Setelah proses peluncuran selesai, Christian Christopher selaku Assistant Vice President Product PT Prodia Digital Indonesia memimpin sesi demo produk.Demo Produk oleh Christian Christopher, AVP Product PT Prodia Digital IndonesiaTerdapat enam fitur unggulan pada aplikasi U by Prodia. Ada fitur Health Score (mengecek profil kesehatan dan pemberian rekomendasi kesehatan), Lab Test, Chat with Doctor, Home Service (layanan kesehatan ke rumah), Health Shop (pembelian vitamin dan suplemen), dan Patient Onboarding Survey (survey profil pasien, riwayat kesehatan, dan pola hidup).Fitur-fitur ini disiapkan di dalam aplikasi dan didesain untuk dapat membantu pengguna memantau kesehatan organ vital tubuh serta meningkatkan kualitas hidup.Acara peluncuran aplikasi U by Prodia ini juga disertai dengan pemaparan informasi kesehatan dan wellness oleh dr. Eva Kurniawati, M. Gizi, Sp. GK. Dokter Eva menekankan tentang tingginya risiko penyakit kronis yang justru dipengaruhi hal-hal yang sebenarnya bisa kita kendalikan. Hal tersebut meliputi pola hidup sehat yang perlu diterapkan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Membantu beralih ke pola hidup yang lebih sehat, serta membantu pengguna mendapatkan rekomendasi pemeriksaan kesehatan yang akurat adalah salah satu fungsi hadirnya aplikasi U by Prodia.“Sebagaimana setiap manusia adalah unik, di situlah U by Prodia hadir untuk memenuhi kebutuhan kesehatan setiap orang yang juga unik,” tutup Rudy Cahyadi.Aplikasi U by Prodia kini sudah bisa diunduh melalui Google Play Store dan App Store. Setelah melakukan registrasi akun, pengguna akan melihat opsi untuk mengambil penilaian Health Score di laman utama dengan mengisi beberapa survey singkat.Selain fitur Health Score pengguna juga dapat mengakses fitur-fitur kesehatan lain yang tentunya akan terus dikembangkan di masa depan.
-
04 Maret 2023 artikel
Edukasi Deteksi Dini Penurunan Fungsi Ginjal, Prodia Gelar Seminar Nasional di Padang
PADANG, 26 FEBRUARI 2023 - Memasuki usia 50 Tahun, PT Prodia Widyahusada Tbk akan menggelar serangkaian kegiatan sepanjang tahun 2023. Dengan mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk menonjolkan eksistensi Prodia sebagai mitra kesehatan terpercaya masyarakat agar terus sehat dan dapat melangkah lebih jauh bersama Prodia. Prodia telah membuktikan eksistensinya sebagai pelopor layanan kesehatan dengan jejaring layanan terluas dan terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, Prodia telah memiliki 276 cabang yang tersebar di 75 kota dan 79 kabupaten di seluruh Indonesia. Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dengan memfasilitasi seminar nasional yang akan diadakan pada 50 kota di Indonesia untuk menghadirkan narasumber sesuai topik tematik yang akan dibahas. Seminar nasional ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi Prodia mengajak pelanggan dan masyarakat umum untuk secara aktif berpartisipasi dalam menjaga kesehatan dan mengenal kondisi tubuh sendiri untuk dapat mengambil keputusan mengenai kesehatan mereka dengan Prodia yang siap mengiringi langkah masyarakat Indonesia untuk #MelangkahLebihJauh dan menjadi Personal and Precise Partner. Kota Padang menjadi tuan rumah seminar nasional Prodia bertema “Cystatin C untuk Deteksi Dini Penurunan Fungsi Ginjal”. Narasumber dalam seminar kali ini adalah dr. Drajad Priyono, SpPD-KGH dan Matthew Justin sebagai Product Specialist Prodia.Bertempat di Hotel Santika Premiere, Seminar Nasional ini mengundang 170 peserta umum offline pada tanggal 26 Februari 2023. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai fungsi ginjal, peserta juga berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan gratis kolesterol total, trigliserida, SGPT (hati), kreatinin (ginjal) dan gula darah.Dalam kesempatan ini dr. Drajad Priyono SpPD-KGH menjelaskan “Defenisi penyakit Ginjal Kronik (PGK) mengenai organ ginjal timbul akibat berbagai faktor, biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun.”Dijelaskan juga bahwa gejala Penyakit Ginjal Kronik (PGK) antara lain kehilangan nafsu makan, sakit kepala, tidak dapat berkonsentrasi, gatal-gatal, dada sesak, mual muntah serta bengkak terutama pada kaki dan pegelangan kaki. Melalui pemaparannya, dr Drajad Priyono, SpPD-KGH berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mengenali gejala Penyakit Ginjal Kronik ini, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika gejala mulai terdeteksi. Selain itu, Prodia juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai beberapa risiko gangguan pada ginjal yang mungkin terjadi, seperti Tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari serta adanya darah dalam urine. Bagi Anda yang sudah mengetahui atau mendeteksi gejala gangguan Penyakit Ginjal Kronik ini, sangat penting untuk menjalankan pola hidup sehat dilengkapi dengan olahraga, menjaga berat badan ideal. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol harus dihentikan, serta rutin konsultasi dan mengonsumsi obat-obatan jika dokter meresepkan. Matthew Justin menambahkan deteksi dini merupakan cara yang paling ampuh dan bersifat preventif untuk gagal ginjal. Apalagi di Indonesia cuci darah seumur hidup dan transplantasi ginjal masih tergolong mahal. Caranya dengan melakukan pemeriksaan laboratorium seperti melakukan pemeriksaan LFG untuk mengetahui jika terjadi penurunan fungsi ginjal dan melakukan pemeriksaan albumin urine untuk mengetahui jika terjadi kebocoran. Studi-studi epidemiologi menemukan bahwa Cystatin C merupakan prediktor LFG yang lebih baik dari kreatinin, Kerugian utama menggunakan Kreatinin untuk menyaring gangguan ginjal adalah bahwa hingga 50% fungsi ginjal dapat hilang sebelum kadar Kreatinin yang signifikan dapat dideteksi karena Kreatinin tidak sensitif terhadap perubahan kecil pada GFR.Adapun poin penting, Apakah dengan periksa Cystatin C akan mendapatkan nilai Laju Filtrasi Glomerulus? Ya. Karna pemeriksaan cystatin C dapat menjadi alternatif dalam melakukan skrining penurunan fungsi ginjal. Acara ini mendapatkan kesan positif dari peserta, hal ini dibuktikan dengan antusias peserta yang memberikan pertanyaan dan diskusi yang berlangsung interaktif. Klik di sini untuk info jadwal lengkap seminar nasional pada 50 kota di Indonesia.
-
04 Maret 2023 artikel
Mengenal Penyakit Autoimun, Prodia Gelar Seminar Nasional di Sukabumi
KOTA SUKABUMI, 25 Februari 2023 - Memasuki usia 50 Tahun, PT Prodia Widyahusada Tbk akan menggelar serangkaian kegiatan sepanjang tahun 2023. Dengan mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk menonjolkan eksistensi Prodia sebagai mitra kesehatan terpercaya masyarakat agar terus sehat dan dapat melangkah lebih jauh bersama Prodia.Prodia telah membuktikan eksistensinya sebagai pelopor layanan kesehatan dengan jejaring layanan terluas dan terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, Prodia telah memiliki 276 cabang yang tersebar di 75 kota dan 79 kabupaten di seluruh Indonesia. Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dengan memfasilitasi seminar nasional yang akan diadakan pada 50 kota di Indonesia untuk menghadirkan narasumber sesuai topik tematik yang akan dibahas.Seminar nasional ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi Prodia mengajak pelanggan dan masyarakat umum untuk secara aktif berpartisipasi dalam menjaga kesehatan dan mengenal kondisi tubuh sendiri untuk dapat mengambil keputusan mengenai kesehatan mereka dengan Prodia yang siap mengiringi langkah masyarakat Indonesia untuk #MelangkahLebihJauh dan menjadi Personal and Precise Partner.Kota Sukabumi menjadi kota kedua seminar nasional Prodia bertema “Mengenal Penyakit Autoimun, Apa Saja Bahayanya?”. Narasumber dalam seminar kali ini adalah dr. Affan Ahmadi, Sp.PD, M.Kes, FINASIM dan Riska Widyasari, S.Si.Bertempat di Sunda Rasa Resto Sukabumi, seminar nasional yang turut didukung oleh Roche Diagnostics Indonesia, Illumina dan PT. Saba Indomedika ini mengundang 100 peserta umum offline pada tanggal 25 Februari 2023. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit autoimun, peserta juga berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan gratis kolesterol total, trigliserida, SGPT (hati), kreatinin (ginjal) dan gula darah.Dalam kesempatan ini dr. Affan Ahmadi menjelaskan “Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut.”Dijelaskan juga bahwa Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang sering kita dengan sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupu yang memiliki angka kejadian mencapai 0,5% dari total penduduk.Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria.Melalui pemaparannya, dr. Affan Ahmadi menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar penyakit autoimun agar dapat melakukan tindak pencegahan sejak dini. "Autoimun menjadi penyakit yang memang belum diketahui pasti penyebabnya, selain dari genetik itu sendiri. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata defisiensi vitamin D menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit ini dan saya rasa masyarakat belum banyak yang tahu tentang ini. Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar autoimun ini. Mulai dari faktor risiko, bagaimana pencegahannya, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis. Selain itu, Prodia juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai beberapa gejala autoimun yang mungkin terjadi dan menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ketika menemukan gejala tersebut.Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Riska Widyasari mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. Selain pemeriksaan lab untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun. "Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagi individu yang bergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh." terangnya.Acara ini mendapatkan kesan positif dari peserta, hal ini dibuktikan dengan antusias peserta yang memberikan pertanyaan dan diskusi yang berlangsung interaktif.Klik di sini untuk info jadwal lengkap seminar nasional pada 50 kota di Indonesia.
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.