Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
13 Maret 2026 artikel
Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun di 2025, Perkuat Layanan Precision Medicine dan Ekspansi Specialty Clinic di 2026
Jakarta, 12 Maret 2026 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA), pelopor laboratorium klinik di Indonesia, mengumumkan hasil kinerja keuangan untuk tahun penuh 2025 yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun, mengalami kenaikan sebesar 1,31% YoY yang didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen rutin dan esoterik. Hal ini mencerminkan ketahanan kinerja di tengah dinamika industri layanan kesehatan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen pemeriksaan rutin yang tetap menjadi tulang punggung bisnis, serta peningkatan permintaan pada layanan esoterik yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kenaikan ini juga menunjukkan keberhasilan strategi Perseroan dalam menjaga loyalitas pelanggan serta memperluas penetrasi pasar. Di sisi lain, Beban Pokok Penjualan (COGS) tercatat Rp949 miliar, meningkat 5,42% YoY, seiring dengan peningkatan volume tes dan ekspansi layanan di berbagai wilayah. Peningkatan biaya ini turut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan medis, reagen, serta investasi pada kualitas layanan dan teknologi diagnostik. Hal ini berdampak pada Laba Kotor yang tercatat turun tipis 1,43% YoY, menjadi Rp1,33 triliun. Meski demikian, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas operasional dengan mencatatkan Laba Usaha (EBIT) sebesar Rp225 miliar dan Laba Sebelum Pajak (EBT) tercatat Rp264 miliar. Hal ini menunjukkan efektivitas pengendalian biaya operasional di luar COGS serta disiplin dalam manajemen beban usaha. Dengan Beban Pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp58 miliar, Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp207 miliar. Hal ini mencerminkan fundamental bisnis yang tetap solid dan berkelanjutan. Dari sisi posisi keuangan, total aset tercatat Rp2,70 triliun, menunjukkan kapasitas sumber daya yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Struktur permodalan Perseroan juga mencerminkan perusahaan yang sehat, dengan Total Liabilitas sebesar Rp302 miliar dan Total Ekuitas tercatat Rp2,39 triliun. Hal ini mencerminkan tingkat leverage yang rendah dan fleksibilitas keuangan yang tinggi. Di samping itu, Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi tercatat Rp424 miliar, menunjukkan aliran kas yang sehat dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan inti bisnisnya secara konsisten. Secara keseluruhan, aktivitas investasi Perseroan memberikan kas sebesar Rp55 miliar. Perseroan terus berupaya melakukan pengelolaan portofolio investasi yang optimal. Perseroan merealisasikan Belanja Modal (Capex) lebih dari Rp165 miliar pada tahun 2025, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur, modernisasi peralatan laboratorium, serta inovasi layanan digital. Investasi ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung strategi ekspansi yang berkelanjutan di masa mendatang. Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menyampaikan, “Pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan. Memasuki tahun 2026, Prodia akan semakin memperkuat pengembangan precision medicine-nya melalui ekspansi specialty clinic di bidang Stem Cell, Autoimmune, dan Longevity, serta penguatan ekosistem digital—U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal—untuk meningkatkan engagement pelanggan sekaligus menghadirkan akses layanan yang lebih terintegrasi dan seamless. Di saat yang sama, Prodia juga memprioritaskan pengembangan pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass Spectrometry Technology yang didukung Clinical Decision Support (CDS), sebagai upaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan kapabilitas dan infrastruktur laboratorium diagnostik yang komprehensif serta pengalaman panjang dalam pengujian diagnostik, Prodia berada pada posisi yang kuat untuk memimpin pengembangan layanan berbasis precision medicine di Indonesia, melalui integrasi optimal antara layanan klinik dan pemeriksaan diagnostik yang relevan dengan kebutuhan klinis masyarakat yang terus berkembang,” imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menegaskan bahwa kinerja keuangan yang solid menjadi pondasi utama dalam mendukung agenda ekspansi Perseroan. “Sepanjang tahun 2025, Prodia menjaga profitabilitas dan arus kas tetap solid melalui pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta melakukan pengelolaan biaya yang produktif, didukung struktur permodalan yang tetap sehat. Memasuki tahun 2026, kami akan fokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan layanan diagnostik klinis yang semakin komprehensif. Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin. Ekspansi jaringan dilakukan secara selektif dan terukur guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang,” ujarnya. Sepanjang tahun 2025, Prodia juga mencatatkan sejumlah pencapaian yang mencerminkan kinerja Perseroan yang solid. Perseroan berhasil memperoleh lebih dari 888 ribu pelanggan baru, dengan total lebih dari 20 juta tes yang telah dilakukan sepanjang tahun. Kinerja kanal digital melalui U by Prodia menunjukkan akselerasi yang signifikan, dengan lebih dari 2,9 juta downloader (tumbuh 70% YoY) dan peningkatan total nilai transaksi (transaction value) sebesar 37%, sementara rata-rata Monthly Active User (MAU) mencapai 94%. Selain itu, jumlah kunjungan ke layanan Perseroan melebihi 2,79 juta kunjungan, mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan kesehatan yang disediakan. Ekspansi jaringan menjadi salah satu fokus utama Perseroan sepanjang tahun 2025, dengan penambahan 1 Lab Medis, 2 Genomic Site, dan 71 POC. Dengan demikian, per akhir 2025, Perseroan telah memiliki 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, serta memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste. Dalam aspek ESG, Prodia berhasil mengurangi emisi karbon lebih dari 5% YoY, dengan 70% pengguna memanfaatkan layanan pemeriksaan online melalui U by Prodia. Perseroan juga menjalankan program CSR nasional pemeriksaan demensia gratis, yang menjangkau hampir 30.000 peserta, serta di awal 2025 tercatat dalam ESG Quality 45 IDX KEHATI dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI, semakin mempertegas komitmen Prodia terhadap prinsip-prinsip ESG di seluruh lini bisnisnya. Melihat pencapaian positif tahun 2025, Prodia akan terus memperkuat strategi pertumbuhan pada 2026 melalui optimalisasi ekosistem digital terintegrasi, perluasan jaringan specialty clinic, serta inovasi berkelanjutan di bidang pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks. Perseroan juga akan mengakselerasi pengembangan tes laboratorium untuk mendukung penerapan precision medicine di Indonesia, sejalan dengan arah transformasi layanan kesehatan yang terus didorong pemerintah. Dengan kapabilitas laboratorium yang komprehensif serta pengalaman dalam menangani pemeriksaan diagnostik yang advanced, Prodia meyakini memiliki keunggulan dalam mendukung pengembangan specialty clinic sekaligus pengembangan tes precision medicine dibandingkan penyedia layanan diagnostik lainnya. Di saat yang sama, Perseroan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kolaborasi strategis, serta menjadikan prinsip ESG sebagai fondasi dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. #Prodia #LaporanKeuangan #Kinerja #PRDA #Sustainability ******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk. Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA, beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 31 Desember 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 402 outlet, di 81 kota, 113 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi: Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id Mella Melia Investor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email investor.relation@prodia.co.id
-
09 Maret 2026 promo
Tes NIPT di Prodia: Deteksi Risiko Down Syndrome Sejak Hamil 10 Minggu
Kenali risiko kelainan kromosom sejak hamil 10 minggu dengan tes NIPT yang aman bagi janin. Harga mulai Rp6 juta.
-
27 Februari 2026 promo
Sering Minum Manis? Ginjal Bisa Terbebani Tanpa Disadari
Waspada risiko gangguan ginjal tanpa gejala. Cek fungsi ginjal mulai Rp 1.199.000,- di Prodia.
-
26 Februari 2026 artikel
Prodia Raih Dua Penghargaan Bergengsi atas Konsistensi Transformasi Digital
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) bersama anak usahanya, PT Prodia Digital Indonesia (PRDI) berhasil meraih penghargaan dalam rangkaian acara tahunan Digital Day 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics bersama Axia Research. Penghargaan tersebut meliputi Indonesia Popular CIO & CTO Awards 2026 yang diberikan kepada Andri Hidayat selaku Digital Service Transformation & IT Director Prodia, serta Indonesia Popular Digital Products Award 2026 untuk aplikasi U by Prodia. Kedua penghargaan ini mencerminkan komitmen Prodia dalam mempercepat transformasi digital secara konsisten, menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi, serta meningkatkan pengalaman pelanggan melalui solusi digital yang terintegrasi dan berfokus pada kebutuhan pengguna.Pemenang penghargaan Indonesia Popular CIO & CTO Awards 2026 telah melalui proses seleksi lebih dari 200 kandidat dengan kriteria sebagai CIO dengan nilai tertinggi di kategori sub-industrinya, serta mendapatkan nilai terbaik dari 4 parameter: popularity, competency, crisis leadership, dan personality. Selain itu, penghargaan Indonesia Popular Digital Products Award 2026 melakukan penilaian dengan tiga tahap, yakni focus group discussion (FGD), online quantitative survey, dan akumulasi penilaian dari tahap FGD dan online quantitative survey.#DigitalTransformation #Awards #CustomerExperience #Prodia
-
13 Februari 2026 promo
Love Language-mu Bisa Dimulai dari Pemeriksaan Medis
Promo PACUAN (Paket Cinta & Cuan) diskon hingga 25%. Berlaku 12–20 Februari 2026
-
11 Februari 2026 artikel
Permudah Akses Produk Kesehatan Resmi dan Terpercaya, U by Prodia Hadirkan Fitur Marketplace Health Shop Terbaru
Jakarta, 6 Februari 2026 — PT Prodia Digital Indonesia, anak perusahaan PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA), terus memperkuat transformasi layanan kesehatan digital dengan menghadirkan fitur marketplace kesehatan Health Shop versi terbaru yang kini dapat diakses langsung melalui aplikasi U by Prodia. Sebagai one stop health solution app, peluncuran fitur ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Prodia dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin praktis, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup modern.Dalam konteks tersebut, Health Shop hadir sebagai penguatan layanan yang tidak hanya memperluas akses terhadap produk kesehatan, tetapi juga menjawab tantangan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya keraguan terhadap keaslian dan keamanan produk kesehatan di pasaran bebas. Seluruh produk yang tersedia telah melalui proses kurasi oleh tenaga medis dan berkolaborasi dengan mitra terpercaya, termasuk GoApotik yang memiliki lebih dari 6.000 mitra apotek di seluruh Indonesia untuk memastikan keaslian produk, ketersediaan layanan, dan pengalaman berbelanja yang aman dan terpercaya. Melalui Health Shop, pengguna dapat memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan—mulai dari obat, vitamin, suplemen, hingga produk dan alat kesehatan—termasuk kemudahan tebus resep obat secara praktis, aman, dan terintegrasi hanya dalam satu aplikasi, U by Prodia. Selain itu, integrasi fitur konsultasi dokter melalui chat gratis membantu pengguna mendapatkan saran medis yang tepat, termasuk resep sesuai rekomendasi dokter sehingga menjadikan Health Shop lebih lengkap dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara terjangkau dan berkualitas.Sejalan dengan pengembangan fitur ini, manajemen PT Prodia Digital Indonesia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan digital yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kepercayaan pengguna. Direktur Utama PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa kehadiran Health Shop merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendampingi pengguna dalam pengelolaan kesehatan sehari-hari. “Melalui Health Shop, kami ingin menghadirkan kemudahan dan kenyamanan pengguna dalam memenuhi kebutuhan kesehatan sehari-hari secara terintegrasi dalam satu platform yang aman dan terpercaya. Health Shop merupakan wujud dedikasi U by Prodia dalam menjadi mitra kesehatan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kesehatan secara menyeluruh. U by Prodia tidak hanya menjadi aplikasi layanan kesehatan, tetapi juga wellness partner yang mendampingi pengguna dalam setiap tahap perjalanan kesehatannya, sejalan dengan visi Prodia dalam mewujudkan Personalized and Precise Medicine,” ujar Liana.Prodia terus memperkuat ekosistem kesehatan digital dengan mengintegrasikan Health Shop ke dalam fitur Met-U. Sebagai bagian dari Personalized Health Risk Assessment, Health Score memberikan gambaran awal tentang kondisi kesehatan pengguna, diikuti dengan rekomendasi tindakan kesehatan (action plan) yang lebih personal dan komprehensif melalui Met-U. Selain itu, Met-U membantu pengguna untuk melakukan measuring, managing, dan monitoring kesehatan metabolik secara berkelanjutan berbasis data dan analisis medis, sehingga pengguna dapat mengambil langkah yang lebih tepat dalam menjaga kesehatan dan mencegah potensi masalah kesehatan di masa depan.Pengembangan ekosistem digital ini juga mendapat dukungan penuh dari induk usaha, PT Prodia Widyahusada Tbk, sebagai bagian dari transformasi digital Prodia secara menyeluruh. Digital Service Transformation & IT Director, Andri Hidayat, menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkan melalui U by Prodia mencerminkan arah strategis perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan berbasis teknologi. “Kami mendukung penuh pengembangan U by Prodia sebagai bagian dari transformasi digital Prodia. Inovasi seperti Health Shop dan penguatan fitur Met-U mencerminkan komitmen Prodia untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang relevan, terintegrasi, dan berfokus pada kebutuhan individu, tanpa meninggalkan standar kualitas dan kepercayaan yang selama ini menjadi kekuatan Prodia,” ujar Andri.Dengan dukungan ekosistem dan kolaborasi strategis yang terus diperkuat, peluncuran fitur Health Shop versi terbaru menegaskan komitmen U by Prodia dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan digital yang aman, terpercaya,dan terintegrasi. Kehadiran fitur ini melengkapi ekosistem U by Prodia sebagai platform kesehatan digital yang tidak hanya mendukung pemeriksaan dan pemantauan kesehatan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan kesehatan sehari-hari secara praktis. Ke depan, PT Prodia Digital Indonesia bersama PT Prodia Widyahusada Tbk akan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan data medis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin personal, relevan, dan adaptif terhadap gaya hidup masyarakat modern.#UbyProdia #HealthShop #DigitalHealth #OneStopHealthSolution #PersonalizedHealth ****** Tentang U by ProdiaU by Prodia adalah platform digital yang dikembangkan oleh PT Prodia Digital Indonesia, anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk. Aplikasi ini hadir untuk mendampingi masyarakat dalam menjalani perjalanan kesehatan personal yang berkelanjutan, dengan pendekatan berbasis teknologi, genetik, dan gaya hidup terkini.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id; www.prodiadigital.com atau hubungi:Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id Reskia Dwi Lestari Marketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email reskia.dwi@prodia.co.idAgnes Sartika HusinAVP Sales Marketing & PartnershipPT Prodia Digital IndonesiaPh. +62-21-29803800 ext 6969Email agnes.sartika@prodiadigital.com
-
10 Februari 2026 artikel
Berhasil Jangkau 40.000 Peserta Skrining Demensia Gratis, Prodia Tambah Target 20.000 Peserta di 2026
Jakarta, 9 Februari 2026 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali menyelenggarakan Program Skrining Demensia Gratis pada tahun 2026, sebagai respons atas tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan program ini di tahun 2024–2025 yang berhasil menjangkau 40.000 peserta di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan bagi masyarakat usia lanjut dan menargetkan 20.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Melalui keberlanjutan inisiatif ini, Prodia menegaskan komitmennya dalam mendorong deteksi dini gangguan kognitif, sekaligus mengimplementasikan pilar keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek sosial melalui Promoting Healthcare Services for All, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3, Good Health and Well-Being.Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir, dan pemahaman bahasa, yang dapat memengaruhi kemandirian serta kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi krusial untuk mendukung langkah pencegahan yang lebih optimal dan penanganan yang tepat sejak awal. Berdasarkan data Alzheimer’s Disease International, sekitar 55 juta orang di dunia saat ini hidup dengan demensia dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. Di Indonesia sendiri, jumlah pengidap demensia diperkirakan telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan akses terhadap deteksi dini demensia di masyarakat.Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati menyampaikan “Keberhasilan Program Skrining Demensia ini tidak terlepas dari tingginya keinginan dan antusiasme masyarakat sejak pertama kali program ini kami laksanakan. Hal ini menandakan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap risiko demensia serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” ujar Indriyanti.Pada 2026, Prodia kembali menyelenggarakan Program Skrining Demensia Gratis bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas di cabang Klinik Prodia. Skrining dilakukan secara bertahap, diawali dengan Kuesioner AD-8 INA dan dilanjutkan dengan pemeriksaan MOCA-INA oleh dokter Prodia bagi peserta yang terindikasi. Peserta yang terindikasi mengalami penurunan fungsi kognitif akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau internis geriatri di Prodia Senior Health Centre yang tersedia di Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Sepanjang 2025, program ini menjangkau hampir 30.000 peserta atau mencapai lebih dari 140% dari jumlah peserta yang ditargetkan yaitu sebanyak 20.000 orang. Hal ini mengalami peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 10.000 peserta. Capaian ini diperkuat melalui berbagai kegiatan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini demensia.Dalam kesempatan yang sama, AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi lanjutan serta rujukan untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kebutuhan. “Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak dan mengambil langkah preventif guna menurunkan risiko demensia,” ujarnya.Prodia terus memperkuat berbagai program keberlanjutan yang berorientasi pada peningkatan literasi kesehatan dan pemerataan akses layanan medis bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan layanan kesehatan berbasis personalized medicine, termasuk melalui Prodia Senior Health Centre, yang mengedepankan pendekatan perawatan terpadu sesuai kebutuhan masing-masing individu. Melalui keberlanjutan dan perluasan cakupan inisiatif tersebut, Prodia berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjaga fungsi kognitif otak, memanfaatkan deteksi dini, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan demi menurunkan risiko demensia dan mendukung kualitas hidup yang lebih optimal.#Prodia #SkriningDemensia #KesehatanOtak #DeteksiDini ****** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Desember 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 402 outlet, di 81 kota, 113 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
05 Februari 2026 artikel
Prodia Bersama Indonesia Rare Disorders Perkuat Kesetaraan Akses Layanan Genetika bagi Orang dengan Penyakit Langka melalui Program Pemeriksaan Whole Exome Sequencing
Jakarta, 5 Februari 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Penyakit Langka Sedunia pada 28 Februari mendatang, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA/Prodia) bekerja sama dengan Indonesia Rare Disorder (IRD) menyelenggarakan kegiatan CSR berkelanjutan bertema “Kesetaraan Akses melalui Inovasi Tes Terbaru untuk Komunitas Penyandang Penyakit Langka”, sebagai penutup rangkaian program pemeriksaan Whole Exome Sequencing (WES) gratis bagi Orang dengan Penyakit Langka (Odalangka) yang telah dilaksanakan sejak Februari 2025. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodia melalui pilar Promoting Healthcare Services for All dan Involving People, mendukung pencapaian SDGs 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dalam upaya membangun layanan kesehatan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Odalangka. Kegiatan CSR ini dihadiri oleh dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., selaku Direktur Direktorat Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.DA(K) selaku ketua InaSHG (The Indonesian Society of Human Genetics), Andi Widjaja selaku Founder & Komisaris Utama Prodia, Dewi Muliaty selaku Direktur Utama Prodia, segenap jajaran Direksi dan Komisaris Prodia, dr. Iffa Mutmainah, M.Si., Med selaku konselor genetik Prodia, Yola Tsagia selaku Ketua komunitas IRD, serta para tamu undangan serta masyarakat umum yang hadir secara online maupun tatap muka.Dalam sambutannya, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyampaikan apresiasi kepada Prodia atas kontribusinya dalam memberikan pemeriksaan WES serta edukasi kepada masyarakat dan komunitas mengenai pencegahan dan penanganan penyakit, khususnya penyakit langka. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan upaya membangun paradigma kesehatan yang lebih promotif dan preventif. Sementara itu, Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A.(K) melalui sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas guna memperluas akses terhadap diagnosis dini, konseling genetik, serta informasi bagi pasien penyakit langka secara lebih merata dan efektif di seluruh Indonesia.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyampaikan, “Melalui kegiatan CSR pemeriksaan Whole Exome Sequencing (WES) ini, Prodia berupaya memperluas akses terhadap diagnosis yang akurat bagi Odalangka serta mendorong pemahaman akan pentingnya deteksi dini dan pendampingan yang tepat. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk terus memperkuat layanan diagnostik dan pengembangan pemeriksaan genetika berbasis sains, guna menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dewi dalam sambutannya.Program pemeriksaan WES ini ini telah memberikan manfaat penegakkan diagnosis bagi 36 anak-anak Odalangka yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai bentuk pertanggungjawaban program CSR kepada para peserta, kegiatan penutupan CSR ini diisi dengan pemaparan hasil akhir dari pelaksanaan program CSR pemeriksaan WES, diikuti dengan talkshow edukasi yang menghadirkan dr. Iffa Mutmainah, M.Si., Med. selaku konselor genetik Prodia, dan Winny, M.Sc. selaku Molecular Predictive & Diagnostic Lab Head Prodia, membahas peran pemeriksaan genetik dan kehadiran WES dalam diagnosis akurat serta pentingnya konseling sebagai bagian dari tata laksana penanganan penyakit langka. Ketua komunitas IRD, Yola Tsagia, menilai program ini memberikan manfaat signifikan dalam mendukung diagnosis yang lebih akurat sekaligus meningkatkan pemahaman orang tua dan pendamping terkait pemeriksaan genetik, konseling, dan tata laksana berkelanjutan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen Prodia melalui program CSR ini, karena membantu memperluas akses pemeriksaan genetik serta memberikan pemahaman bagi keluarga terkait proses diagnosis dan perawatan ke depan,” ujar Yola.Program ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif CSR Prodia yang telah berjalan secara berkesinambungan sejak 2019 dan 2023 untuk meningkatkan kesetaraan akses pemeriksaan genetika bagi Odalangka di Indonesia, melalui pemeriksaan Chromosomal Microarray Analysis (CMA) dan dilanjutkan dengan WES pada 2025. Atas konsistensi dan dampak sosial yang dihasilkan, program ini memperoleh penghargaan ESGNow Awards 2025 kategori Pilar Sosial – Health & Well-Being Champion dari Republika melalui program “Skrining Penyakit Langka bersama Indonesia Rare Disorders”.#Diagnostik #Genetika #CSR #PenyakitLangka #WES ****** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Desember 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 402 outlet, di 81 kota, 113 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
01 Februari 2026 promo
Risiko Kanker Bisa Ada, Meski Tak Terasa
Menjaga diri dimulai dari tahu kondisi tubuh sendiri. Promo skrining kanker selama Februari 2026
-
27 Januari 2026 artikel
Dorong Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana Banjir Sumatra, Prodia Salurkan Bantuan Alat-Alat Kesehatan untuk RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
Aceh, 23 Januari 2026 - PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan senilai Rp250 Juta berupa peralatan dan perlengkapan laboratorium kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini merupakan wujud kontribusi Prodia dalam mendukung program pemulihan layanan kesehatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di pulau Sumatra, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Prodia yang diwakili oleh Marissa Arifin, M.Kes. selaku Head Region Sumatra PT Prodia Widyahusada Tbk, dan diterima oleh dr. Andika Putra, Sp.PD selaku Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, bersama dr. Sukma, M.Kes., Sp.PK(K) selaku Kepala Departemen Laboratorium Medis RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang.Bantuan yang disalurkan mencakup peralatan operasional laboratorium, perangkat penyimpanan dan pengendalian mutu, perangkat sistem teknologi informasi, perlengkapan keselamatan & kesehatan kerja (K3), hingga sarana pendukung dan pengelolaan limbah medis. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan operasional serta mengoptimalkan proses pemulihan laboratorium RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir Sumatra, sebagai pusat rujukan layanan laboratorium bagi wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya. #Prodia #CSR #BanjirSumatra #Aceh #SustainabilityForHealthyCommunity
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.