Hasil Pencarian

Hasil pencarian dari ""


  • 31 Desember 2020 document

    2020 - Paparan Publik

  • 18 Desember 2020 artikel

    9 Cara Mengatasi Stres Secara Efektif

    Setiap orang pastinya pernah mengalami stres. Jika stres yang dialami tidak kunjung hilang atau sering terjadi, masalah ini bisa mengacaukan kehidupan kamu. Oleh karena itu, stres perlu dikendalikan atau dikelola dengan cara-cara mengatasi stres yang tepat.Saat dilanda stres, kamu mungkin akan mudah marah, sulit fokus, kehilangan kesenangan, libido menurun, sakit kepala, berjerawat, nafsu makan berubah, insomnia, atau kecanduan alkohol.Sejumlah cara mengatasi stres ini umumnya terkait dengan menjalani kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, menjaga kesehatan, hingga menenangkan diri. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda ikuti.1.Mendengarkan musikJika kamu merasa terbebani oleh situasi yang membuat stres, cobalah beristirahat dan mendengarkan musik yang tenang, seperti musik klasik, suara laut, atau suara alam. Musik jenis ini memiliki efek positif pada otak dan tubuh dengan mengurangi hormon kortisol (hormon yang terkait dengan stres) sekaligus  menurunkan tekanan darah.2. Mengobrol dengan temanKetika sedang dilanda stres, kamu bisa mengobrol dengan teman dan mengutarakan isi hati kamu. Metode ini dapat membantu kamu merasa mendapat dukungan dan menghadapi stres dengan lebih tenang.3. Menonton film komediKetika menonton film komedi, kamu bisa tertawa dan merasa lebih bahagia. Tertawa melepaskan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati dan menurunkan hormon kortisol serta adrenalin yang memicu stres. Kegiatan ini bisa membantu menghilangkan stres yang kamu alami.4. Minum teh hijauTidak seperti teh lainnya, teh hijau mengandung lebih sedikit kafein. Teh ini juga mengandung antioksidan sehat dan asam amino theanine yang memiliki efek menenangkan pada sistem saraf.5. BerolahragaBerjalan-jalan di sekitar rumah, berlari di lapangan, atau sekadar berdiri untuk meregangkan tubuh bisa membuat kamu merasa lebih plong saat berada dalam situasi stres. Olahraga dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan meningkatkan suasana hati secara instan.6. Tidur dengan cukupStres bisa menyebabkan kamu sulit tidur, sedangkan kurang tidur juga dapat menjadi penyebab utama stres. Seiring waktu, hal ini bisa bertambah buruk, bahkan merusak otak dan tubuh. Pastikan kamu tidur dengan cukup, yakni 7-8 jam setiap malam. Matikan TV lebih awal, jauhkan gawai, dan redupkan lampu untuk menciptakan suasana yang nyaman untuk tidur. Cara ini merupakan salah satu penghilang stres yang paling efektif.7. Teknik pernapasan dalamTarik napas dalam-dalam mungkin merupakan nasihat yang terdengar klise. Namun, hal tersebut ternyata bermanfaat sebagai cara mengatasi stres. Pernapasan dalam dapat memberi oksigen pada darah dan menjernihkan pikiran. Duduklah di kursi dengan kaki menapak pada lantai dan letakkan tangan di atas lutut. Kemudian, tarik napas dalam-dalam, serta fokuskan pikiran saat udara memenuhi dada. Selanjutnya, keluarkan napas secara perlahan-lahan. Kamu bisa melakukan teknik ini selama 3-5 menit.8. MeditasiYoga atau tai chi merupakan bentuk meditasi yang dapat dijadikan cara mengatasi stres dalam jangka pendek maupun panjang. Metode ini bisa membantu kamu menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan merasa hidup berjalan lebih baik. Jika tertarik melakukannya, kamu bisa mengikuti kelas yoga atau tai chi bersama instruktur terlatih.9. Menjalani hobiSalah satu cara mengatasi stres yang paling menyenangkan adalah dengan menjalani hobi. Kamu bisa melakukan berbagai kegiatan yang selama ini digemari, misalnya melukis, memasak, berkebun, menjahit, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, dan sebagainya.Jika stres yang kamu rasakan tak juga membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

  • 16 Desember 2020 artikel

    Sindrom Metabolik Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Penyebab dan Gejalanya

    Pernahkah kamu mendengar istilah sindrom metabolik? Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala penyakit yang terjadi pada seseorang, di antaranya:Tekanan darah tinggi (hipertensi),Gula darah tinggiObesitas (indeks massa tubuh lebih dari 25 kg/m2)Kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang atau obesitas sentral (lingkar pinggang >90 cm untuk pria dan >80 cm untuk wanita)Kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal. Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko kamu terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe-2. Menurut DMS Journal, sindrom metabolik memengaruhi sekitar 28 persen pria dan 46 persen wanita di Indonesia.Penyebab sindrom metabolikKelebihan berat badan dan jarang melakukan aktivitas fisik disebut-sebut sebagai penyebab sindrom metabolik. Kondisi ini juga dikaitkan dengan resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu gula diserap oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.Pada orang yang mengalami resistensi insulin, sel-sel tidak merespons insulin secara normal dan gula darah tidak dapat diserap dengan mudah. Akibatnya, kadar gula darah meningkat meski tubuh menghasilkan banyak insulin untuk menurunkan gula darah.Resistensi insulin sering kali terjadi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menjadi diabetes melitus tipe-2.Faktor risiko sindrom metabolikAda beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena sindrom metabolik, di antaranya:Usia. Risiko sindrom metabolik meningkat seiring bertambahnya usia.Obesitas. Memiliki berat badan berlebih, terutama di perut bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.Diabetes. Sindrom metabolik lebih mungkin terjadi apabila kamu memiliki diabetes gestasional (kehamilan) atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe-2.Penyakit lain. Risiko sindrom metabolik lebih tinggi jika kamu pernah menderita penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit perlemakan hati nonalkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS). Gejala sindrom metabolikSalah satu tanda sindrom metabolik yang mudah diketahui adalah lingkar pinggang besar. Selain itu, jika kadar gula darah tinggi, kamu dapat mengalami gejala diabetes, seperti haus, sering buang air kecil, kelelahan, dan penglihatan kabur.Kamu juga dapat didiagnosis mengalami sindrom metabolik apabila memiliki tiga dari kondisi berikut:Lingkar pinggang lebih dari 90cmpada pria dan 80 cm pada wanitaKadar trigliserida 150 mg/dLatau lebihKadar kolesterol baik HDL kurang dari 40 mg/dL pada pria dan kurang dari 50 mg/dL pada wanitaGula darah puasa lebih dari 100 mg/dLTekanan darah sistolik lebih dari 130 mm/Hg dan diastolik lebih dari 85 mm/Hg. Pengobatan dan pencegahan sindrom metabolikJika kamu didiagnosis mengalami sindrom metabolik, tujuan pengobatan yang dilakukan berfokus pada mengurangi risiko komplikasi.Dokter akan merekomendaskan perubahan gaya menjadi lebih sehat dan meresepkan obat untuk mengurangi tekanan darah, kolesterol, atau gula darah.Khusus untuk pencegahan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik.Menjaga berat badan pada kisaran yang idealMengonsumsi makanan bergizi seimbangRutin berolahraga minimal 30 menit setiap hariBerhenti merokok.Menghindari stress berlebihanRutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.Patuh pada pengobatan yang dianjurkan oleh dokter, misalnya pada orang yang memerlukan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan hipertensi.Jangan lupa juga untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk memantau kondisi kesehatan kamu. 

  • 15 Desember 2020 artikel

    7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Klaster Keluarga

    Pada beberapa kota besar di Indonesia, kasus penularan Covid-19 dari klaster keluarga terus bertambah. Klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang terjadi ketika salah satu anggota keluarga terinfeksi Covid-19 dari luar rumah, lalu secara tidak sadar menularkannya ke anggota keluarga yang lain.Misalnya, saat seseorang pergi berlibur atau bepergian ke dalam keramaian tanpa memerhatikan protokol kesehatan. Tanpa disadari, mereka dapat menularkan virus saat kembali ke rumah.Oleh sebab itu, setiap anggota keluarga memiliki peran yang penting dalam mengantisipasi Covid-19 klaster keluarga. Lantas, bagaimana caranya?Cara mencegah klaster keluarga Covid-19Berikut beberapa cara mencegah klaster keluarga Covid-19 yang bisa kamu lakukan bersama keluarga:Tidak mengadakan acara di rumah atau menghadiri pertemuan keluargaKamu disarankan untuk tidak mengikuti acara keluarga besar di tengah pandemi. Acara keluarga besar cenderung melibatkan banyak orang sehingga potensi penularan Covid-19 semakin besar. Sebagai solusinya, Kamu bisa berinteraksi dengan keluarga besar secara online.Menjaga jarakPenularan Covid-19 di rumah bisa mengancam seluruh anggota keluarga. Maka dari itu, kamu perlu menerapkan jaga jarak di rumah, misalnya berada di ruangan terpisah dengan anggota keluarga lain, terutama jika ada anggota keluarga yang sakit atau kerap bepergian ke luar rumah.Memakai maskerApabila kamu sering bepergian ke luar rumah, sebaiknya kamu senatiasa menggunakan masker saat di rumah. Hal ini penting dilakukan, terutama jika terdapat anggota keluarga yang rentan terinfeksi virus corona, seperti balita dan lansia. Masker juga perlu diganti setiap 4 jam.Mencuci tanganKebiasaan mencuci tangan secara rutin dapat melindungi kamu dan keluarga dari bahaya Covid-19. Kamu bisa mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik atau hand sanitizer yang mengandung alkohol 60 persen, guna menghilangkan virus yang menempel.Usahakan untuk mencuci tangan dalam berbagai kondisi berikut:Setelah berada di tempat umumSetelah bersin, batuk, atau membuang ingusSebelum makan atau menyiapkan makananSebelum menyentuh wajahSetelah ke kamar mandiSetelah melepas maskerSetelah mengganti popokSetelah merawat orang yang sakitSetelah menyentuh hewan Menerapkan etika bersin dan batukHindari batuk dan bersin di depan anggota keluarga. Sebaiknya, tutup mulut dan hidung kamu dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk maupun bersin. Lalu, buanglah tisu bekasnya ke tempat sampah dan segera cuci tangan kamu dengan sabun.Membersihkan rumahBersihkan dan disinfeksi rumah secara rutin dengan menyapu, mengepel, dan mengelap barang-barang menggunakan pembersih yang mengandung desinfektan. Pembersih tersebut dapat membantu membunuh virus yang menempel di permukaan.Menjaga kesehatanPastikan seluruh anggota keluarga menjaga kesehatan dengan baik. Konsumsi makanan bergizi seimbang beserta vitamin atau suplemen tambahan untuk meningkatkan kekebalan tubu. Sehingga, kamu dan keluarga tidak rentan terkena infeksi virus corona. Selain itu, minum air putih dan tidur dengan cukup, serta hindari stres.Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penularan Covid-19 klaster keluarga bisa dihindari. Jadi, mari lakukan cara-cara pencegahan ini mulai dari sekarang. 

  • 15 Desember 2020 artikel

    7 Penyebab Kanker Prostat yang Wajib Pria Ketahui

    Prostat memiliki peran yang penting dalam sistem reproduksi pria. Kelenjar kecil ini berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan semen, yakni cairan yang menjadi komponen dari air mani. Jika kesehatannya tidak dijaga, ada sejumlah penyakit yang bisa mengancam prostat. Salah satu yang paling berbahaya adalah kanker prostat.Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria. Data Global Burden of Cancer (Globocan) tahun 2018 mencatat 1.276.106 kasus baru kanker prostat dan 358.989 kematian akibat kanker prostat di seluruh dunia.Kanker prostat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali di kelenjar prostat. Umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar. Namun, pada sebagian kasus, sel-sel kanker bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.Pada awalnya, pria yang mengidap kanker prostat tidak akan merasakan gejala apa-apa. Namun, saat prostat sudah membengkak dan mulai memengaruhi saluran pembuangan urine atau sperma, penderitanya akan merasakan berbagai gejala berupaSulit buang air kecilAliran urine lemah atau tersendat-sendatSering ingin buang air kecil, terutama di malam hariAdanya darah dalam urine atau air maniBuang air kecil terasa menyakitkanNyeri saat ejakulasiSulit mendapatkan atau mempertahankan ereksiSakit atau tidak nyaman saat duduk. Gejala-gejala di atas kadang tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat. Sebab, ada beberapa penyakit prostat lainnya yang menunjukkan gejala serupa.Penyebab kanker prostatHingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker prostat. Namun, mutasi DNA pada sel normal di prostat disinyalir menjadi pemicunya.  Di samping itu, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena kanker prostat, yaitu:UsiaFaktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan risiko kanker prostat adalah usia. Sekitar dua pertiga dari seluruh kasus kanker prostat didiagnosis pada pria berusia 65 tahun ke atas. Akan tetapi, semakin tua usia kamu, penyakit ini semakin tidak agresif, terutama di atas usia 70 tahun ke atas. Riwayat keluargaApabila kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, maka kamu juga berisiko tinggi memiliki penyakit yang sama. Misalnya, jika ayah atau saudara laki-laki kamu mengidap kanker prostat, kamu memiliki risiko yang lebih besar (hingga dua kali lipat) terkena kanker ini. Dalam beberapa kasus, mutasi gen yang menyebabkan kanker prostat bisa diturunkan.Tidak hanya itu, riwayat keluarga juga dapat menyebabkan sindrom Lynch. Sindrom ini merupakan mutasi  gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Sindrom Lynch dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.ObesitasSejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas dapat memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kanker prostat dalam tingkatan yang parah atau bahkan meninggal karena kanker prostat.MakananMengonsumsi makanan berlemak tinggi juga dikaitkan dengan risiko kanker prostat. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada negara-negara yang sering mengonsumsi daging dan produk olahan susu, dibandingkan dengan negara-negara yang mengonsumsi nasi, olahan kedelai, daan sayur-mayur.RasMeski tidak sepenuhnya dipahami, ras juga dianggap sebagai faktor risiko kanker prostat. Pria yang berasal dari ras Afrika-Amerika lebih mungkin terkena penyakit ini dibanding pria dengan ras lain. Risiko kematian akibat kanker prostat bahkan lebih besar hingga dua kali lipat pada ras ini.Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 termasuk faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Kondisi ini diturunkan dalam keluarga, tapi hanya memengaruhi sejumlah kecil orang. Pada pria, perubahan gen tersebut bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat.Sindrom LynchSindrom Lynch juga merupakan mutasi gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.Merokok, jarang melakukan aktivitas fisik, dan sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi juga bisa meningkatkan risiko kamu terserang kanker prostat agresif.Dengan mengetahui beberapa penyebab di atas, setidaknya kamu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Kamu juga bisa menurunkan risiko terjadinya kanker prostat dengan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala. 

  • Hasil tidak ditemukan.
  • Hasil tidak ditemukan.