Deskripsi

"Sinonim: hemoglobin terglikasi/hemoglobin terglikosilasi, glikohemoglobin, A1c. Menggambarkan sebagian komponen stabil hemoglobin yang terbentuk dari reaksi non enzimatik lambat (glukosa dengan hemoglobin yaitu AA valin pada NH2 terminal rantai β). Berkorelasi dengan risiko komplikasi diabetes.

Manfaat Test

  • Manfaat HbA1c selama ini lebih dikenal untuk monitoring kontrol glikemik jangka panjang, penyesuaian terapi, menilai kualitas perawatan diabetes, memprediksi risiko komplikasi. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa manfaat HbA1c sekarang ini dapat digunakan untuk skrining maupun diagnosis diabetes, serta dapat digunakan untuk menghitung estimated average glucose (eAG). Level HbA1c berkorelasi dengan komplikasi diabetes, sehingga lebih baik dalam memprediksi komplikasi mikro & makrokardiovaskular.
  • Konsensus DM tipe-2 (2015) menyatakan bahwa nilai normal HbA1c adalah bila <5,7%, prediabetes bila 5,7-6,4% dan diagnosis diabetes dapat ditegakkan bila HbA1c ≥6,5%, namun diagnosis sebaiknya dikonfirmasi dengan pengulangan pemeriksaan HbA1c. Konfirmasi tidak perlu bila ada gejala klinis dengan kadar glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dL (11,1 mmol/L).
  • Saat ini tidak semua laboratorium di Indonesia memenuhi standard NGSP, sehingga harus hati-hati dalam membuat interpretasi terhadap hasil pemeriksaan HbA1c. Pada kondisi tertentu seperti: anemia,hemoglobinopati,riwayat transfusi darah 2-3 bulan terakhir, kondisi-kondisi yang mempengaruhi umur eritrosit dan gangguan fungsi ginjal maka HbA1c tidak dapat dipakai sebagai alat diagnosis maupun evaluasi.

Persiapan Tes

  • Tidak ada persiapan khusus