Senin, 30 Oktober 2017

Waspada! Infeksi Saluran Kemih Rentan Terjadi Pada Wanita

Infeksi saluran kemih (ISK), yang dalam istilah medis disebut sistitis (cystitis) adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih (uretra) dan kandung kemih. Indikasinya adalah rasa nyeri (perih) saat buang air kecil dan rasa selalu ingin sering buang air kecil. Warna urine keruh, bau menyengat dan terkadang bercampur darah.

Seberapa serius penyakit ini?

Keluhan gejala ISK dapat disebabkan oleh kebiasaan menahan pipis atau minum terlalu sedikit sehingga urine pekat dan terjadi iritasi pada saluran kemih. Namun, bila ditemukan kuman (mikroorganisme) yang menyebabkan infeksi saluran kemih, harus segera diobati. Bila tidak, maka kuman dapat menetap dan kebal terhadap antibiotik. Selain itu, infeksi dapat menjalar ke ginjal dan organ lain. Pada ibu hamil, infeksi saluran kemih dapat berkaitan dengan persalinan preterm (belum cukup bulan), pertumbuhan janin terhambat, korioamnionitis dan janin lahir mati.

Apa penyebabnya?

ISK terjadi ketika terdapat bakteri atau mikroorganisme lainnya yang melekat dan berkembang biak pada pembukaan uretra (muara saluran kemih). Hal-hal yang memudahkan kuman untuk menyebabkan ISK, antara lain adalah kebiasaan cebok yang salah dan posisi tertentu saat berhubungan seksual, sehingga memindahkan kuman dari anus (dubur) dan vagina masuk ke saluran kemih. Selain itu, kurang minum dan sering menahan pipis juga memudahkan kuman berkembang biak.

Bakteri yang paling sering menyebabkan ISK, adalah Escherichia coli, atau disingkat dengan E coli (70-95% dari kasus), dan Salmonella saprophyticus (sekitar 3-10% kasus). E coli umumnya hidup di dalam usus besar dari sistem saluran pencernaan. Bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil.

Siapa yang berisiko?

Wanita adalah kelompok yang paling berisiko dibanding pria, karena jarak uretra dengan anus pada tubuh wanita lebih dekat dengan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih. Risiko itu menjadi lebih tinggi bila wanita tersebut aktif secara seksual, karena kuman dari vagina terdorong masuk ke saluran kemih.

Pemeriksaan apa yang dilakukan?

Pemeriksaan awal yang dapat dilakukan adalah dengan urinalisa untuk menilai karakteristik urine. Bila ditemukan tanda-tanda infeksi, maka dapat dilakukan pemeriksaan kultur (biakan) urine. Pada pemeriksaan kultur urine akan dapat diketahui jenis dan jumlah kuman yang menyebabkan ISK tersebut, serta antibiotik apa yang tepat untuk membunuh kuman tersebut. ISK juga sering terjadi berulang.

Selain pemeriksaan urine, pemeriksaan darah juga kadang-kadang dilakukan untuk melihat kinerja ginjal, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak.

5858 Dilihat