Sabtu, 21 Maret 2015

10 Langkah untuk MenghIndarI RIsIko Serangan Asam Urat

Kabar baik, ada sepuluh langkah jitu yang dapat dilakukan sendiri di rumah, untuk menghindari risiko serangan asam urat, dan agar dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik.

1. Konsultasikan penyakit dengan dokter ahli rematik. Jangan coba-coba menggunakan obat sembarangan yang tidak jelas manfaatnya, karena hal ini sangat penting untuk menentukan pengobatan mana yang tepat.

2. Kurangi berat badan, jika berlebihan.

3. Menerapkan pola makan sehat seimbang, dengan memilih karbohidrat kompleks (buah, sayuran, beras merah), protein tanpa lemak (tahu), dan lemak esensial yang sehat.

4. Memilih makanan rendah purin dan menghindari makanan tinggi purin. Makanan rendah purin yang baik adalah pisang, selada, peterseli, kol merah, kubis, paprika mesh, dan buah asam. Makanan rendah purin lain yang aman dikonsumsi adalah : telur (termasuk putihnya), buah-buahan (termasuk beri), susu, mentega, keju, yoghurt, krim, es krim, kentang, produk biji-bijian (roti, krakers, pasta, mi, spageti, cake, biskuit, sereal), zaitun, minyak sayur, cuka, cokelat, gula, acar dan sayur kimchi. Sayuran seperti bayam, asparagus, jamur, kacang polong, dan kembang kol mengandung purin dalam kadar sedang sehingga tidak terlalu memengaruhi kadar asam urat dalam darah.

Makanan dengan kadar purin sedang yang perlu dibatasi adalah : ikan air tawar, polong-polongan, termasuk kacang-kacangan (kedelai, kacang peal), daging (sapi, kambing, babi, ayam, kalkun), jamur, bayam, asparagus, lentil. Hindari makanan dengan kadar purin tinggi: hati (dari semua jenis hewan), jeroan (ginjal, hati, paru, iso), ekstrak daging (kaldu), ikan air laut (haring, sarden, tuna, teri), trout (ikan air tawar), udang (lobster, udang karang), ragi, kacang goreng, juga bir dan minuman beralkohol.

5. Konsumsi makanan yang memiliki zat penurun asam urat, dan mengurangi peradangan, seperti buah beri (bluberi, stroberi), tahu, dan minyak zaitun. Bawang putih sering disebut herbal ajaib karena dapat membantu menangani berbagai penyakit dan bermanfaat dalam banyak fungsi tubuh. Mengonsumsi 3-5 siung bawang putih sehari dapat membantu mengatasi asam urat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Sementara peterseli juga bersifat diuretik (peluruh kencing) sehingga dapat membantu menggelontor asam urat dari tubuh. Sayuran ini bisa dikonsumsi segar atau diseduh seperti teh.

6. Banyak minum air putih yang membantu pembuangan asam urat. Minum delapan gelas sehari atau ditambah jus buah segar (tomat, jeruk, nanas, dan lain-lain).

7. Manfaatkan herbal alami. Sambiloto (Andrographis paniculata nees) bersifat diuretik dan antiinfl amasi (anti-peradangan) sehingga dapat membantu mengatasi radang sendi pada gout. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) juga mengandung zat yang bersifat antiinfl amasi. Lada hitam (Pipernigrum) dapat meningkatkan urinasi dan bersifat antiinfl amasi. Daun tempuyung (Sonchus arvensis) memiliki senyawa fl avonoid yang bersifat antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim kesatin oksidase dan reaksi superoksida sehingga pembentukan asam urat bisa dihambat atau dikurangi.

8. Minum teh dan kopi. Menurut penelitian dari Boston University dan Harvard Medical School, minum 2-4 cangkir teh dapat menurunkan risiko asam urat pada perempuan sekitar 22 persen. Sedangkan minum empat cangkir kopi per hari, dapat memperkecil risiko terbentuknya asam urat sebanyak 50 persen lebih (American Journal of Clinical Nutrition edisi Agustus 2010).

9. Olahraga teratur untuk menjaga kebugaran otot dan sendi. Berlatihah 4-5 kali seminggu selama 30-45 menit setiap latihan. Bisa memilih latihan yang mudah dilakukan, seperti jalan kaki atau joging.

10. Gunakan alat bantu bila diperlukan. Untuk mereka yang brusia lanjut, disarankan untuk menggunakan tongkat pada sendi yang sakit. Jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan orang lain, bila sedang mengalami nyeri atau lainnya.

 

9910 views