Waspada risiko gangguan ginjal tanpa gejala. Cek fungsi ginjal mulai Rp 1.199.000,- di Prodia.
Sering minum manis dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal karena lonjakan gula darah berulang merusak pembuluh darah kecil dan filter ginjal (glomerulus). Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang sering tidak bergejala pada tahap awal. Deteksi dini melalui pemeriksaan fungsi ginjal membantu mencegah kerusakan permanen.
Bagaimana Minuman Manis Mempengaruhi Fungsi Ginjal?
Kopi dengan krimer, teh manis kekinian, minuman boba, hingga minuman bersoda dapat memicu lonjakan gula darah berulang. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini memberi tekanan pada sistem penyaringan ginjal.
Ketika kadar gula darah tinggi dalam waktu lama:
- Ginjal dipaksa bekerja lebih keras (hiperfiltrasi)
- Filter ginjal (glomerulus) mengalami kerusakan bertahap
- Terjadi kebocoran protein dalam urine (albuminuria)
- Fungsi penyaringan darah menurun perlahan
Hubungan antara gula darah tinggi dan ginjal sangat erat. Diabetes merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis secara global.
Menurut World Health Organization, konsumsi gula berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, yang menjadi faktor utama gangguan ginjal kronis.
Artinya, kebiasaan yang terlihat “ringan” setiap hari bisa memberi dampak jangka panjang bila tidak dikendalikan.
Mengapa Gangguan Ginjal Sering Tidak Disadari?
Salah satu tantangan terbesar adalah gangguan ginjal tahap awal sering tidak menimbulkan keluhan.
Banyak orang merasa sehat, karena:
- Tidak ada rasa nyeri
- Tidak ada perubahan signifikan
- Aktivitas tetap berjalan normal
Padahal, penurunan fungsi ginjal bisa berlangsung perlahan selama bertahun-tahun.
Gejala biasanya baru muncul saat kerusakan sudah lebih lanjut, seperti
- Bengkak pada kaki atau wajah
- Mudah lelah
- Penurunan jumlah atau warna urine
- Tekanan darah sulit terkontrol
Karena itu, skrining fungsi ginjal secara berkala sangat penting, bahkan saat tubuh terasa baik-baik saja.
Siapa yang Perlu Cek Fungsi Ginjal?
Pemeriksaan fungsi ginjal direkomendasikan bagi individu dengan faktor risiko berikut:
- Diabetes
- Hipertensi
- Obesitas
- Riwayat keluarga penyakit ginjal
- Kebiasaan konsumsi minuman manis
- Gaya hidup urban dengan aktivitas padat dan stres tinggi
Jika satu atau lebih faktor di atas sesuai dengan kondisi kamu, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.
Promo Cek Fungsi Ginjal Maret 2026
Deteksi dini membantu mencegah kerusakan ginjal permanen dan menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Untuk membantu skrining yang lebih komprehensif, tersedia pilihan paket berikut:
No. | Paket Pemeriksaan Ginjal | Jenis Pemeriksaan |
1 | ProHealthy Kidney 1 Rp 1.199.000,- Untuk mengetahui fungsi ginjal dan metabolisme vitamin D. |
|
2 | ProHealthy Kidney 2 Rp 1.399.000,- Untuk membantu skrining, diagnosis, dan memantau fungsi ginjal serta status gula darah. Dianjurkan bagi individu berusia 30 tahun ke atas, penyandang diabetes atau sindrom metabolik, dan individu dengan riwayat keluarga diabetes atau penyakit ginjal.
|
|
3 | ProHealthy Kidney 3 Rp 1.959.000,- Untuk membantu skrining, diagnosis, dan memantau gangguan ginjal beserta komplikasi serta status kesehatan secara keseluruhan. Dianjurkan bagi individu usia 30 tahun ke atas, penyandang diabetes atau sindrom metabolik, dan individu dengan riwayat keluarga diabetes atau gangguan ginjal.
|
|
Tersedia Tes Satuan
Pemeriksaan | Manfaat | Direkomendasikan |
Cystatin-C (Rp 399.000,-) | Deteksi penurunan fungsi ginjal lebih dini, tidak dipengaruhi massa otot | Skrining awal dan evaluasi lebih akurat |
Albumin Urine 24 Jam (Rp 175.000,-) | Deteksi kebocoran protein dalam urine | Pasien diabetes / hipertensi |
ADMA & SDMA (Rp 160.000,-) | Penanda tambahan risiko vaskular dan ginjal | Evaluasi risiko kardiovaskular |
Mengapa Cystatin-C Penting?
Berbeda dengan kreatinin, Cystatin-C tidak dipengaruhi oleh massa otot, usia, atau pola diet.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih dini. Kombinasi Cystatin-C dan kreatinin memberikan evaluasi fungsi ginjal yang lebih akurat dan menyeluruh.
FAQ - Pertanyaan Umum
Apakah sering minum manis bisa menyebabkan penyakit ginjal?
Konsumsi gula berlebihan meningkatkan risiko diabetes, yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Kapan sebaiknya cek fungsi ginjal?
Jika kamu memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau kebiasaan konsumsi minuman manis.
Apakah gangguan ginjal selalu bergejala?
Tidak. Pada tahap awal sering tanpa keluhan sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.
Apakah cek fungsi ginjal saat puasa membatalkan puasa?
Tidak. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium tidak membatalkan puasa, sehingga tetap aman dilakukan selama Ramadan.
Jangan Tunggu Hingga Terlambat
Gangguan ginjal berkembang perlahan dan sering tanpa gejala.
Yang kamu anggap “sekali-sekali”, ginjal bisa menganggap sebagai beban berulang.
- Cek fungsi ginjal sekarang
- Lindungi kesehatan jangka panjang
- Manfaatkan promo mulai Rp 1.199.000,- selama Maret 2026
Pesan melalui aplikasi U by Prodia atau kunjungi cabang Prodia terdekat.
Ginjal bekerja 24 jam setiap hari. Sekarang giliran kamu menjaganya.
Detail Promosi
1 - 31 Maret 2026 Berlaku di seluruh cabang Prodia (kecuali cabang yang berlokasi di Rumah Sakit)Syarat dan Ketentuan
- Promo berlaku untuk transaksi langsung di cabang maupun via aplikasi U by Prodia dan Kontak Prodia (1500 830/WhatsApp 0855 1500 830).
- Pemeriksaan laboratorium bisa dilayani dengan Home Service yang bisa dipesan minimal 3 jam sebelumnya via aplikasi U by Prodia, Kontak Prodia (1500 830/WhatsApp
- Tersedia layanan “Chat Doctor” GRATIS di aplikasi U by Prodia.
- Promo tidak bisa digabungkan dengan promo lain.