PANEL PEMERIKSAAN

Panel Hipertensi

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai pola hidup dan mengidentifikasi kemungkinan penyebab hipertensi, meramalkan prognosis hipertensi, mendeteksi kemungkinan adanya faktor risiko komplikasi dan kerusakan organ akibat hipertensi serta penyakit lain yang meyertainya dan mendeteksi efek samping pengobatan pada hipertensi

Jenis Pemeriksaan

Apo-B

Deskripsi:

Apo B-100 merupakan konstituen dari VLDL, IDL, LDL, dan Lp(a). Apo B-100 disintesa dalam hati dan disekresikan ke dalam plasma sebagai bagian dari partikel VLDL. Apo B-100 berpartisipasi dalam penghantaran kolesterol ke dalam jaringan dan berinteraksi langsung dengan reseptor LDL.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-10C : 2 minggu
* 2-10C : 2 minggu
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:

Asam urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses. Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal. Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan asam urat dalam darah digunakan untuk : Mendeteksi tingginya asam urat dalam darah untuk menunjang diagnosis gout. Memantau pengobatan pasien asam urat. Memantau pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi karena pada pasien tersebut terjadi turnover sel yang cepat yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
* 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : CHOD PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cystatin-C

Deskripsi:

Cystatin C merupakan protein kecil dengan BM 13 kDa yang diproduksi tubuh. Cystatin C berfungsi sebagai Cystein protease inhibitor. Sejak Tahun 1985 Cystatin C diketahui dapat digunakan sehingga pemeriksaan ini juga telah mendapat approval dari FDA sebagai alternatif penanda (LFG).

Manfaat Pemeriksaan:

Deteksi dini kerusakan ginjal; pemantauan terhadap progresi penyakit ke arah gagal ginjal terminal, kecukupan ginjal pengganti, dan terapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
* 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri, Nephelometri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Pemeriksaan hematologi lengkap terdiri dari: Hematologi rutin, LED dan hitung jenis leukosit (neutrofil, eosinofil, monosit, basofil, limfosit)

Manfaat Pemeriksaan:

Hematologi lengkap merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Manfaat pemeriksaan ini untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi bakteri, virus parasit dan kemungkinan alergi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan dan risiko inflamasi yang dilihat dari nilai LED

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Kalium

Deskripsi:

Pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui konsentrasi kalium (K) di dalam serum atau plasma darah. Kalium merupakan suatu elektrolit dan mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air (sejumlah cairan di dalam maupun di luar sel tubuh) dan elektrolit di dalam tubuh, serta berperan penting dalam fungsi kerja saraf dan otot. Keabnormalan K dalam serum atau plasma darah dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan tubuh. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan elektrolit darah yang lain seperti natrium (Na), klorida (Cl), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai keseimbangan elekrolit tubuh dan beberapa kondisi seperti hipertensi, penyakit ginjal, aritmia jantung, kelemahan muskular & iritabilitasm, penyakit saluran cerna, penyakit mental, dan leukimia; mendiagnosis dan memantau kelebihan mineral kortikoid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 1 minggu pada 15-25 C, 1 minggu pada
2-8 C
* 1 minggu pada 15-25 C, 1 minggu pada
2-8 C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ISE Direk, Indirek
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Natrium

Deskripsi:

Pemeriksaan natrium (Na) berguna untuk mengetahui konsentrasi Na (elekrolit dan mineral) di dalam darah. Natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan air (sejumlah cairan di dalam maupun di luar sel tubuh) dan elektrolit di dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, serta berperan penting dalam fungsi kerja saraf dan otot. Konsentrasi Na banyak terdapat di dalam darah dan cairan limfa. Keabnormalan Na dalam darah mengindikasikan adanya gangguan kesehatan. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan elektrolit darah yang lain seperti kalium (K), klorida (Cl), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai keseimbangan elektrolit tubuh dan asam basa, dehidrasi, sindrom nefrotik, gagal jantung kongestif, dan keadaan klinis lainnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2 minggu pada suhu 2-8C
* 2 minggu pada suhu 2-8C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ISE Direk, Indirek
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Puasa 12 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GPO-PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urea N

Deskripsi:

Urea N merupakan produk akhir dari metabolisme protein , urea disintesis oleh hati. Urea N mudah difiltrasi oleh ginjal. Urea Nitrogen mencerminkan perbandingan antara produksi dan klirens urea. BUN dapat tinggi pada keadaan penyakit ginjal akut maupun kronik.

Manfaat Pemeriksaan:

Urea N digunakan untuk uji fungsi ginjal bersama dengan kreatinin. BUN berguna dalam pemantauan hemodialisis dan terapi lain. Perbandingan BUN: kreatinin digunakan untuk membedakan adanya pre renal failure, intrinsic failure ataukah obstruksi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 7 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 2-8C,
1 tahun pada suhu (-15)-(-25)C
|
Khusus Randox :
1 hari pada suhu 25C,
3 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 7 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 2-8C,
1 tahun pada suhu (-15)-(-25)C
|
Khusus Randox :
1 hari pada suhu 25C,
3 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Ureum

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
* 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
* 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Ureum

Deskripsi:

Manfaat Pemeriksaan:

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
* 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
* 15-25C 7 hari, 2-8C 7 hari, (-15)-(-25)C 1 tahun
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : Tidak dalam keadaan menstruasi
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

eLFG Cys-C (CKD-EPI)

Deskripsi:

Estimasi laju filtrasi glomerolus (eLFG) adalah perkiraan fungsi ginjal dalam menyering darah yaitu berupa laju kecepatan penyaringan tiap ml darah dalam waktu 1 menit per luas permukaan tubuh 1.73 m2. eLFG (Cystatin C) diketahui dari kadar Cystatin C darah dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI.

Manfaat Pemeriksaan:

Laju Filtrasi Glomurolus sangat penting untuk menentukan fungsi ginjal dalam menyaring darah, Ginjal dikatakan mempunyai fungsi normal jika laju filtrasi glomerolusnya lebih dari atau sama dengan 90 ml/menit/ 1,73m2. Cystatin C sangat bermanfaat untuk menetukan penuruna fungsi ginjal meskipun masih dalah tahap yang sangat ringan.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Perhitungan
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Rasio Albumin - Kreatinin Urin Sewaktu

Deskripsi:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif sewaktu menggunakan sampel urin sewaktu (random sample urin).

Manfaat Pemeriksaan:

skrining untuk mendetekasi dini penyakit ginjal pada orang dengan diabetes, atau faktor risiko penyakit ginjal yang lain seperti hipertensi.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa dapat dilakukan baik untuk skrining, diagnosis DM ataupun pemantauan perjalanan penyakit. Pemeriksaan glukosa puasa hanya mencerminkan kadar glukosa pada saat periksa, namun pemeriksaan glukosa puasa dinyatakan lebih baik dibanding pemeriksaan glukosa sewaktu. Pengambilan darah untuk pemeriksaan ini dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam.

Manfaat Pemeriksaan:

Berdasarkan konsensus DM 2015, hasil <100 mg/dl (<5.6 mmol/L) disebut normal, 100-125 mg/dl (5.6-6.9 mmol/L) disebut prediabetes, dan untuk menegakkan diabetes apabila ?126 mg/dL (7 mmol/L). Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma. Beberapa penyebab konsentrasi glukosa yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stres, Cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati, yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, beta bloker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari
* 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari

NaF :
24 jam pada suhu 15-25oC
Persiapan Pasien : Puasa 8 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GOD PAP, Heksokinase
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :