Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
06 Mei 2025 artikel
Prodia Siap Gelontorkan Dana Ratusan Miliar untuk Buyback Saham
JAKARTA, 7 Mei 2025 – Dalam rangka menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif serta memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) menyampaikan rencana pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi ini sejalan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelaksanaan buyback tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rencana buyback tersebut telah disampaikan secara resmi melalui Keterbukaan Informasi Perseroan yang dipublikasikan pada tanggal 7 Mei 2025.Periode pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung selama 3 (tiga) bulan, yaitu sejak tanggal 8 Mei 2025 hingga 7 Agustus 2025. Prodia telah menyiapkan dana sebesar maksimal 200 miliar Rupiah yang berasal dari kas internal, dan buyback akan dilakukan baik secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa, sesuai ketentuan yang berlaku.Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk menjaga kepercayaan pasar dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. “Kami melihat pentingnya menjaga agar harga saham Perseroan tetap mencerminkan kondisi fundamental yang solid. Melalui buyback ini, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelian saham pada harga yang wajar, sesuai ketentuan yang berlaku. Inisiatif ini dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujar Liana.Mengutip Keterbukaan Informasi yang disampaikan Perseroan, Corporate Secretary Prodia, Marina Eka Amalia menyampaikan bahwa langkah buyback saham ini merupakan komitmen Perseroan untuk terus meningkatkan nilai pemegang saham dan profitabilitas. Dalam kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan, buyback merupakan langkah strategis Perseroan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, menstabilkan harga saham, dan memperkuat kepercayaan pasar. Pelaksanaan buyback saham ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki likuiditas yang cukup dengan kondisi keuangan yang sehat dan bertujuan untuk mengoptimalkan struktur modal, serta memberikan imbal hasil yang berkelanjutan kepada pemegang saham.”Manajemen Perseroan menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan karena Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan buyback saham. Oleh karenanya, tidak akan mengganggu kebutuhan operasional ataupun menyebabkan penundaan pembayaran yang jatuh tempo dan biaya yang akan timbul dari buyback saham ini tidak material sehingga tidak menyebabkan turunnya pendapatan Perseroan.#Buyback #PasarModal #PembelianKembaliSaham #PRDA Tentang PT Prodia Widyahusada TbkLaboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Maret 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 360 outlet, di 80 Kota, 106 Kabupaten, dan 34 Provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui WhatsApp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi: Marina Eka Amalia AVP Legal, Investor Relation & Corporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id Mella MeliaInvestor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21 3144182 ext 3775Email investor.relation@prodia.co.id
-
03 Mei 2025 artikel
Prodia Catat Kinerja Positif di Awal 2025, Bidik Pertumbuhan Lebih Progresif ke Depan
Jakarta, 2 Mei 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) menutup Kuartal I-2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp483 miliar, terkoreksi tipis sebesar 0,78% secara year-on-year. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,8 miliar, mencerminkan kinerja keuangan yang tetap positif di tengah berbagai tantangan ekonomi. Meskipun menghadapi dinamika ekonomi domestik dan global, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah, pergeseran pola belanja masyarakat selama Ramadhan dan Idul fitri, serta ketidakpastian situasi politik nasional, Perseroan tetap menunjukan ketangguhan bisnisnya. Dengan fondasi keuangan yang solid, Prodia optimistis dapat mendorong pertumbuhan kinerja yang lebih progresif pada kuartal berikutnya.Pada Kuartal II 2025, Prodia akan meluncurkan serangkaian inisiatif terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan customer engagement, memperbaiki pengalaman pengguna, dan mendorong kesadaran akan kesehatan, khususnya melalui U by Prodia seperti program promosi bulanan, fitur Health Plan & Chronic Disease Management (CDM) yang tentunya bisa menarik minat pelanggan. Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menyampaikan, “Perseroan masih melihat adanya tren kinerja yang serupa dengan tahun sebelumnya. Adanya momentum Ramadhan dan Idul Fitri mendorong pergeseran prioritas belanja masyarakat, dinamika politik nasional memberikan efek domino terhadap sentimen pasar, dan situasi ekonomi global turut mempengaruhi nilai tukar rupiah. Namun, kami tetap mampu memperlihatkan kinerja yang cukup baik dan optimistis fondasi keuangan yang dimiliki mampu mendukung pertumbuhan lebih lanjut di Kuartal II-2025.”Dalam kesempatan yang sama, Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menambahkan, “Perseroan tetap optimistis dapat bertumbuh, dengan strategi yang telah disiapkan. Di antaranya adalah pengembangan produk tes esoterik, optimalisasi transaksi digital melalui aplikasi U by Prodia, perluasan jaringan outlet Point-of-Care (POC), perluasan segmentasi layanan khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan, serta ekspansi segmen pelanggan baru melalui layanan segmented outlet. Kami juga berkomitmen untuk mengupayakan Perseroan menjadi laboratorium rujukan di kawasan Asia Tenggara (SEA Referrals).”Indriyanti menambahkan “Perseroan telah mencatatkan tingkat akuisisi pelanggan baru melalui platform U by Prodia lebih dari 30% di tahun 2024, sehingga turut berkontribusi sebesar 13% terhadap pencatatan volume transaksi pembelian tes laboratorium Prodia. Kedepannya peningkatan volume transaksi dan tingkat akuisisi pelanggan baru, diharapkan dapat berkontribusi terhadap total revenue PT Prodia Widyahusada Tbk.”Sebagai pemegang 39% saham PT Prodia Diagnostic Line (Proline) sejak tahun 2024, Prodia juga menyambut baik pengembangan fasilitas produksi baru oleh Proline pada tanggal 25 April 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional. Fasilitas produksi baru ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan di berbagai lini, termasuk Kimia Klinik, Rapid Test, Instrumen Diagnostik, dan Biomolekuler. Peningkatan kapasitas ini ditargetkan untuk menjangkau lebih banyak fasilitas kesehatan di dalam negeri, termasuk puskesmas, serta memperluas penetrasi pasar ekspor hingga 20% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, produk Proline telah digunakan oleh lebih dari 7.000 fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia.Sepanjang Kuartal I-2025, Prodia berkomitmen terhadap nilai "Sustainability for Healthy Community" dengan menyediakan layanan diagnostik yang komprehensif, efisien, dan berstandar global. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program promotif dan edukatif, seperti kegiatan CSR berupa pemeriksaan genetik berbasis Whole Exome Sequencing (WES) secara gratis bagi penyandang orang dengan penyakit langka, pemeriksaan demensia gratis dengan target 20.000 peserta lanjut usia di seluruh Indonesia, serta penyelenggaraan seminar edukasi nasional untuk dokter dan masyarakat.Hingga 31 Maret 2025, Perseroan telah mengoperasikan 360 outlet yang tersebar di 80 kota, 106 kabupaten, dan 34 provinsi di Indonesia, termasuk transformasi Klinik Utama Prodia Purwokerto. Inovasi layanan terus dikembangkan melalui peluncuran Smart Report 2.0, fitur Health Plan di aplikasi U by Prodia, serta alat laboratorium ONSO System (SBB) untuk deteksi mutasi genetik yang lebih akurat. Atas komitmen layanan pelanggan, Prodia meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Awards (CCSEA) dari Majalah Marketing 2025 dengan skor kepuasan tertinggi di industri laboratorium, yakni 95,06.#Prodia #KinerjaKeuangan #LaporanKeuangan #Sustainability #PRDA #FinancialStatement******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Maret 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 360 outlet, di 80 kota, 106 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi: Marina Eka Amalia Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id Mella MeliaInvestor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21 3144182E-mail investor.relation@prodia.co.id
-
01 Mei 2025 promo
Promo Hingga 20%* di HUT ke-52 Prodia: Lindungi Diri dan Keluarga dengan Vaksinasi
Hemat hingga 20%* untuk vaksinasi di HUT ke-52 Prodia. Lindungi diri dan keluarga!
-
30 April 2025 artikel
Prodia Raih Penghargaan The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2025, Bukti Kesadaran Tinggi Terhadap Komitmen Pengurangan Emisi Karbon
JAKARTA, 29 April 2025 - PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meraih penghargaan “The Best Corporate Transparency & Emission Reduction Awards 2025” dari InvestorTrust.id dengan predikat Ruby. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas transparansi dan komitmen Prodia dalam mengelola emisi karbon serta menjalankan langkah-langkah pengurangannya secara berkelanjutan. Sebagai salah satu pemimpin industri laboratorium kesehatan di Indonesia, Prodia menyadari dampak serius emisi karbon terhadap lingkungan. Berlandaskan pilar A – Actualizing Sustainable Environment dalam Prodia Sustainability Blueprint, Prodia menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung pengurangan emisi karbon. Upaya ini sejalan dengan visi Prodia dalam mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 (Clean Water & Sanitation), 7 (Affordable & Clean Energy), 11 (Sustainable Cities & Communities), dan 13 (Climate Action).Prodia meraih predikat Ruby berdasarkan penilaian atas transparansi perusahaan dalam mengungkapkan emisi dengan cakupan Scope 1 (Emisi langsung dari aktivitas perusahaan) dan Scope 2 (Emisi tidak langsung dari energi yang dibeli). Selain itu, terdapat 3 indikator penilaian tambahan seperti: 1) Inovasi terhadap inisiatif dan target pengurangan emisi yang progresif; 2) Kesadaran perusahaan atas intensitas menghasilkan emisi dalam operasionalnya; serta 3) Pengelolaan penggunaan energi dari energi fosil, ke energi terbarukan.AVP Legal, Investor Relations & Corporate Secretary Prodia, Marina Eka Amalia, mengungkapkan apresiasi atas penghargaan ini serta komitmen Prodia dalam mengurangi dampak emisi karbon bagi lingkungan. "Penghargaan ini menjadi bukti atas upaya kami dalam mengurangi jejak karbon dan emisi, serta mendukung pemerintah dalam mencapai net zero emission di masa mendatang. Saat ini, kami telah memulai pemantauan emisi di berbagai cabang Prodia dan mengurangi emisi secara bertahap."Selain penggunaan energi listrik yang efisien, Prodia juga menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi karbon lainnya, seperti penerapan kebijakan penggunaan kendaraan listrik (EV) atau kendaraan ramah lingkungan, sosialisasi kepada karyawan terkait kesadaran lingkungan, serta pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prodia juga aktif berpartisipasi dalam upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan, sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan. Langkah-langkah ini menjadi bagian integral dari strategi Prodia dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan. “Kami terus mengembangkan dan memperkuat inisiatif-inisiatif ramah lingkungan, memastikan bahwa setiap tindakan yang kami ambil mendukung tujuan keberlanjutan yang lebih besar, tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk masyarakat dan planet ini." tambah Mariana.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
30 April 2025 promo
Promo Spesial HUT ke-52 Prodia: Buy 1 Get 2* Pemeriksaan Genomik
Buy 1 get 2* pemeriksaan genomik! Kesempatan tepat untuk mulai perjalanan pencegahan Anda!
-
30 April 2025 promo
Saatnya Cek Kesehatan Anda! Manfaatkan Promo Check-Up dan GRATIS Smart Report 2.0 di Prodia
Hemat hingga 30%* dan GRATIS Smart Report 2.0! Promo Mei 2025 di Prodia.
-
28 April 2025 artikel
Konsisten Pertahankan Pendapatan di Atas Rp 2 Triliun, Prodia Kembali Tebar Dividen 60%
JAKARTA, 28 April 2025 - PT Prodia Widyahusada (Kode saham: PRDA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,25 Triliun di tahun 2024, naik sekitar 1,34% Year on Year. Atas pencapaian ini, Prodia akan melanjutkan riwayat rasio pembagian dividen yang sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar Rp162 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan. Pembagian dividen ini setara dengan nilai Rp172,92 per lembar sahamnya. Konsistensi rasio pembagian dividen ini merupakan komitmen manajemen serta apresiasi Perseroan atas kepercayaan para pemangku kepentingan yang telah diberikan terhadap kinerja Perseroan dalam satu tahun terakhir.Direktur Business & Marketing PT Prodia Widyahusada, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, “Prodia berhasil mempertahankan kinerja positifnya dan membukukan profit di tahun 2024. Pencapaian ini berkat keseriusan Prodia yang senantiasa memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan laboratorium kesehatan terbesar dan terdepan di Indonesia. Dengan komitmen kuat terhadap Sustainability for Healthy Community, Prodia menegaskan perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui layanan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan. Didukung oleh ekspansi berkelanjutan melalui pembukaan puluhan outlet baru, sehingga total outlet mencapai 354 pada akhir tahun 2024. Selain itu, Prodia juga mencatatkan pendapatan per kunjungan meningkat sebesar 3,4%, dengan total penerimaan tes mencapai 20,06 juta tes” Ungkap Indriyanti saat pelaksanaan Paparan Publik 2024 Prodia.Prodia membuktikan komitmen inovasinya dengan meluncurkan 36 tes terbaru di tahun 2024, sebagai solusi kebutuhan diagnostik pelanggan yang advanced. Prodia berkolaborasi dengan rumah sakit hadirkan 4 (empat) genomic sites yang berada di Jakarta, Semarang, Samarinda, dan Surabaya, untuk memudahkan pelanggan dalam memperoleh layanan tes genomik Prodia. Sebagai langkah memperkuat rantai pasokan alat kesehatan diagnostik in vitro sekaligus investasi untuk memperkuat posisinya di pasar laboratorium diagnostik, Prodia mengakuisisi 39% saham PT Prodia Diagnostic Line (Proline) yang telah memiliki standar mutu produksi alkes dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%. Prodia juga telah menjalin kemitraan riset dan pendidikan dengan 52 institusi dan lembaga, mencerminkan komitmen aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran serta penerapan precision medicine di Indonesia.Indriyanti menambahkan, “Dengan memperkuat model bisnis berbasis kebutuhan pelanggan dan akselerasi digitalisasi, Prodia terus menghadirkan layanan diagnostik yang lebih holistik dan personal. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis yang memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.”Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan di tahun kinerja 2025, Prodia akan mengimplementasikan strategi bisnis guna memperoleh hasil low-single digit, seperti meningkatkan jumlah tes esoterik bagi pelanggan, meningkatkan jumlah outlet yang berstatus POC, mengoptimalkan segmentasi layanan klinik, mendorong penguatan kerjasama dengan BPJS Kesehatan, memperkuat kerjasama dengan sejumlah rumah sakit & pendirian genomic sites, menambah dan mengembangkan fitur-fitur layanan kesehatan digital baru dalam aplikasi U by Prodia dan Prodia Mobile for Doctor, memperluas jejaring rujukan layanan diagnostik kesehatan Prodia di Kawasan Asia Tenggara (SEA Referral), konsisten untuk terus melakukan edukasi kesehatan kepada pelanggan dan masyarakat, serta mempromosikan implementasi bisnis Prodia yang berlandaskan pada nilai-nilai dan aspek ESG.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Wijaya, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Desember 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 295 outlet, di 79 kota, 89 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500 830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 0855 1500 830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaAVP Legal & Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Mella MeliaInvestor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21 3144182 ext 3775
-
24 April 2025 artikel
Kolaborasi Prodia dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro untuk Memperkuat Inovasi Riset dan Pendidikan Kedokteran Indonesia
Semarang, 23 April 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali mempererat kemitraannya melalui perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip). Kerjasama yang telah berlangsung sejak 2011 ini bertujuan untuk menumbuhkan dinamika perkembangan penelitian dan pendidikan kedokteran di Indonesia khususnya dalam bidang layanan diagnostik laboratorium, sekaligus menjadi wadah pertukaran informasi mengenai perkembangan teknologi laboratorium dan layanan penelitian di Prodia. Acara penandatanganan MoU berlangsung pada 23 April 2025 ini diselenggarakan bersamaan dengan Research Meeting yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika di FK Undip.Dalam sambutannya, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerjasama yang telah terjalin antara FK Undip dan Prodia. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam memperkuat kapasitas riset dan pendidikan kedokteran, yang tidak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga untuk masyarakat luas. "Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan inovasi dan kemajuan dalam bidang kedokteran, yang sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan Indonesia” jelas dr Yan.Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K) selaku Dekan FK Undip, dan apt. Maria Diah Fibriani, S.Si, M.Kes selaku Regional Head Central Java Region Prodia. Acara ini juga melibatkan pembicara dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Prodia, yang membahas topik-topik terkini dalam dunia penelitian kedokteran.“Perpanjangan kerjasama ini adalah bukti komitmen Prodia dalam mendukung kemajuan riset di bidang kedokteran di Indonesia. Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat terus memberikan layanan penelitian yang mendalam dan berkualitas bagi para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,” ujar apt. Maria Diah Fibriani, S.Si, M.Kes selaku Regional Head Central Java Region dari Prodia.Selain itu, dalam rangkaian acara ini juga diselenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah pada 24 April 2025, yang dipandu oleh Ferry Sandra, D.D.S., PhD selaku Executive Director Prodia Education and Research Institute (PERI). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para akademisi dalam menulis artikel ilmiah yang siap dipublikasikan di jurnal internasional.“Kolaborasi antara Prodia dan FK Undip ini semakin memperkuat peran penting kami dalam dunia pendidikan dan riset kedokteran, serta membangun jembatan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan dunia medis di Indonesia,” tambah Ferry Sandra.Sebagai bagian dari komitmennya, Prodia terus memperkuat kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian untuk mendorong kemajuan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Prodia berkomitmen untuk terus mendukung riset berkualitas tinggi, menyediakan layanan penelitian yang komprehensif, dan berperan aktif dalam menghadirkan layanan penyedia kesehatan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan Prodia untuk menciptakan Sustainability for Healthy Community, dengan menyediakan layanan kesehatan diagnostik yang inovatif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
24 April 2025 promo
Rayakan HUT ke-52 Prodia: Saatnya #HealthierTogether dengan Check-Up Rutin
Promo spesial HUT ke-52 Prodia: hemat hingga 30%*.
-
23 April 2025 promo
Beyond the Plate: The Power of Personalized Nutrition
Makan sehat itu penting, tapi tiap orang butuh nutrisi yang beda-beda.
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.