Hasil Pencarian

Hasil pencarian dari ""


  • 25 Agustus 2022 document

    Piagam Audit Internal (IND)

  • 25 Agustus 2022 document

    ASEAN Corporate Governance Scorecard

  • 24 Agustus 2022 page

    Kebijakan Privasi

    Kebijakan Privasi ini ditujukan untuk memberi penjelasan mengenai bagaimana PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia”) dalam mengumpulkan, menggunakan, memproses, mengungkapkan dan menjaga kerahasiaan informasi Pengguna Website

  • 24 Agustus 2022 materi-promosi

    Pneumonia Memang Berbahaya, Namun Dapat Dicegah

  • 24 Agustus 2022 materi-promosi

    Tata Cara Pemeriksaan Cortisol Saliva

  • 24 Agustus 2022 artikel

    Anda “Supertaster”? COVID-19 Mungkin Tidak Menyerang Anda..

    Pernahkah Anda mencoba brokoli, seledri, bayam atau cokelat dan itu berakhir dengan terasa pahit? Ini dapat membuat Anda lebih bahagia tentunya. Studi yang saat ini dilakukan, menemukan bahwa “supertaster” memiliki risiko yang lebih kecil untuk tertular COVID-19 dan jikalau tertular, kemungkinan nya lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit.Apa “supertaster” itu?Pada indera pengecap lidah, terdapat reseptor rasa pahit dimana reseptor ini diatur fungsinya oleh gen TAS2R38 atau T2R38. Gen berperan dalam menghasilkan "kepahitan" yang didapatkan dari makanan berasa pahit tersebut karena kandungan PROP pada makanan itu akan memberikan sinyal dan berikatan dengan reseptor sehingga menghasilkan tingkatan persepsi rasa pahit. Hal ini lah yang dikatakan sebagai supertaster. Namun, apabila ada variasi genetik dari gen TAS2R38 atau T2R38 tersebut mempengaruhi fungsi reseptor rasa dan mungkin menghilangkan persepsi rasa pahit, sehingga Anda menjadi tidak sensitive terhadap rasa pahit atau dikategorikan ke dalam non-taster.Keuntungan “supertaster”Gen supertaster ini merupakan bagian dari sistem kekebalan bawaan tubuh, dengan fungsi utama membuat lebih banyak filamen mirip rambut (silia) yang bertugas menyapu patogen dengan cepat, meningkatkan produksi mukosa, membuat oksida nitrat, zat yang mampu mendorong pembersihan lendir dan membunuh patoen sehingga saluran pernafasan lebih bersih.Pada penelitian baru ini, diketahui pada orang dengan genetik non-taster memiliki kemungkinan risiko lebih tinggi 10.1 kali untuk tertular COVID-19, kemudian kemungkinan dilakukan perawatan di rumah sakit apabila terinfeksi COVID-19 sebesar 3,6 kali serta risiko durasi gejala yang lebih lama dibandingkan orang dengan gen supertaster.Bagaimana mengetahui Anda “supertaster”?Untuk mengetahui apakah anda memiliki gen supertaster, caranya sangat mudah cukup dengan melakukan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, sekali seumur hidup. Maka hal ini, dapat memberikan informasi dan meningkatkan kewaspadaan untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang optimal. Yuk! Segera ketahui gen Anda!

  • 24 Agustus 2022 artikel

    Hepatitis di Kala Pandemi COVID-19

    Sejak masa pandemi COVID-19, kabar penyakit infeksi yang lain seperti hepatitis seperti luput dari perhatian. Penyakit hepatitis B dan C umumnya tanpa gejala. Jika tidak diobati segera, dalam kurun waktu 15 tahun hepatitis akan berkembang menjadi sirosis (pengerutan) hati, bahkan ada yang menjadi kanker hati.Menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH FINASIM mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 tidak akan secara langsung meningkatkan angka kejadian Hepatitis  di Indonesia, meskipun demikian, kondisi pandemi akan berdampak pada pasien yang sudah terdiagnosis Hepatitis. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Pley dkk tahun 2020, disebutkan bahwa adanya global pandemi menyebabkan akses pengobatan pada pasien hepatitis berkurang, hal tersebut disebabkan salah satunya adalah karena rasa takut pasien untuk berobat dan konsultasi dengan dokter ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyakit hepatitis  yang diderita menjadi tidak terkontrol dengan baik padahal pemantaun penyakit hepatitis  penting untuk dilakukan agar penyakit  tidak menjadi lebih berat serta meminimalisasi timbulnya komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.Menjaga higienitas dan tidak menggunakan barang pribadi secara bergantian dapat mencegah penularan virus Hepatitis juga virus lain seperti SARS-CoV-2. Penularan infeksi dapat terjadi melalui beberapa kegiatan berikut ini :Berhubungan seksual dengan penderita hepatitisPemakaian jarum suntik atau alat injeksi lainnya secara bergantianTeknik melakukan tattoo yang tidak amanPemakaian barang-barang personal seperti alat cukur dan sikat gigiIbu dengan infeksi hepatitis B dapat  menularkan virus kepada bayi saat persalinan Hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk Hepatitis B namun infeksi ini dapat dihindari dengan melakukan vaksinasi. Untuk individu yang belum melakukan vaksinasi dan jika memiliki keluarga yang terinfeksi hepatitis B, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan HBsAg dan Anti-Hbc IgM untuk mengetahui adanya infeksi akut. Untuk individu yang sudah melakukan vaksin Hepatitis B maka dianjurkan secara berkala melakukan pemeriksaan Anti-HBs untuk mengetahui jumlah antibodi  terhadap hepatitis B sebagai perlindungan dari infeksi. Sedangkan untuk individu yang sudah terdiagnosis Hepatitis B maka dapat dilakukan pemeriksaan HBV DNA secara berkala untuk mengontrol jumlah virus yang ada di dalam tubuh dan aktivitas penyakit hepatitis.Tidak seperti hepatitis B, hepatitis C sampai saat ini belum tersedia vaksinnya, sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan skrining secara teratur. Pemeriksaan skrining untuk mengetahui adanya infeksi hepatitis C adalah dengan pemeriksaan Anti-HCV, jika hasil reaktif maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan HCV RNA untuk mengetahui jumlah virus di dalam tubuh. Selain sebagai pennjang diagnosis, pemeriksaan HCV RNA juga dapat dilakukan untuk pemantauan penyakit dan jumlah virus selama pengobatan hepatitis berlangsung.Selain disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh adanya perlemakan hati atau dikenal dengan istilah Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) atau perlemakan hati non alkoholik. Perlemakan hati umumnya disebabkan oleh tubuh yang memproduksi lemak dalam jumlah yang berlebihan. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak pada jaringan hati. Penumpukan lemak tersebut dapat disebabkan oleh  konsumsi makanan dengan kalori berlebih, kolesterol yang tinggi, maupun obesitas. Hingga saat ini belum ada biomarker tunggal yang dapat mendeteksi adanya perlemakan hati secara khusus, namun dapat dilakukan beberapa pemeriksaan yang terkait dengan risiko perlemakan hati seperti trigliserida, kolesterol total, kolesterol HDL dan kolesterol LDL. 

  • 24 Agustus 2022 artikel

    Benarkah Pemeriksaan Serum Magnesium Tidak Berguna?

    Saat ini Vitamin D menjadi trending untuk meningkatkan imunitas pada masa pandemi ini. Namun ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi kecukupan Vitamin D, salah satunya adalah status kecukupan Magnesium (Mg). Prevalensi kekurangan Mg ini cukup tinggi, berdasarkan studi yang dilakukan di Indonesia sebesar 17.2%, sehingga penting untuk mengetahui kecukupan di dalam tubuh.Fungsi penting dari Mg di dalam tubuh adalah sebagai regulator (pengatur), kofaktor (bahan yang membantu) pada lebih dari 300 reaksi enzimatik (proses) yang melibatkan metabolisme energi dan sintesis asam nukleat (DNA). Selain itu, metabolisme dari kelenjar tiroid dan pankreas juga sangat dipengaruhi oleh Mg.Lalu, bagaimanakah cara terbaik menilai kecukupan Mg di dalam tubuh?Mg yang diketahui merupakan kation intraseluler terbesar kedua setelah Kalium. Bagian utama dari pengaturan keseimbangan Mg di dalam tubuh ini ada pada usus, ginjal dan tulang (Gambar 1).Mg yang berasal dari asupan diserap di usus, lalu diserap ke dalam serum (darah), lalu tulang akan menyimpan Mg dan juga akan memberikan kembali ke serum apabila terjadi kondisi kekurangan. Ginjal di sini memainkan peran penting dalam mengatur Mg tubuh dengan melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) Mg yang disaring. Ketika Mg berlebihan, maka ekskresi Mg urin meningkat di mana kalau kondisi kekurangan Mg, maka ekskresi urin pun berkurang.Untuk dapat mengetahui kecukupan Mg di dalam tubuh, ada beberapa jenis pemeriksaan seperti:Pemeriksaan Magnesium loading (retensi)Pemeriksaan Magnesium total (serum atau plasma)Pemeriksaan Magnesium dengan sampel urine 24 jamKonsentrasi Magnesium dalam sel darah merah/Red Blood Cell (RBC)Konsentrasi Magnesium dalam tulang/ Bone Magnesium Concentration Dari pemeriksaan tersebut di atas yang dianggap sebagai baku emas adalah pemeriksaan Magnesium loading (retensi). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memberikan pembebanan sejumlah Mg yang diketahui jumlahnya secara intravena. Kemudian selanjutnya dilihat berapa jumlah Mg yang disekresikan dalam urine selama 24 jam, dengan memeriksakan sampel urine yang ditampung 24 jam. Dengan pemeriksaan ini dapat memungkinkan untuk melakukan perhitungan persentase dosis Mg yang dapat ditahan oleh tubuh. Namun kelemahan dari pemeriksaan ini sangatlah rumit, memakan waktu dan tidak ideal untuk skrining rutin, serta dipengaruhi oleh kondisi ginjal, sehingga tidak cocok untuk individu yang mengalami gangguan ginjal.Selain dengan pemeriksaan Magnesium loading, Mg yang merupakan kation intraseluler ini juga bisa diketahui statusnya dengan menggunakan pemeriksaan dengan sampel RBC, di mana dapat menunjukkan kadar yang lebih tepat dibandingkan dengan pada serum atau plasma karena pada serum masih ada bias yang dihasilkan karena ikatan dengan albumin. Namun mengapa metode ini tidak digunakan menjadi skrining rutin, karena sampel dengan RBC sangat tidak stabil, sulit pada penangan sampelnya karena punya risiko lisis yang tinggi yang tinggi dibanding sampel serum, kemudian metode pemeriksaannya belum di setujui oleh FDA, sehingga syarat untuk melakukan pemeriksaan laboratorium yang baik yakni dengan metode yang dapat tervalidasi dengan baik.Dikarenakan keterbatasan pemeriksaan-pemeriksaan untuk menilai status Mg ini, maka saat ini untuk mengetahui konsentrasi Mg dalam tubuh, metode yang paling umum digunakan dan dapat dijadikan pemeriksaan rutin adalah dengan mengetahui konsentrasi total Mg dalam serum atau plasma. Pemeriksaan ini seperti yang tergambarkan pada regulasi Mg di dalam tubuh, bahwa Mg dalam darah/serum menunjukkan kondisi kecukupan Mg yang diserap dalam usus, Mg yang diberikan oleh tulang pada saat kekurangan dan Mg yang diserap kembali oleh ginjal. Selain itu mengapa pemeriksaan yang paling sering digunakan untuk menilai status Mg pada tubuh adalah Mg serum atau plasma, karena pada studi National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) telah dapat menentukan interval referensi dari populasi untuk total Mg serum sehingga dengan demikian konsentrasi serum Mg dibawah < 1,70 mg/dL tersebut dikatakan hipomagnesium. Hal ini mampu membantu untuk mengetahui kondisi-kondisi yang terkait dengan kekurangan Mg di dalam tubuh.Jadi masih bertanya, apakah pemeriksaan Magnesium serum itu berguna atau tidak? Jawabannya tentu saja berguna, karena selain untuk sebagai pemeriksaan pelengkap yang dibutuhkan untuk mengetahui apakah vitamin D nya optimal atau efektif, tapi juga bisa pada kondisi lainnya yang memerlukan pemantauan status Mg seperti diabetes tidak terkontrol, ataupun gangguan tiroid, low back pain, asma dll. 

  • 24 Agustus 2022 artikel

    Pemeriksaan Penanda Tumor untuk Pemantauan Kanker Payudara

    Kanker masih menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan di seluruh dunia. Angka kejadian kanker terus meningkat setiap tahunnya, dan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat hingga tahun 2040; dari 19,3 juta di 2020 hingga mencapai 30,2 juta di 2040. Kanker dapat datang tanpa permisi dan tanpa disadari. Sungguh menakutkan.Di Indonesia, kanker dengan angka kejadian tertinggi jatuh kepada kanker payudara. Kanker ini menyerang para Kartini dengan jumlah 65.858 orang wanita Indonesia pada tahun 2020. Para Kartini tangguh yang divonis kanker payudara tentunya tidak boleh menyerah dan harus tetap berjuang untuk melawan kanker payudara tersebut.Setelah mendapatkan diagnosis kanker payudara dari dokter yang ahli di bidangnya, para survivor kanker payudara akan melakukan terapi sesuai dengan saran dari dokternya, diantaranya operasi, kemoterapi, radioterapi ataupun terapi tertarget. Setelah itu pemantauan yang rutin menjadi penting untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.Tumor marker adalah zat yang dapat ditemukan di dalam darah  sebagai penanda adanya tumor atau kanker. Salah satu manfaat pemeriksaan tumor marker adalah untuk pemantauan yang dapat menentukan keberhasilan terapi kanker.Pada kanker payudara, pemeriksaan tumor marker yang sering dilakukan dalam pemantauan penyakitnya adalah CEA dan CA15-3. CEA dan CA15-3 telah diketahui dapat menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan konsentrasi keduanya mencerminkan status perkembangan penyakit. Kedua penanda tumor ini dapat diperiksa sebelum operasi, dimana dapat mencerminkan beban tumor dan dapat membantu untuk memprediksi hasil. Selain itu, kedua pemeriksaan penanda tumor ini juga bermanfaat dalam tindak lanjut pasca operasi pasien kanker payudara untuk diagnosis dini kekambuhan dan untuk memantau respons terhadap pengobatan yang diberikan. Memeriksa kedua penanda ini secara bersamaan dapat meningkatkan sensitivitasnya.Periksa segera, bersama kita lawan kanker payudara di Indonesia. 

  • 24 Agustus 2022 artikel

    Tingkatkan Kenyamanan Bagi Pelanggan, Prodia Resmikan Pembukaan Kembali Cabang Salatiga

    SALATIGA, 25 Juli 2022 – PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) meresmikan pembukaan kembali Prodia cabang Salatiga di Jalan Brigjen Sudiarto 18A setelah tutup sementara karena renovasi.Peresmian pembukaan kembali cabang ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dokter-dokter, bebrapa instansi dan perusahaan di Salatiga, serta segenap manajemen Prodia.Pembukaan kembali Prodia cabang Salatiga ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi Pelanggan saat menggunakan layanan kesehatan Prodia. Hery Indarwati selaku Kepala Cabang Prodia Salatiga menyampaikan, “Dengan tampilan dan suasana baru, kami berharap dapat meningkatkan kenyamanan serta melayani pelanggan dan masyarakat dengan lebih baik lagi. Kami ingin menjadi mitra bagi pemerintah setempat, dokter dan rumah sakit dalam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang dapat diandalkan. Kami menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dikhususkan untuk personalized prevention pelanggan dalam upaya mendapatkan kondisi kesehatan yang prima,” tutur Indar, di sela-sela peresmian pembukaan kembali Prodia Cabang Salatiga, Senin, 25 Juli 2022.Prodia cabang Salatiga menyediakan layanan laboratorium diantaranya pemeriksaan hematologi, kimia, imunologi dan serologi yang meliputi pemeriksaan terkait antigen dan antibodi hepatitis B, fungsi tiroid, serta pemeriksaan kadar glukosa, HbA1c, lemak, fungsi ginjal, fungsi hati dan elektrolit, pemeriksaan penanda tumor, hormon reproduksi, pemeriksaan diagnostik molekular PCR, pemeriksaan osteoporosis, dan permeriksaan lainnya. Selain itu, Prodia cabang Salatiga juga menyediakan layanan konsultasi dokter untuk pemeriksaan laboratorium. Pelayanan kesehatan ini disediakan bagi seluruh segmen pelanggan kami mulai dari individual, dokter, perusahaan, asuransi, dan rujukan rumah sakit atau laboratorium lainnya.Prodia saat ini telah memiliki fasilitas layanan digital yaitu aplikasi Prodia Mobile yang memudahkan pelanggan untuk mendaftarkan diri, memilih jenis pemeriksaan yang diinginkan, menentukan lokasi dan tanggal pemeriksaan, melakukan pemesanan layanan home service, berkonsultasi secara gratis dengan dokter, melakukan pembayaran dengan cara yang diinginkan hingga mengakses hasil pemeriksaan secara online kapan pun dan di mana pun. Selain itu, fasilitas layanan digital juga telah disediakan bagi para dokter agar lebih mudah dalam melakukan rujukan pasien ke Prodia, chat dengan pasien hingga memantau hasil pemeriksaan pasien melalui aplikasi Prodia for Doctor.Pada periode 11 Juli hingga 30 September, Prodia memberikan keringanan biaya 10% untuk pemeriksaan Panel Kesehatan Keluarga. Dengan melakukan salah satu pemeriksaan Panel Kesehatan Keluarga tersebut, pelanggan juga berkesempatan untuk memenangkan paket wsata ke Bali bersama keluarga tercinta. Penawaran menarik ini berlaku di seluruh cabang Prodia termasuk Prodia cabang Salatiga.******Tentang PT Prodia Widyahusada TbkLaboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 254 outlet, termasuk di 74 kota dan 67 kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children, Prodia Women dan Prodia Senior.Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia Channel yaitu call centre 1500 830, personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui WhatsApp, Line, Telegram, Facebook Messenger, dan Web Widget, serta media sosial Prodia.Sebagai Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan terbesar di Indonesia, Prodia #JelasDiandalkan untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan menyeluruh terbaik. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Reskia Dwi LestariMarketing Communications ManagerPT Prodia Widyahusada TbkPh. +62-21 3144182 ext 3768E-mail marcomm@prodia.co.id

  • Hasil tidak ditemukan.
  • Hasil tidak ditemukan.