Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
01 Januari 2021 document
2020 - Laporan Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
31 Desember 2020 document
2020 - Paparan Publik
-
18 Desember 2020 artikel
9 Cara Mengatasi Stres Secara Efektif
Setiap orang pastinya pernah mengalami stres. Jika stres yang dialami tidak kunjung hilang atau sering terjadi, masalah ini bisa mengacaukan kehidupan kamu. Oleh karena itu, stres perlu dikendalikan atau dikelola dengan cara-cara mengatasi stres yang tepat.Saat dilanda stres, kamu mungkin akan mudah marah, sulit fokus, kehilangan kesenangan, libido menurun, sakit kepala, berjerawat, nafsu makan berubah, insomnia, atau kecanduan alkohol.Sejumlah cara mengatasi stres ini umumnya terkait dengan menjalani kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, menjaga kesehatan, hingga menenangkan diri. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda ikuti.1.Mendengarkan musikJika kamu merasa terbebani oleh situasi yang membuat stres, cobalah beristirahat dan mendengarkan musik yang tenang, seperti musik klasik, suara laut, atau suara alam. Musik jenis ini memiliki efek positif pada otak dan tubuh dengan mengurangi hormon kortisol (hormon yang terkait dengan stres) sekaligus menurunkan tekanan darah.2. Mengobrol dengan temanKetika sedang dilanda stres, kamu bisa mengobrol dengan teman dan mengutarakan isi hati kamu. Metode ini dapat membantu kamu merasa mendapat dukungan dan menghadapi stres dengan lebih tenang.3. Menonton film komediKetika menonton film komedi, kamu bisa tertawa dan merasa lebih bahagia. Tertawa melepaskan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati dan menurunkan hormon kortisol serta adrenalin yang memicu stres. Kegiatan ini bisa membantu menghilangkan stres yang kamu alami.4. Minum teh hijauTidak seperti teh lainnya, teh hijau mengandung lebih sedikit kafein. Teh ini juga mengandung antioksidan sehat dan asam amino theanine yang memiliki efek menenangkan pada sistem saraf.5. BerolahragaBerjalan-jalan di sekitar rumah, berlari di lapangan, atau sekadar berdiri untuk meregangkan tubuh bisa membuat kamu merasa lebih plong saat berada dalam situasi stres. Olahraga dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan meningkatkan suasana hati secara instan.6. Tidur dengan cukupStres bisa menyebabkan kamu sulit tidur, sedangkan kurang tidur juga dapat menjadi penyebab utama stres. Seiring waktu, hal ini bisa bertambah buruk, bahkan merusak otak dan tubuh. Pastikan kamu tidur dengan cukup, yakni 7-8 jam setiap malam. Matikan TV lebih awal, jauhkan gawai, dan redupkan lampu untuk menciptakan suasana yang nyaman untuk tidur. Cara ini merupakan salah satu penghilang stres yang paling efektif.7. Teknik pernapasan dalamTarik napas dalam-dalam mungkin merupakan nasihat yang terdengar klise. Namun, hal tersebut ternyata bermanfaat sebagai cara mengatasi stres. Pernapasan dalam dapat memberi oksigen pada darah dan menjernihkan pikiran. Duduklah di kursi dengan kaki menapak pada lantai dan letakkan tangan di atas lutut. Kemudian, tarik napas dalam-dalam, serta fokuskan pikiran saat udara memenuhi dada. Selanjutnya, keluarkan napas secara perlahan-lahan. Kamu bisa melakukan teknik ini selama 3-5 menit.8. MeditasiYoga atau tai chi merupakan bentuk meditasi yang dapat dijadikan cara mengatasi stres dalam jangka pendek maupun panjang. Metode ini bisa membantu kamu menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan merasa hidup berjalan lebih baik. Jika tertarik melakukannya, kamu bisa mengikuti kelas yoga atau tai chi bersama instruktur terlatih.9. Menjalani hobiSalah satu cara mengatasi stres yang paling menyenangkan adalah dengan menjalani hobi. Kamu bisa melakukan berbagai kegiatan yang selama ini digemari, misalnya melukis, memasak, berkebun, menjahit, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, dan sebagainya.Jika stres yang kamu rasakan tak juga membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
-
16 Desember 2020 artikel
Sindrom Metabolik Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Penyebab dan Gejalanya
Pernahkah kamu mendengar istilah sindrom metabolik? Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala penyakit yang terjadi pada seseorang, di antaranya:Tekanan darah tinggi (hipertensi),Gula darah tinggiObesitas (indeks massa tubuh lebih dari 25 kg/m2)Kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang atau obesitas sentral (lingkar pinggang >90 cm untuk pria dan >80 cm untuk wanita)Kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal. Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko kamu terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe-2. Menurut DMS Journal, sindrom metabolik memengaruhi sekitar 28 persen pria dan 46 persen wanita di Indonesia.Penyebab sindrom metabolikKelebihan berat badan dan jarang melakukan aktivitas fisik disebut-sebut sebagai penyebab sindrom metabolik. Kondisi ini juga dikaitkan dengan resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu gula diserap oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.Pada orang yang mengalami resistensi insulin, sel-sel tidak merespons insulin secara normal dan gula darah tidak dapat diserap dengan mudah. Akibatnya, kadar gula darah meningkat meski tubuh menghasilkan banyak insulin untuk menurunkan gula darah.Resistensi insulin sering kali terjadi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menjadi diabetes melitus tipe-2.Faktor risiko sindrom metabolikAda beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena sindrom metabolik, di antaranya:Usia. Risiko sindrom metabolik meningkat seiring bertambahnya usia.Obesitas. Memiliki berat badan berlebih, terutama di perut bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.Diabetes. Sindrom metabolik lebih mungkin terjadi apabila kamu memiliki diabetes gestasional (kehamilan) atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe-2.Penyakit lain. Risiko sindrom metabolik lebih tinggi jika kamu pernah menderita penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit perlemakan hati nonalkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS). Gejala sindrom metabolikSalah satu tanda sindrom metabolik yang mudah diketahui adalah lingkar pinggang besar. Selain itu, jika kadar gula darah tinggi, kamu dapat mengalami gejala diabetes, seperti haus, sering buang air kecil, kelelahan, dan penglihatan kabur.Kamu juga dapat didiagnosis mengalami sindrom metabolik apabila memiliki tiga dari kondisi berikut:Lingkar pinggang lebih dari 90cmpada pria dan 80 cm pada wanitaKadar trigliserida 150 mg/dLatau lebihKadar kolesterol baik HDL kurang dari 40 mg/dL pada pria dan kurang dari 50 mg/dL pada wanitaGula darah puasa lebih dari 100 mg/dLTekanan darah sistolik lebih dari 130 mm/Hg dan diastolik lebih dari 85 mm/Hg. Pengobatan dan pencegahan sindrom metabolikJika kamu didiagnosis mengalami sindrom metabolik, tujuan pengobatan yang dilakukan berfokus pada mengurangi risiko komplikasi.Dokter akan merekomendaskan perubahan gaya menjadi lebih sehat dan meresepkan obat untuk mengurangi tekanan darah, kolesterol, atau gula darah.Khusus untuk pencegahan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik.Menjaga berat badan pada kisaran yang idealMengonsumsi makanan bergizi seimbangRutin berolahraga minimal 30 menit setiap hariBerhenti merokok.Menghindari stress berlebihanRutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.Patuh pada pengobatan yang dianjurkan oleh dokter, misalnya pada orang yang memerlukan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan hipertensi.Jangan lupa juga untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk memantau kondisi kesehatan kamu.
-
15 Desember 2020 artikel
7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Klaster Keluarga
Pada beberapa kota besar di Indonesia, kasus penularan Covid-19 dari klaster keluarga terus bertambah. Klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang terjadi ketika salah satu anggota keluarga terinfeksi Covid-19 dari luar rumah, lalu secara tidak sadar menularkannya ke anggota keluarga yang lain.Misalnya, saat seseorang pergi berlibur atau bepergian ke dalam keramaian tanpa memerhatikan protokol kesehatan. Tanpa disadari, mereka dapat menularkan virus saat kembali ke rumah.Oleh sebab itu, setiap anggota keluarga memiliki peran yang penting dalam mengantisipasi Covid-19 klaster keluarga. Lantas, bagaimana caranya?Cara mencegah klaster keluarga Covid-19Berikut beberapa cara mencegah klaster keluarga Covid-19 yang bisa kamu lakukan bersama keluarga:Tidak mengadakan acara di rumah atau menghadiri pertemuan keluargaKamu disarankan untuk tidak mengikuti acara keluarga besar di tengah pandemi. Acara keluarga besar cenderung melibatkan banyak orang sehingga potensi penularan Covid-19 semakin besar. Sebagai solusinya, Kamu bisa berinteraksi dengan keluarga besar secara online.Menjaga jarakPenularan Covid-19 di rumah bisa mengancam seluruh anggota keluarga. Maka dari itu, kamu perlu menerapkan jaga jarak di rumah, misalnya berada di ruangan terpisah dengan anggota keluarga lain, terutama jika ada anggota keluarga yang sakit atau kerap bepergian ke luar rumah.Memakai maskerApabila kamu sering bepergian ke luar rumah, sebaiknya kamu senatiasa menggunakan masker saat di rumah. Hal ini penting dilakukan, terutama jika terdapat anggota keluarga yang rentan terinfeksi virus corona, seperti balita dan lansia. Masker juga perlu diganti setiap 4 jam.Mencuci tanganKebiasaan mencuci tangan secara rutin dapat melindungi kamu dan keluarga dari bahaya Covid-19. Kamu bisa mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik atau hand sanitizer yang mengandung alkohol 60 persen, guna menghilangkan virus yang menempel.Usahakan untuk mencuci tangan dalam berbagai kondisi berikut:Setelah berada di tempat umumSetelah bersin, batuk, atau membuang ingusSebelum makan atau menyiapkan makananSebelum menyentuh wajahSetelah ke kamar mandiSetelah melepas maskerSetelah mengganti popokSetelah merawat orang yang sakitSetelah menyentuh hewan Menerapkan etika bersin dan batukHindari batuk dan bersin di depan anggota keluarga. Sebaiknya, tutup mulut dan hidung kamu dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk maupun bersin. Lalu, buanglah tisu bekasnya ke tempat sampah dan segera cuci tangan kamu dengan sabun.Membersihkan rumahBersihkan dan disinfeksi rumah secara rutin dengan menyapu, mengepel, dan mengelap barang-barang menggunakan pembersih yang mengandung desinfektan. Pembersih tersebut dapat membantu membunuh virus yang menempel di permukaan.Menjaga kesehatanPastikan seluruh anggota keluarga menjaga kesehatan dengan baik. Konsumsi makanan bergizi seimbang beserta vitamin atau suplemen tambahan untuk meningkatkan kekebalan tubu. Sehingga, kamu dan keluarga tidak rentan terkena infeksi virus corona. Selain itu, minum air putih dan tidur dengan cukup, serta hindari stres.Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penularan Covid-19 klaster keluarga bisa dihindari. Jadi, mari lakukan cara-cara pencegahan ini mulai dari sekarang.
-
15 Desember 2020 artikel
7 Penyebab Kanker Prostat yang Wajib Pria Ketahui
Prostat memiliki peran yang penting dalam sistem reproduksi pria. Kelenjar kecil ini berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan semen, yakni cairan yang menjadi komponen dari air mani. Jika kesehatannya tidak dijaga, ada sejumlah penyakit yang bisa mengancam prostat. Salah satu yang paling berbahaya adalah kanker prostat.Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria. Data Global Burden of Cancer (Globocan) tahun 2018 mencatat 1.276.106 kasus baru kanker prostat dan 358.989 kematian akibat kanker prostat di seluruh dunia.Kanker prostat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali di kelenjar prostat. Umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar. Namun, pada sebagian kasus, sel-sel kanker bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.Pada awalnya, pria yang mengidap kanker prostat tidak akan merasakan gejala apa-apa. Namun, saat prostat sudah membengkak dan mulai memengaruhi saluran pembuangan urine atau sperma, penderitanya akan merasakan berbagai gejala berupaSulit buang air kecilAliran urine lemah atau tersendat-sendatSering ingin buang air kecil, terutama di malam hariAdanya darah dalam urine atau air maniBuang air kecil terasa menyakitkanNyeri saat ejakulasiSulit mendapatkan atau mempertahankan ereksiSakit atau tidak nyaman saat duduk. Gejala-gejala di atas kadang tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat. Sebab, ada beberapa penyakit prostat lainnya yang menunjukkan gejala serupa.Penyebab kanker prostatHingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker prostat. Namun, mutasi DNA pada sel normal di prostat disinyalir menjadi pemicunya. Di samping itu, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena kanker prostat, yaitu:UsiaFaktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan risiko kanker prostat adalah usia. Sekitar dua pertiga dari seluruh kasus kanker prostat didiagnosis pada pria berusia 65 tahun ke atas. Akan tetapi, semakin tua usia kamu, penyakit ini semakin tidak agresif, terutama di atas usia 70 tahun ke atas. Riwayat keluargaApabila kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, maka kamu juga berisiko tinggi memiliki penyakit yang sama. Misalnya, jika ayah atau saudara laki-laki kamu mengidap kanker prostat, kamu memiliki risiko yang lebih besar (hingga dua kali lipat) terkena kanker ini. Dalam beberapa kasus, mutasi gen yang menyebabkan kanker prostat bisa diturunkan.Tidak hanya itu, riwayat keluarga juga dapat menyebabkan sindrom Lynch. Sindrom ini merupakan mutasi gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Sindrom Lynch dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.ObesitasSejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas dapat memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kanker prostat dalam tingkatan yang parah atau bahkan meninggal karena kanker prostat.MakananMengonsumsi makanan berlemak tinggi juga dikaitkan dengan risiko kanker prostat. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada negara-negara yang sering mengonsumsi daging dan produk olahan susu, dibandingkan dengan negara-negara yang mengonsumsi nasi, olahan kedelai, daan sayur-mayur.RasMeski tidak sepenuhnya dipahami, ras juga dianggap sebagai faktor risiko kanker prostat. Pria yang berasal dari ras Afrika-Amerika lebih mungkin terkena penyakit ini dibanding pria dengan ras lain. Risiko kematian akibat kanker prostat bahkan lebih besar hingga dua kali lipat pada ras ini.Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 termasuk faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Kondisi ini diturunkan dalam keluarga, tapi hanya memengaruhi sejumlah kecil orang. Pada pria, perubahan gen tersebut bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat.Sindrom LynchSindrom Lynch juga merupakan mutasi gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.Merokok, jarang melakukan aktivitas fisik, dan sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi juga bisa meningkatkan risiko kamu terserang kanker prostat agresif.Dengan mengetahui beberapa penyebab di atas, setidaknya kamu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Kamu juga bisa menurunkan risiko terjadinya kanker prostat dengan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.
-
14 Desember 2020 artikel
Kenali Perbedaan Jenis-Jenis Masker Covid-19
Sebelum beranjak keluar rumah, biasanya kita akan mengecek isi tas dan kantong. Kunci motor sudah? Dompet? Handphone tidak lupa, kan? Namun, sejak pandemi Covid-19, yang ini juga jadi tambahan yang harus ada: hand sanitizer, tissue alkohol, dan masker.Untuk tambahan masker yang sekarang jadi aksesoris wajib demi pencegahan penularan virus corona, ada banyak pilihan yang bisa kamu gunakan. Di artikel ini, kita akan mengulas jenis-jenis masker yang ada, berikut dengan keunggulan, kekurangan, dan tips menggunakan masker yang tepat untukmu.Jenis-jenis maskerAda sejumlah jenis-jenis masker yang beredar di pasaran, mulai dari masker N95/KN95, masker bedah, masker kain 3 lapis, hingga masker kain 1 lapis (scuba, buff, atau bandana). Berikut ulasannya, mulai dari yang memberikan perlindungan standar hingga yang paling efektif.Masker kain 1 lapisMasker kain 1 lapis, seperti masker scuba, buff, atau bandana, mungkin bisa memudahkan kamu untuk bernapas. Akan tetapi, jenis masker ini tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai dari virus corona.Tetesan bersin atau batuk orang yang terinfeksi bisa masuk melewati masker kain 1 lapis ini. Selain itu, kamu juga dapat mengeluarkan kuman ke udara di sekitar ketika batuk atau bersin. Oleh karena itu, penggunaan masker kain 1 lapis pun tidak disarankan.Masker kain 3 lapisOrganisasi kesehatan WHO dan CDC merekomendasikan menggunakan masker kain ketika berada di tempat umum. Memang, masker kain 3 lapis dapat menurunkan risiko penularan virus corona melalui tetesan liur saat bicara, bersin, atau batuk.Perlindungan dari masker ini dianggap lebih baik daripada tidak menggunakan masker sama sekali. Jadi, kamu tetap perlu menjaga jarak meskipun sudah menggunakan masker.Untuk meningkatkan efektifitas masker kain, pilihlah masker dengan kombinasi lapisan beberapa jenis kain. Misalnya, masker dengan lapisan katun dan sutra, lapisan katun dan flanel, maupun kombinasi lapisan lainnya. Kain katun yang digunakan juga akan lebih baik kalau lebih ‘padat’, jadi pilihlah yang ketika diterawang terlihat rapat seratnya.Yang membuat masker ini menjadi pilihan banyak orang adalah kegunaannya yang bisa dipakai berkali-kali asalkan kamu rajin mencucinya. Selain itu, ingatlah bahwa tidak disarankan memakai masker kain lebih dari 4 jam dalam sehari. Jadi, pastikan kamu membawa masker cadangan saat beraktivitas di luar rumah.Masker bedahMasker bedah umumnya berwarna biru atau hijau dengan tepian putih. Masker sekali pakai ini mampu menutupi hidung, mulut, dan dagu sehingga melindungi kamu dari tetesan batuk atau bersin orang yang terinfeksi.Namun, masker bedah tidak mampu memberikan kamu perlindungan maksimal dari semua kuman karena bentuknya yang kurang pas dipakai di wajah. Tentunya, pilihan masker bedah yang pas mengikuti bentuk hidung serta dagu akan lebih baik.Selain itu, masker ini juga tidak seefektif masker N95 dalam memblokir partikel terkecil yang mungkin membawa virus corona.Masker N95 atau KN95Penggunaan angka 95 untuk deskripsi jenis masker ini berasal dari kemampuannya untuk menyaring lebih dari 95 persen partikel terkecil di udara, termasuk virus dan bakteri.Jadi boleh dibilang, masker N95 adalah masker yang paling efektif yang dapat kamu temukan di pasaran.Hal lain yang perlu kamu perhatikan untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari masker N95 ini adalah apakah masker pas di wajah. Jika masker tidak menempel dengan erat, misalnya masih ada celah-celah untuk partikel masuk dari sisi masker ke hidung atau mulut, maka kamu tidak akan mendapat perlindungan yang maksimal.Masker N95 biasanya digunakan oleh para tenaga kesehatan, khususnya mereka yang berada di garda terdepan. Dengan pertimbangan ketersediaan dan harga masker ini di pasaran, kamu boleh memilih menggunakan masker ini kalau akan melakukan aktivitas yang mungkin memiliki risiko terpapar lebih tinggi. Misalnya, kalau kamu akan berada di tempat ramai pada waktu cukup lama atau akan pergi ke rumah sakit.Tips menggunakan maskerJenis-jenis masker apapun yang kamu pakai, keefektifannya untuk mencegah penyebaran virus corona akan lebih baik kalau dipakai dengan tepat. Berikut adalah tips mudah yang bisa kamu terapkan:Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer jika tidak ada air.Periksa kondisi masker sebelum memakainya. Masker yang rusak tidak akan memberikan perlindungan maksimal untukmu.Kaitkan masker terlebih dahulu pada kedua telingaSesuaikan posisi masker dengan benar. Masker harus menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan baik.Jangan menyentuh bagian tengah masker saat kamu ingin menyesuaikan atau mencopot masker.Ganti masker kain setiap empat jam, terutama jika kotor atau basah. Masker kain yang terlihat masih bersih juga perlu diganti. Apabila kamu menggunakan masker bedah atau masker N95/KN95, kamu dapat langsung membuangnya setelah 8 jam penggunaan.Hindari menaruh masker di bawah dagu, menggantungnya di salah satu kuping, atau memasangnya di sekitar lengan karena bisa menyebabkan kamu terkontaminasi.Lepas masker dengan menyentuh talinya setelah digunakan. Hindari menyentuh bagian tengahnya.Apabila kamu menggunakan masker kain, cuci masker dengan sabun dan air panas. Selanjutnya, keringkan dan simpan di tempat yang bersih.Untuk masker sekali pakai, segera buang masker ke tempat sampah setelah digunakan.Pastikan kamu mencuci tangan setelah mencopot masker dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Dengan mengikuti berbagai tips di atas, niscaya kamu bisa mendapatkan perlindungan maksimal dari jenis-jenis masker yang kamu gunakan.
-
14 Desember 2020 artikel
Penyakit Prostat Mengintai Pria, Kenali Bahayanya
Saat mendengar kata prostat, apa yang ada di benak kamu? Prostat adalah kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih (uretra). Kelenjar ini tepat berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum.Kelenjar prostat berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan cairan yang menjadi komponen dari air mani yang disebut semen. Selain itu, kelenjar ini berperan dalam produksi hormon dan membantu mengatur aliran urine.Prostat rata-rata berukuran sebesar biji kenari atau bola ping-pong. Namun, seiring bertambahnya usia, ukuran prostat bisa menjadi lebih besar. Misalnya, saat berusia 40 tahun, kelenjar ini kemungkinan telah berukuran sebesar aprikot.Sayangnya, ukuran prostat yang terlalu besar bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang sering disebut sebagai penyakit prostat. Penyakit ini pun ada banyak macamnya.Kondisi ini bisa berbahaya jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Oleh sebab itu, mari kenali lebih jauh berbagai penyakit prostat yang bisa mengintai para pria.Jenis penyakit prostatPenyakit prostat memiliki sejumlah jenis dengan kondisi dan gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis penyakit prostat.Pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia)Penyakit prostat ini terjadi akibat pembesaran kelenjar prostat yang menekan saluran kemih sehingga menyempit. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa ingin buang air kecil, meski kandung kemih tidak terisi sama sekali.Tekanan prostat juga dapat melemahkan otot kandung kemih sehingga penderitanya sulit mengosongkan urine sepenuhnya. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti:Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hariButuh waktu lebih lama untuk mengeluarkan urineAliran urine lebih lemah, dan mungkin tersendat-sendatTimbul perasaan belum tuntas setelah buang air kecil. Pembesaran prostat jinak ini biasanya terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau kandung kemih.Peradangan prostatProstatitis atau peradangan prostat merupakan penyakit prostat yang sering terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun. Penyakit prostat ini dsebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih, misalnya Escherichia coli; maupun infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia.Selain itu, cedera pada kelenjar prostat atau gangguan pada sistem saraf juga bisa menyebabkan prostatitis. Gejala peradangan prostat yang bisa dirasakan, di antaranya:Kesulitan buang air kecilNyeri dan perih saat buang air kecilNyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksualMenggigil dan demamNyeri pada perut bagian bawah, punggung bawah, atau rektumKanker prostatKanker prostat adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi pada pria. Kanker ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar prostat.Kanker prostat dapat menimbulkan tanda dan gejala, di antaranya:Sulit buang air kecilAliran urine melemahDarah dalam air maniArea panggul tidak terasa nyamanNyeri tulangDisfungsi ereksiSel-sel kanker bahkan dapat menyebar ke organ tubuh lain sehingga bisa sangat berbahaya. Namun, jika dideteksi sedini mungkin, peluang kamu untuk sembuh lebih besar.Jika kamu merasa memiliki penyakit prostat, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
-
05 Agustus 2020 artikel
Hipotiroid pada Ibu Hamil, Dapat Berakibat Fatal pada Janin
Hipotiroid adalah kelainan yang membuat metabolisme tubuh melambat. Hal ini disebabkan karena rendahnya hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher yang menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi dalam berbagai metabolisme tubuh. Hipotiroid seringkali tidak terdiagnosis dan menyebabkan berbagai macam masalah. Hipotiroid akan semakin berbahaya, terutama jika terjadi pada ibu hamil karena akan berpengaruh pada janinnya. Peran tiroid pada masa kehamilan dan perkembangan janin Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan normal otak dan sistem saraf bayi. Selama trimester pertama, janin bergantung pada suplai hormon tiroid ibu. Kemudian pada sekitar 12 minggu, kelenjar tiroid janin mulai bekerja sendiri, tetapi kelenjar tiroid belum menghasilkan hormon tiroid yang cukup pada 18 hingga 20 minggu kehamilan. Gejala dan pengaruh dari hipotiroid selama kehamilan Gejala dari hipotiroid seringkali terabaikan oleh ibu hamil karena gejala dari hipotiroid mirip dengan gejala kehamilan awal seperti sembelit, mual, berat badan meningkat, dan kulit kering. Padahal kurangnya hormon tiroid dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik pada janin maupun pada ibu hamil sendiri. Hipotiroidisme yang tidak diobati, atau terlambat diobati, dapat meningkatkan risiko keguguran, dan telah dikaitkan dengan anemia ibu, miopati (nyeri otot, kelemahan), gagal jantung kongestif, pre-eklampsia, kelainan plasenta, dan pendarahan postpartum. Selain itu, hipotiroidisme berat yang tidak diobati pada ibu dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak pada bayi. Studi terbaru menunjukkan bahwa kelainan otak perkembangan juga dapat terjadi pada anak-anak yang lahir dari wanita yang memiliki hipotiroidisme ringan yang tidak diobati selama kehamilan. Pencegahan dan deteksi dini hipotiroid pada kehamilan American Thyroid Association (ATA) merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan TSH, FT4 berserta dengan penanda tiroid autoimun seperti anti-TPO pada ibu hamil terutama pada trimester pertama, guna mendeteksi gangguan fungsi tiroid pada ibu sedini mungkin. Terdeteksinya gangguan tiroid yang disertai dengan hasil anti-TPO positif pada ibu hamil perlu menerima pengobatan salah satunya dengan terapi levothyroxine. Pemeriksaan ini cukup penting dan tidak ada ruginya jika menambahkan pemeriksaan ini demi si kecil yang sehat dan cerdas, selain itu mencegah juga lebih murah dan efisien dibandingkan mengobati.
-
30 Juli 2020 artikel
Pastikan PSBB Tidak Merapuhkan Tulangmu
Kebanyakkan orang lebih menikmati melakukan aktivitas olahraga di luar rumah baik di tempat terbuka maupun di pusat kebugaran. Berolahraga di luar rumah bersama teman dan sahabat memberikan penyegaran kepada pikiran dan dapat menjadi sarana refreshing. Sayangnya, hal ini tidak dapat dilakukan dengan leluasa pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena pusat kebugaran ditutup dan tempat terbuka yang biasa dipakai berolahraga juga ditutup guna mencegah terjadinya kerumunan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar orang mengalami penurunan aktivitas fisik. Padahal, aktivitas fisik menjadi salah satu cara dalam menjaga kesehatan tulang dan membuat daya tahan tubuh tetap dalam keadaan prima. Kesehatan tulang merupakan hal yang sangat penting dan menentukan kesehatan seseorang. Pola hidup yang sedenter dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan seseorang kehilangan massa tulang, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan osteoporosis. Osteoporosis merupakan kondisi ketika tulang kehilangan massa atau kepadatannya, sehingga jadi mudah patah dan retak. Oleh sebab itu, mengubah gaya hidup dan disertai dengan melakukan pemeriksaan yang tepat dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah terjadinya osteoporosis, sehingga pada masa pandemi ini selain terhindar dari COVID-19, kita juga terhindar dari risiko osteoporosis. Memprediksi risiko osteoporosis paska WFH dan PSBB “Apakah osteoporosis dapat dihindari?” atau “dapatkah saya mencegah osteoporosis?” adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terutama di kalangan masyarakat yang memasuki umur 35 tahun ke atas. Osteoporosis dapat dicegah dengan mengubah pola hidup, berolahraga dan juga melakukan pemeriksaan penanda resorpsi tulang C-telopeptide dan N-MID Osteocalcin. Kedua pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memprediksi tingkat pembentukan dan pembongkaran tulang, jika nilai pembongkaran lebih besar maka dapat diprediksi individu tersebut berisiko terkena osteoporosis. Nilai dari kedua penanda resorpsi tulang ini dapat berubah seiring dengan perubahan gaya hidup, dan juga terapi. Pemeriksaan C-telopeptide dan N-MID Osteocalcin dapat dilakukan diseluruh cabang Laboratorium klinik Prodia yang sudah tersebar di berbagai bagian di Indonesia. Tips menjaga tulang tetap sehat selama #dirumahaja Tidak mudah untuk memotivasi diri untuk selalu melakukan olah raga apalagi yang terbiasa melakukan olah raga bersama teman dan sahabat atau komunitas. Ada berbagai cara memotivasi diri sendiri antara lain mengetahui akibatnya jika kurang gerak dalam jangka panjang, atau mengetahui kondisi pada saat ini. Apabila mengetahui status risiko osteoporosis sekarang maka dapat mencegah mulai sekarang.
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.