Hasil Pencarian

Hasil pencarian dari ""


  • 01 Juli 2019 artikel

    Nutrigenomik: Yang Perlu Diketahui Tentang Karakter Genetik Anda

    Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017, terjadi transisi penyakit, di mana semakin sedikitnya penyakit menular berbanding terbalik dengan penyakit tidak menular yang semakin meningkat dikarenakan ditemukannya vaksin dan antibiotik. Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi pemicu utama kematian terbesar di Indonesia. Apa sebenarnya Penyakit Tidak Menular itu? Terdapat empat tipe utama PTM, yaitu penyakit kardiovaskuler, kanker, pernapasan kronis, dan diabetes. Pemicu terbesar yang menggiring kepada PTM adalah faktor pola hidup modern, seperti pola makan yang kurang terjaga, merokok, penggunaan obat-obatan, dan kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas diet adalah salah satu pola hidup modern. Hal ini ditandai dengan banyak bermunculan berbagai macam jenis diet, dari diet membatasi asupan karbohidrat dan garam yang dikenal dengan diet mayo sampai diet karbohidrat dan memperbanyak lemak yang dikenal dengan diet keto. Menerapkan sebuah pola diet dengan tujuan mengurangi berat badan, atau bahkan meningkatkan berat badan diperbolehkan. Tetapi, apakah diet yang Anda pilih adalah diet yang sesungguhnya dibutuhkan tubuh Anda? Setiap tubuh memiliki karakter yang bisa diketahui lewat gen Anda. Dengan mengenal bagaimana karakter gen, asupan nutrisi yang Anda butuhkan pun akan tercukupi. Nutrigenomik adalah salah satu cara bagaimana Anda mengenal karakter tubuh Anda dan asupan nutrisi apa yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Sebelum mengenal lebih dalam mengenai Nutrigenomik, telebih dahulu perlu mengetahui apa itu nutrisi dan genomik. Nutrisi memiliki hubungan yang kuat dalam kaitannya dengan gizi. Sedangkan genomik adalah bidang yang mempelajari mengenai genom, bagaimana interaksi antar gen dan bagaimana lingkungan memengaruhinya. Dapat kita simpulkan, bahwa nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor genetik dengan nutrisi yang dapat memengaruhi bagaimana gen bereaksi terhadap nutrisi yang menjadi asupan. Dengan mengenal tipe gen di dalam tubuh, bagaimana gen bereaksi ketika Anda mengonsumsi makanan tertentu, banyak atau tidak kuantitasnya, atau bahkan kandungan gizi yang terkandung, Anda dapat mengetahui apa yang sejatinya tubuh Anda butuhkan. Tidak hanya kualitas maupun kuantitas asupan nutrisi yang Anda butuhkan, tetapi aktivitas tubuh yang perlu dilakukan juga menjadi faktor untuk menjaga kondisi tubuh yang seimbang dengan apa yang Anda makan.

  • 02 Mei 2019 artikel

    Hipertensi Penyebab Serangan Jantung yang Sering Terabaikan

    Sebagian dari penderita hipertensi mengalaminya tanpa merasakan gejala yang mengganggu. Itulah sebabnya penyakit berbahaya ini disebut silent killer, karena proses hipertensi itu sendiri dapat mempengaruhi atau merusak seluruh organ tubuh.Pada umumnya, penderita tidak tahu kalau ia menderita hipertensi karena tidak pernah periksa tekanan darahnya. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktifitas normal adalah 120/80 mmHg. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan daerah relatif stabil dan tetap berada dalam kisaran angka normal. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat waktu beraktifitas atau berolahraga.Hipertensi Primer Maupun Sekunder Sama BahayanyaPenyakit darah tinggi atau hipertensi, itu umumnya dikenal dengan dua tipe klasifikasi, yaitu: hipertensi primer dan hipertensi sekunder.Hipertensi primer, adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang, dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stres tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.Hipertensi sekunder, adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat penyakit lain yang diderita seseorang, seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal, atau gemuk.Hipertensi primer adalah yang paling banyak dialami. Penyakit hipertensi primer maupun sekunder ini bahayanya hampir sama, semunaya menyebabkan kerusakan organ, mempercepat terjadinya aterosclerosis (penyumbatan pembuluh darah).Peningkatan tekanan darah bisa disebabkan karena penggunaan obat-obatan, misalnya golongan kortikosteroid (kortison), hormon, atau antiradang (anti-inflammasi) secara terus-menerus, atau sering. Selain itu, merokok juga meningkatkan tekanan darah karena zat nikotin yang dikandung tembakau tersebut. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.Siapa pun Sebaiknya WaspadaYang lebih berbahaya dari hipertensi ini, adalah komplikasinya. Hipertensi menyebabkan terjadinya percepatan aterosclerosis yang menyebabkan pembuluh darahnya cepat tersumbat, yang bila terjadi di otak menjadi stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner.Agar hipertensi tidak berlanjut ke komplikasi gagal ginjal, kena stroke, serangan jantung atau disfungsi ereksi dianjurkan penderita hipertensi untuk rajin berolahraga dan melakukan perubahan gaya hidup. Harus pula disadari, agar tensi penderita hipertensi tadi diusahakan menjadi mendekati normal, atau serendah mungkin. 

  • 07 April 2019 artikel

    Ketahui Risiko Diabetes dan Penyakit Terkait Diabetes dengan DIArisk

    Diabetes atau yang awam kenal sebagai penyakit gula atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan di dunia. Salah satu penyebabnya adalah kontrol gula yang buruk. Menurut hasil penelitian dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, ada 415 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan sekitar 10 jutanya terdapat di Indonesia. Jumlah penderita diabetes di Indonesia ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2040.Melihat data ini, tidak heran jika diabetes menjadi penyakit yang ditakuti masyarakat. Diabetes pun seringkali menjadi panyakit yang tidak “permisi”, artinya muncul secara tiba-tiba tanpa disadari penderitanya. Apalagi, jika dibiarkan diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang secara perlahan menyerang organ penting di tubuh seperti mata yang dapat menyebabkan kebutaan, otak yang dapat menyebabkan stroke, hingga gagal jantung dan ginjal. Banyak penderita diabetes yang baru menyadari penyakitnya setelah terjadi komplikasi.Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes pasti akan lebih merasa khawatir dibandingkan mereka yang tanpa riwayat. Namun, dengan semakin banyaknya informasi seputar penyebab diabetes dan pengobatannya membuat masyarakat saat ini mulai memiliki kesadaran untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Beberapa tindakan pencegahan yang kerap dilakukan masyarakat dimulai dengan menjaga pola makan, misal dengan mengurangi makanan dengan gula berlebih, membatasi minum-minuman beralkohol, banyak mengonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan. Selain itu, masyarakat pun mulai diingatkan untuk menghindari kebiasaan merokok dan memperbanyak olahraga. Informasi terkait rutinnya melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu saran dalam upaya mencegah diabetes.Semakin berkembangnya teknologi kesehatan, pemeriksaan yang tersedia pun sudah semakin mutakhir. Salah satunya dengan adanya pemeriksaan berbasis genetik. Di mana kita bisa mengetahui risiko penyakit yang diturunkan melalui gen. Selain itu, dengan pemeriksaan ini kita juga bisa mengetahui risiko penyakit yang mungkin kita alami sebagai dampak dari pola hidup yang tidak sehat. Tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes belum tentu kita terbebas dari diabetes. Sebagai next generation healthcare provider, Prodia menyediakan pemeriksaan genomik pertama di Indonesia yang melihat risiko diabetes dan penyakit terkait diabetes, yang diberinama DIArisk. DIArisk merupakan pemeriksaan berbasis gen yang menganalisis kurang lebih 100 gen dan varian untuk mengetahui faktor risiko diabetes dan penyakit terkait diabetes. Jenis diabetes yang dapat diketahui risikonya dengan pemeriksaan DIArisk adalah risiko diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan gestational diabetes (diabetes saat kehamilan). Sedangkan komplikasinya adalah neuropati diabetes dan nefropati diabetes. Selain diabetes dan komplikasinya DIArisk juga dapat mengetahui faktor risiko obesitas, kelainan metabolisme lipid, dan penyakit ginjal kronis.Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan ini bukan bertujuan untuk mendiagnosis seseorang menderita diabetes. Dengan mengetahui risiko terhadap penyakit berdasarkan genetik ini, maka akan membantu seseorang dalam menentukan strategi pencegahan dan pengobatan secara personal agar dapat terhindar dari diabetes.Berdasarkan hasil pemeriksaan DIArisk yang diperoleh, risiko penyakit akan dikelompokkan menjadi risiko tinggi (high risk), risiko potensial (potential risk), risiko rata-rata (average risk) dan risiko rendah (low risk) yang merupakan cerminan dari kerentanan seseorang. Pemeriksaan DIArisk disarankan bagi mereka yang berusia 18 tahun sampai dengan 30 tahun, karena pada umur tersebut adalah umur optimal untuk melihat risiko penyakit dan dapat lebih berfokus kepada intervensi strategi pencegahan diabetes sedini mungkin.DIArisk disediakan Prodia untuk membantu menurunkan angka kejadian diabetes di Indonesia. Selain itu, DIArisk dapat menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan tindakan preventif terhadap risiko penyakit diabetes dan komplikasinya. Masyarakat juga dapat menekan biaya pengobatan, di mana DIArisk hanya diperiksa satu kali seumur hidup. DIArisk berguna untuk menilai risiko penyakit berdasarkan profil genetik dengan kata lain DIArisk adalah pemeriksaan preventif yang berfungsi sebagai warning untuk seseorang agar lebih berhati-hati tanpa menunggu sakit terlebih dahulu. 

  • 08 Maret 2019 artikel

    7 Tips Menjaga Ginjal Tetap Sehat

    Ginjal adalah salah satu organ penting yang bekerja keras dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan kualitas darah, oleh karena itu kondisinya harus tetap terjaga. Ginjal akan menyaring darah dari zat-zat yang tidak berguna (racun atau toksin dan air berlebih) untuk kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin. Selain itu, ginjal juga membantu mengontrol tekanan darah dan memproduksi hormon yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika ginjal mengalami gangguan, zat-zat yang tidak berguna akan menumpuk dalam tubuh sehingga menimbulkan berbagai jenis penyakit. Misalnya, infeksi saluran kemih, infeksi ginjal, batu ginjal, kanker ginjal dan penyakit lainnya.Lakukan 7 kebiasaan baik ini untuk menjaga kondisi ginjal Anda1.Menjaga pola makan dan minum yang sehatHindari minuman soda dan makanan olahan/awetan, batasi asupan garam, ganti daging berlemak tinggi dengan ikan atau daging tanpa lemak. Minum sedikitnya 6-8 gelas air putih sehari atau minimal 2 liter.2. Olahraga teraturJalan kaki 4-5 kali seminggu cukup untuk membantu menjaga kesehatan jantung yang juga baik untuk ginjal kita3. Kendalikan berat badanKegemukan meningkatkan risiko penyakit ginjal. Seseorang yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 berisiko mengalami penyakit ginjal sebesar 3-4 kali lipat, sedangkan mereka yang memiliki IMT > 25 berisiko mengalami penyakit ginjal sebesar 2 kali lipat.4. Tidak merokokHasil studi American Physiological Society menyimpulkan bahwa nikotin merupakan faktor risiko keparahan penyakit ginjal.Periksakan fungsi ginjal Anda. kombinasi antara merokok dan minum alkohol menyebabkan meningkatnya risiko penyakit ginjal kronik.5. Ketahui riwayat kesehatan dalam keluarga.Riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi dan penyakit ginjal yang dialami orang tua menyebabkan anak cenderung mengalami hal yang sama dibanding mereka yang berasal dari keluarga tanpa riwayat penyakit tersebut, sehingga harus lebih berhati-hati.6. Segera berobat ke dokter jika saat ini diduga mengalami penyakit ginjal.Jangan tunda pengobatan, turuti nasehat dokter agar penyakit ginjal tidak semakin parah.7. Rutin Check upSelain menjaga pola hidup sehat, mengontrol fungsi ginjal juga perlu dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Lakukan secara rutin setahun sekali sebagai langkah preventif risiko penyakit ginjal.Melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, perlindungan bagi ginjal Anda menjadi sempurna. Jangan tunggu sampai terlambat, berikan perhatian bagi ginjal Anda sedini mungkin. 

  • 24 Januari 2019 artikel

    Kenali Demam Dengue

    Bulan Januari-Maret merupakan musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu, di mana Anda harus waspada dengan demam dengue yang umum terjadi. Demam dengue disebabkan virus yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti.Ada 3 fase demam dengue yang biasa dialami ketika seseorang terjangkit virus dengue, yaitu:  Fase AkutFase awal demam dengue disebut dengan fase akut, di mana penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga mencapai 40oC selama 2 - 5 hari, sering kali disertai dengan wajah dan kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala.Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada fase demam adalah:Pemeriksaan Dengue NS1 Antigen dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus dengue dengan lebih awal pada hari 1-3 mulai demam. Deteksi infeksi dengue lebih awal sangat penting agar dapat melakukan terapi supportif dan pemantauan dengan segera, sehingga akan mengurangi risiko komplikasi seperti demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome.Pemeriksaan Anti Dengue IgG & IgM dilakukan pada fase demam akhir, umumnya mulai hari ke 3-4 onset demam. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui demam dengue primer (demam dengue pertama kali) dan demam dengue sekunder (demam dengue berulang).Pemeriksaan trombosit dan hematokrit harus terus dipantau, umumnya mulai hari ke-5 pasien rentan untuk memasuki fase kritis. Fase KritisSetelah melewati fase akut, umumnya mulai hari ke-5 pasien demam dengue akan mengalami fase kritis. Pada fase ini seringkali ‘mengecoh’ karena penderita merasa sembuh dan dapat melakukan aktivitas kembali, karena pada fase kritis ini suhu tubuh turun mencapai suhu normal yaitu 37oC.Jika fase ini diabaikan dan tidak segera mendapatkan penanganan, trombosit pasien akan terus menurun secara drastis dan dapat mengakibatkan perdarahan yang sering tidak disadari. Oleh sebab itu, pasien harus cepat ditangani oleh tim medis karena fase kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24-38 jam. Pada fase kritis pasien berisiko mengalami kebocoran pembuluh darah yang dapat dilihat saat penderita mengalami muntah secara terus menerus, mimisan dan lainnya.Pada fase ini perlu dilakukan pemeriksaan hematologi untuk pemantauan nilai trombosit dan hematokrit.Fase PenyembuhanBila pasien demam dengue berhasil melewati fase kritisnya, penderita akan kembali merasakan demam. Namun, hal ini wajar karena merupakan fase penyembuhan. Pada fase ini perlu dilakukan pemeriksaan hematologi, untuk pemantauan jumlah trombosit apakah sudah kembali normal.Diagnosis dini dan tepat sangat penting untuk pengelolaan pasien demam dengue untuk menghindari komplikasi seperti demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome (DSS).

  • 08 Oktober 2018 artikel

    Berapa Kadar Lemak dan Kolesterol Anda?

    Secara umum, seseorang tidak akan dapat mengetahui kadar lemak dan kolesterol yang terdapat dalam tubuhnya tanpa melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan lemak dan kolesterol akan menginformasikan data perkiraan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh serta risiko yang bisa jadi membahayakan tubuh. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan dalam mengatur pola hidup sehingga terhindar dari berbagai risiko seperti penyakit jantung dan stroke.1. Kolesterol totalKadar kolesterol tinggi memicu terjadinya aterosklerosis. Oleh karena itu, pemeriksaan ini digunakan sebagai salah satu faktor risiko aterosklerosis.2. Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) LDL seringkali disebut 'kolesterol jahat' karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL. Kadar LDL yang tinggi meningkatkan risiko Anda terhadap kejadian penyakit jantung.Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui profil lemak dan menilai keberhasilan pengobatan. Dulu, kadar kolesterol LDL ditetapkan melalui perhitungan namun ternyata diketahui bahwa kadar kolesterol LDL yang didapatkan dari metode perhitungan tidak akurat saat pasien memiliki kadar trigliserida yang tinggi (> 400 mg/dL) atau saat pasien tidak berpuasa dengan benar. Saat ini telah ada metode untuk menetapkan kadar kolesterol LDL secara langsung (direct) dan keuntungannya, pasien tidak perlu puasa. Anda perlu memastikan bahwa laboratorium yang Anda pilih menggunakan metode langsung (direk) tersebut.3. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein)HDL seringkali disebut sebagai 'kolesterol baik' karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kadar HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi Anda terhadap kejadian penyakit jantung.Pemeriksaan ini bermanfaat dalam menilai profil lemak dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dengan cara menentukan jumlah kolesterol yang terkandung dalam partikel HDL.4. TrigliseridaTrigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka kadar trigliserida akan meningkat. Peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.Sindrom metabolik adalah kombinasi antara peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, kelebihan lemak di sekitar perut (obesitas sentral), kadar HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke.5. Apolipoprotein B (Apo B)Kolesterol tidak dapat larut dalam darah sehingga membutuhkan 'carrier' atau pembawa untuk membawa kolesterol ke seluruh tubuh. Pembawanya berupa protein yang disebut sebagai apolipoprotein/apoprotein (apo). Kesatuan antara kolesterol dan apolipoprotein itu dikenal sebagai lipoprotein. Banyak sekali jenis lipoprotein, namun yang paling banyak dikenal yaitu LDL dan HDL.Pemeriksaan Apo B bermanfaat untuk meningkatkan prediksi risiko PJK. Semakin tinggi kadar Apo B, walaupun kadar LDL normal tetap saja meningkatkan risiko PJK. Jumlah Apo B menggambarkan jumlah partikel lipoprotein berbahaya yang bersifat aterogenik (dapat memicu proses aterosklerosis).Mulailah selektif dalam memilih makanan yang akan Anda konsumsi. Bila perlu periksa label makanan untuk mengetahui jumlah lemak jenuh yang terkandung dalam makanan. Disamping itu, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat membahayakan diri Anda.

  • 28 Agustus 2018 artikel

    Orang Tua Bisa Jadi Penyebab Obesitas Anak

    Orang tua modern cenderung memberi makan anak mereka berdasarkan iklan makanan dan suplementasi bayi, dan berbagai teori modern dari berbagai penerbitan maupun acara televisi. Mereka mengabaikan fakta, bahwa dengan keunikan masing-masing setiap anak akan butuh makan sesuai dengan kebutuhan individualnya, baik dari jenis makanan, jumlah, maupun jadwal dan waktunya.Ada anak yang produksi laktasenya terbatas, maka ia akan tidak doyan susu. Di pihak lain, ada yang daya serap pencernaannya rendah, sehingga makan terus tetapi tidak jadi gemuk. Ada pula yang daya serap pencernaannya efisien, sehingga cukup makan sedikit sudah membuat mereka energetik.Pengaturan yang berlebihan terhadap pola makan anak, secara bertahap akan menumpulkan dan ‘merevisi’ naluri pertumbuhan alamiahnya. Ibarat ayam, ia menjadi anak ayam yang tumbuh di peternakan, yang diberi makan sesuai jadwal dan gizi standard agar cepat ‘bongsor’ untuk tujuan bisa cepat 'dipanen’. Disini naluri alamiah anak tergantikan oleh aturan makan dari sang orang tua. Padahal jika ia makan sesuai naluri yang built-in di dalam tubuhnya, ia tidak akan kekurangan berat badan maupun menjadi kegemukan. Anak-anak desa yang belum tercemar pola makan modern dan anak-anak suku terasing tidak ada yang mengalami obesitas.Kesadaran Baru Bagi Orang TuaJika anak Anda mengalami obesitas, jangan buru-buru mencari penyebabnya dari luar. Luangkan waktu untuk memeriksa apakah Anda sudah menjauhkan anak dari naluri makan, sadari perasaan Anda sendiri tentang cara Anda merawat anak Anda. Mulailah menyadari hal-hal di bawah ini:1. Makanan berfungsi sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Ketika energinya berkurang karena terpakai, maka anak Anda akan didorong oleh rasa laparnya untuk makan lagi. Jadi ukuran porsi dan waktu makan lebih tepatnya adalah ditentukan oleh rasa lapar yang timbul karena kebutuhan-kebutuhan alamiahnya.Kalau anak Anda banyak beraktivitas dan mungkin makannya jadi banyak, ini adalah hal yang alamiah dan tidak akan membuat ia menjadi gemuk.2. Anak perlu diberi pilihan beberapa macam makanan. Pemaksaan pada makanan tertentu akan menumpulkan fungsi selera sebagai indikator kebutuhan tubuhnya. Ada 2 ekstrem yang mungkin bisa terjadi bila anak terlalu diatur makanannya. Ia bisa menjadi anak yang benci makanan sehingga kekurangan gizi, atau ia jadi kegemukan karena apa saja yang disodorkan kepadanya dimakan.3. Salah satu penyebab obesitas yang berasal dari orang tua adalah empati yang berlebihan.Terdapat konsep bahwa kondisi perut ‘yang ideal’ adalah perut yang selalu kenyang, dan makan yang membawa sejahtera adalah makan yang berlimpah.4. Lepaskan mitos bahwa apa yang dihidangkan di meja makan harus dihabiskan. Lebih percayai nafsu makan, selera makan dan aktivitas sang anak. Kalau seharian ia tidak banyak bergerak, maka tubuhnya juga tidak butuh banyak makan.Ketahui kondisi obyektif anak. Kalau ia sedang marah, maka emosinya itu akan menutup semua nalurinya untuk makan. Redakan dulu kemarahannya, usahakan ia menemukan solusi dari sumber kemarahannya, baru makan.5. Makan adalah a serious business. Jangan membiasakan anak makan sambil main playstation, nonton televisI, dan sebagainya. Dengan fokus hanya pada kegiatan makan, maka ‘alarm’ tubuhnya senantiasa peka memberi tanda kecukupan dari makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Kebiasaan ini juga bisa menghindarkan si anak dari menggunakan makanan untuk menghibur diri di saat stres. 

  • 16 Agustus 2018 artikel

    Lakukan Skrining Rutin Sebelum Kanker Leher Rahim Menghampiri

    Meski tidak bergejala, kanker leher rahim stadium awal bisa dideteksi melalui skrining rutin (melakukan pemeriksaan tanpa menunggu munculnya gejala). Beberapa metode skrining kanker leher rahim yang saat ini dikenal, antara lain:1.Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang telah dioles dengan larutan asam asetat 3-5%. Dalam waktu 10 menit, bila hasil olesan tersebut menunjukkan adanya perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan di sel leher rahim. Sayangnya, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifitas yang rendah.2. Pemeriksaan Sitologi (Pap Smear)Pemeriksaan untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel leher rahim dengan teknik pewarnaan papanicolau, kemudian diamati di bawah mikroskop. Bahan pemeriksaan untuk pap smear diambil melalui liang vagina.Terdapat 2 macam jenis pap smear, yaitu Pap Smear Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC). Bedanya, pada metode SSBC, contoh lendir serviks dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop. Sehingga hasil pengamatan di bawah mikroskop akan lebih akurat.3. Pemeriksaan HPV-DNAPemeriksaan HPV-DNA adalah pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari leher rahim. Food Drug and Administration (FDA) menyetujui penggunaan pemeriksaan HPV-DNA bersama-sama dengan pap smear sebagai skrining primer kanker leher rahim pada wanita, terutama pada usia di atas 30 tahun.Siapa yang perlu melakukan skrining?Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan skrining kanker leher rahim secara rutin, yaitu:Jika Anda berusia < 21 tahun: skrining dengan pap smear dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.Jika Anda berusia antara 21-30 tahun: skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.Jika Anda berusia antara > 30 tahun: pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara berkala. Wanita berusia > 30 tahun yang telah aktif secara seksual berisiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap dan hal ini berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim. Skrining kanker leher rahim pun masih diperlukan pada kondisi-kondisi khusus seperti:A.Wanita yang telah diangkat rahimnyaJika sebelum rahim diangkat, pasien memiliki hasil pap smear abnormal (High-grade Squamous Intraepithelial Lesion/HSIL), ada riwayat lesi pra kanker (Cervical Intraepithelial Neoplasia/CIN) 2/3) atau belum pernah melakukan pemeriksaan pap smear, maka pemeriksaan dilakukan setiap tahun. Bila selama 3 tahun berturut-turut hasilnya negatif, maka setelah itu skrining bisa dihentikan.Jika sebelum rahim diangkat tidak memiliki riwayat pemeriksaan pap smear maupun HPV-DNA abnormal, skrining tidak perlu dilakukan. B. Wanita yang sudah divaksinasiPada kondisi pasca vaksinasi, skrining secara rutin tetap diperlukan karena:Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap keseluruhan jenis HPV tipe risiko tinggi (hanya tipe 16 dan 18),Perlindungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap, dan-Vaksin tidak memberikan perlindungan sempurna kepada pasien yang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18. 

  • 15 Agustus 2018 artikel

    Panduan Sebelum Pap Smear Agar Hasil Lebih Akurat

    Kunci dari upaya penyembuhan semua jenis penyakit kanker, adalah pendeteksian dini. "Untuk kanker serviks pendeteksian itu dilakukan dengan pap smear" , kata Dr. M Farid Aziz DSOG, dokter kandungan yang berspesialisasi pada bidang ilmu penyakit ini kepada suatu media di Jakarta (Kompas, 13 Mei 2017). Tes pap smear adalah upaya pengambilan cairan contoh lendir vagina untuk diteliti, apakah terlihat kelainan sel di sekitar rahim yang mencurigakan sebagai indikasi kanker leher rahim. Pemeriksaan ini seharusnya dilakukan secara rutin setiap tahun oleh setiap wanita yang aktif secara seksual. Sebelum melakukan Pap Smear, ikuti beberapa panduan berikut agar hasil Anda lebih akurat: - Waktu terbaik pengambilan lendir serviks adalah dua minggu setelah hari pertama mendapat haid, agar dinding serviks benar-benar bersih dari bercak darah. - Jangan menggunakan pembasuh atau sabun antiseptik di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks. - Sebaiknya, tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks. - Saat pengambilan lendir, usahakan agar otot-otot vagina dalam kondisi santai (rileks), agar lendir dapat terambil dalam jumlah yang cukup. - Laporkan jika Anda menggunakan pil KB atau preparat hormon wanita lainnya. - Perhatikan adanya kelainan di sekitar vagina, apakah ada gatal, keputihan, dan kondisi lain yang mencurigakan. Perawatan yang Dapat Dilakukan Jalani pap smear secara teratur. Faktor risiko paling besar bagi kanker serviks ganas adalah pap smear yang tidak teratur. Umumnya pakar menyarankan agar mulai menjalani pap smear segera setelah aktif secara seksual. Tetaplah dengan satu pasangan. Semakin banyak ganti-ganti pasangan seks akan semakin tinggi pula risiko kena kanker serviks. Begitu pula, walaupun Anda setia dengan satu pasangan saja, tetapi suami Anda suka berhubungan dengan banyak wanita, risiko akan sama tingginya. Tunggulah sampai Anda cukup umur untuk melakukan hubungan seks. Dalam salah satu kajian terbaru, satu pasangan sebelum berusia 20 tahun akan meningkatkan risiko terpaparnya HPV seorang wanita 3 kali lipat, dan bila mempunyai 3 atau lebih pasangan seks, risikonya meningkat menjadi 10 kali lipat. Gunakan metode pelindung dari paparan virus HPV. Kondom dan diafragma dapat melindungi serviks saat berhubungan seks dari sejumlah bahan yang dapat menimbulkan iritasi, termasuk ikut menempelnya virus HPV. Matikan rokok Anda, dan jika suami Anda perokok, anjurkan untuk berhenti. Nikotin dan bahan-bahan kimia lain dari asap rokok akan terkonsentrasi di dalam cairan leher rahim, sehingga menurunkan kemampuan perlindungan dirinya dari infeksi. Makanlah dengan pola seimbang yang lebih baik. Asupan vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan asam folat dalam jumlah memadai dari makanan yang dikonsumsi, atau suplemen, dapat melindungi dari kanker serviks. Selama bulan Agustus hingga Desember 2018, Prodia bekerja sama dengan BPJS kesehatan mengadakan program pemeriksaan pap smear tanpa dikenakan biaya. Informasi lebih lanjut, klik di sini.

  • Hasil tidak ditemukan.
  • Hasil tidak ditemukan.