Prodia Kalahkan Nilai Rata-Rata Industri Kesehatan Global Melalui INFRAM Assessment
Bukti komitmen Prodia terhadap kualitas, inovasi, dan keandalan.
JAKARTA, 2 Oktober 2023 – INFRAM atau kepanjangan dari The Infrastructure Adoption Model merupakan sebuah model yang menilai dan memetakan kemampuan infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk mencapai tujuan klinis dan operasional sekaligus memenuhi tolok ukur dan standar internasional yang dikeluarkan oleh HIMSS (Healthcare Information Management & System Society). Beberapa kelebihan INFRAM adalah dapat menilai dan mengukur tingkat kematangan infrastruktur organisasi layanan kesehatan dan membandingkannya dengan infrastruktur layanan kesehatan lainnya di dunia; melakukan evaluasi mobilitas, keamanan, kolaborasi, networking, dan pusat data; mengembangkan rencana teknologi strategi terperinci yang menentukan jalur untuk mencapai tujuan klinis dan operasional; bertindak berdasarkan bukti untuk menciptakan kasus bisnis yang menarik untuk investasi yang menghubungkan pengalaman, hasil, dan teknologi pemangku kepentingan.
Andri Hidayat, Direktur Digital Service Transformation & IT Prodia, menyampaikan pentingnya revitalisasi infrastruktur digital dengan Model Adopsi Infrastruktur HIMSS (INFRAM) karena membantu para pemimpin layanan kesehatan dalam menilai dan memetakan infrastruktur layanan kesehatan dan kemampuan teknologi terkait yang diperlukan untuk mencapai tujuan infrastruktur fasilitas mereka sekaligus memenuhi tolok ukur dan standar internasional yang ditetapkan oleh model yang sudah matang ini.
Bulan September 2023 lalu, Prodia menjadi satu-satunya penyedia layanan kesehatan di Indonesia yang sudah mendapatkan assessment oleh HIMSS secara langsung, dimana saat ini telah mencapai Stage 5 dari total 7 Stage yang ada. Hal ini sangat baik jika dibandingkan dengan rata-rata layanan kesehatan di Asia Pasifik yang hanya mencapai Stage 2,9 (dari 51 pelayanan kesehatan) dan rata-rata berada di Stage 3.3 secara global (dari 346 pelayanan kesehatan).
Pencapaian hasil penilaian INFRAM ini semakin mengukuhkan posisi Prodia sebagai penyedia jasa layanan kesehatan yang dapat memberikan pengalaman terbaik dan nilai tambah bagi pelanggan. Hal ini mencerminkan komitmen Prodia untuk memberikan kualitas, inovasi, dan keandalan, yang kesemuanya berkontribusi pada pengalaman yang lebih positif dan berharga bagi pelanggan.
Menurut Andri, organisasi layanan kesehatan saat ini tidak dapat membangun atau meningkatkan kemampuan lain yang diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas tanpa didukung oleh infrastruktur yang baik. Sehingga, jika suatu organisasi bekerja dengan infrastruktur yang lemah, mereka mungkin kesulitan dalam melakukan transformasi digital. Melalui penilaian HIMSS INFRAM ini dapat menentukan kematangan adopsi infrastruktur di Prodia saat ini. Pengukuran dan analisis ini juga akan membantu menginformasikan perkembangan strategi kesehatan digital Prodia dan kasus bisnis di masa depan. Tidak hanya bagi Prodia, setiap organisasi ataupun institusi dapat memanfaatkan INFRAM untuk meningkatkan dimensi kesehatan digital yang mendukung manusia dan interoperabilitas. Sejalan dengan strategi digitalisasi Prodia, melalui model ini, Prodia yakin dapat mencapai pengaturan standar yang ideal dengan memperbaiki transportasi jaringan dan mobilitas nirkabel, dan memperkuat pusat data.
******
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 31 Agustus 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 289 outlet, di 78 kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre.
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.+62-21-3144182 ext 3816
Email: corporate.secretary@prodia.co.id