Kinerja Keuangan

Melesat 8,5% Pendapatan Prodia Semester I Tahun 2026 Tumbuh Hingga Rp1,11 Triliun, Ditopang oleh Pertumbuhan Pendapatan Seluruh Segmen Pelanggan

01 August 2026

Pendapatan Semester I 2026 mencatatkan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, didukung pertumbuhan laba dan inovasi layanan.

Jakarta, 30 Juli 2026 — PT Prodia Widyahusada Tbk (“Perseroan” atau “Prodia”, IDX: “PRDA”), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun pada Semester I tahun 2026, menjadikan pendapatan Semester I tertinggi selama empat tahun terakhir atau tumbuh sebesar 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7% YoY, yang didukung oleh penjualan tes esoterik sebagai kontributor pendapatan terbesar pada periode ini. Kinerja tersebut juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang positif di seluruh segmen pelanggan, baik pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, maupun klien korporasi. Perseroan telah melayani hampir 10 juta tes hingga Juni 2026, dengan pertumbuhan penjualan tes esoterik yang lebih tinggi, mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan kesadaran pelanggan terhadap tes yang lebih presisi dan advanced. Di sisi lain, pertumbuhan tes medis, termasuk tes rutin serta layanan non-laboratorium seperti vaksinasi dan konsultasi dokter, mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus meningkat terhadap kualitas dan kelengkapan layanan kesehatan Prodia. 

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA Perseroan mencapai Rp216,3 miliar, meningkat 7,1% YoY, mencerminkan efektivitas strategi operasional dan efisiensi bisnis yang terus dijalankan. Peningkatan pendapatan yang diiringi pengelolaan biaya secara disiplin turut mendorong peningkatan laba bersih Perseroan menjadi Rp77,6 miliar atau tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset terkoreksi tipis sebesar 2,0% YoY menjadi Rp2,64 triliun, didukung oleh aset lancar yang relatif stabil sebesar Rp994,8 miliar serta aset tidak lancar sebesar Rp1,64 triliun, sejalan dengan investasi Perseroan dalam pengembangan aset dan kapasitas operasional.

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp301,0 miliar, sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan aktivitas operasional Perseroan selama Semester I tahun 2026. Di sisi lain, total ekuitas Perseroan menjadi Rp2,34 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang tetap sehat dan didukung oleh likuiditas yang terjaga. Dari sisi arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar. Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp86,2 miliar dialokasikan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna memperkuat kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan Perseroan. Perseroan juga secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan struktur keuangan guna menjaga fleksibilitas pendanaan serta memperkuat ketahanan finansial di tengah dinamika bisnis.

President Director Prodia, Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa Semester I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang. “Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin berkembang, kami terus bertransformasi dengan menghadirkan inovasi yang relevan, memperluas akses layanan, serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi. Memasuki Semester II tahun 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang. Untuk itu, kami terus menghadirkan sumber pertumbuhan baru melalui inovasi layanan, antara lain Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, dan Stemcell Clinic by Prodia, yang semakin memperkuat kapabilitas kami di bidang precision health. Di saat yang sama, kami terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, mendorong efisiensi operasional, serta memperluas kemitraan strategis termasuk dengan mitra internasional. Kami yakin langkah-langkah tersebut akan memperluas pangsa pasar Prodia, memperkuat posisi kami sebagai pemimpin layanan diagnostik di Indonesia, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” papar Liana.

Dari sisi pengelolaan keuangan, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia, mengungkapkan, “Kinerja Semester I tahun 2026 mencerminkan pertumbuhan yang berkualitas, ditandai oleh peningkatan pendapatan, EBITDA, laba bersih, dan arus kas operasi. Memasuki Semester II, kami akan terus memperkuat product mix, menjaga disiplin biaya, serta meningkatkan produktivitas aset untuk mempertahankan momentum profitabilitas. Setiap keputusan investasi dan alokasi modal akan dilakukan secara selektif berdasarkan nilai strategis, potensi pertumbuhan, serta kontribusinya terhadap arus kas dan penciptaan nilai jangka panjang. Dengan struktur permodalan yang sehat, likuiditas yang terjaga, dan arus kas operasi yang positif, Perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan keuangan di tengah dinamika industri. Kami optimistis pendekatan tersebut akan memperkuat profitabilitas, meningkatkan kualitas imbal hasil bagi pemegang saham, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Marina.

Sepanjang Kuartal II tahun 2026, Prodia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan melalui implementasi empat pilar keberlanjutan PRO-D-I-A. Komitmen tersebut diwujudkan melalui konsistensi dalam menjaga standar mutu laboratorium bertaraf internasional dengan mempertahankan akreditasi College of American Pathologists (CAP) sejak 2012. Di bidang tata kelola perusahaan, komitmen tersebut juga tercermin melalui berbagai penghargaan yang diraih Prodia, di antaranya Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 serta Top CSR Awards 2026.

Dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, Prodia melanjutkan kerjasama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram dalam bidang pendidikan dan penelitian laboratorium klinik. Sejalan dengan komitmen untuk memperluas akses layanan kesehatan yang inovatif, Prodia meresmikan lokasi baru Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Jakarta, serta meresmikan Stemcell Clinic by Prodia yang berlokasi di Prodia Senior Health Centre Jakarta. Prodia juga menghadirkan My HPV-Test bersama Roche Diagnostics sebagai layanan skrining HPV dengan metode self-collection yang lebih praktis, nyaman, dan privat. Transformasi digital juga terus diperkuat melalui peluncuran fitur pembayaran digital U-aang U by Prodia powered by blu yang semakin memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan kesehatan secara terintegrasi.

#Prodia #LaporanKeuangan #Kinerja #PRDA #Sustainability #InovasiTeknologi
 

******
 

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA, beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan internasional. Karenanya, hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 pada tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai Rp1,22 triliun. Hingga 30 Juni 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 392 outlet, di 82 kota, 111 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia, di antaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Fenty Diah     

Corporate Secretary Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph.       +62-21-3144182 

Email: corporate.secretary@prodia.co.id 

Mella Melia

Investor Relation Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk

Ph: +62-21-3144182

Email: investor.relation@prodia.co.id