ESG

Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals: Good Health & Well-Being, Prodia Gelar Skrining Demensia Gratis untuk 20.000 Warga Berusia Lanjut di Seluruh Indonesia

12 March 2025

Program skrining demensia gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan risiko demensia.

Jakarta, 10 Maret 2025 – Dalam upaya mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berusia lanjut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meluncurkan program skrining demensia gratis bagi 20.000 warga berusia lanjut di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi salah satu pilar keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance) Prodia, Providing Healthcare Services for All yang bertujuan memberikan layanan kesehatan yang menitikberatkan pada aspek sosial dalam meningkatkan akses kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya kelompok masyarakat berusia lanjut. Program skrining demensia gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan risiko demensia. Program ini berlangsung pada 24 Februari hingga 31 Desember 2025 di 95 cabang Prodia yang telah memiliki izin klinik di seluruh Indonesia.

Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan berfikir logis, pemahaman bahasa) dan mampu mengubah aktivitas hidup seseorang secara signifkan. Di tingkat global sendiri, setiap tahunnya kasus Demensia bertambah sebanyak 10 juta kasus. Prevalensi pengidap demensia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 55 juta pengidap di seluruh dunia, dengan total 60% pengidapnya hidup di negara berpenghasilan rendah-menengah, dan demografi kasusnya lebih banyak dialami oleh perempuan. Di Indonesia sendiri, prevalensi demensia pada tahun 2017 mencapai sekitar 1,2 juta. Angka ini diproyeksikan dapat meningkat lebih dari 300% menjadi 4 juta orang pada tahun 2050. 

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen ESG perusahaan. “Sebagai pemain di industri layanan kesehatan, Prodia tidak hanya fokus pada inovasi medis tetapi juga bertanggung jawab dalam menciptakan dampak sosial yang positif. Program ini adalah bagian dari inisiatif ESG kami untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat usia lanjut melalui deteksi dini penyakit neurodegeneratif seperti demensia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Indriyanti menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah esensial dalam menangani demensia. “Skrining dini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat, sehingga dapat meningkatkan harapan hidup serta kualitas hidup para masyarakat berusia lanjut,” tambahnya.

Program Skrining Demensia ini terbuka bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas dan dapat dilakukan di 95 cabang Prodia yang berizin klinik.  Pada tahap awal, peserta akan diberikan Kuesioner AD-8 INA untuk melakukan penilaian awal apakah terdapat kecurigaan gangguan kognisi. Jika hasil AD-8 INA menunjukkan hasil lebih dari sama dengan 2 (≥2), maka akan dilanjutkan dengan skrining lanjutan MOCA-INA oleh dokter Prodia. Jika hasil (skor MOCA-INA ≤25 – kurang dari sama dengan 25), maka telah terjadi penurunan fungsi kognitif.  Peserta akan diarahkan dokter Prodia untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan Dokter Internis Geriatri /Dokter spesialis syaraf di Prodia Senior Health Center Jakarta, Surabaya, Makassar.

AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan edukasi kesehatan terkait kemampuan berpikir dan penurunan daya ingat sejak dini. “Pada tahun 2024, kami berhasil menyaring lebih dari 10.598 peserta, melampaui target awal 10.000 peserta. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, kami meningkatkan target menjadi 20.000 peserta di tahun ini. Dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti program ini, kami berharap masyarakat juga dapat semakin aware dan teredukasi terhadap keberadaan demensia serta risiko gejalanya yang mungkin timbul.” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi ESG, Prodia juga aktif dalam berbagai program keberlanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses kesehatan bagi masyarakat luas, termasuk layanan kesehatan berbasis personalized medicine di Prodia Senior Health Center. Dengan semakin luasnya cakupan program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan otak dan mengambil langkah preventif untuk mencegah demensia.

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.       +62-21-3144182 ext 3816
Email     corporate.secretary@prodia.co.id