Seminar

Fokus Dalam Pengembangan Regenerative Medicine, Prodia Gelar Seminar Kolaborasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang

04 December 2024

Adapun fokus utama dalam seminar ini memaparkan sejumlah informasi penting terkait perkembangan teknologi seputar aging dan regenerative medicine.

Palembang, 29 November 2024 - Sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan visi Centre of Excellence, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menggelar seminar dan diskusi ilmiah sebagai buah kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI). Prodia telah banyak berperan sebagai penyedia sarana literatur dan prasarana pendukung penelitian bagi mahasiswa, dokter, dan dosen di berbagai universitas. Seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan mengenai perkembangan terbaru dalam tata laksana dan penanganan penyakit yang melibatkan rekayasa jaringan serta pendekatan multidisiplin ilmu dalam upaya terapeutik. Adapun fokus utama dalam seminar ini memaparkan sejumlah informasi penting terkait perkembangan teknologi seputar aging dan regenerative medicine. Seminar berlangsung di Gedung Azwar Agoes FK Universitas Sriwijaya Palembang  (29/11) yang dihadiri oleh Dekan dan Dosen FK UNSRII, Kepala Program Studi Sp1, Sp2, S2, dan S3, Ketua Departemen FK UNSRI, serta sejumlah akademisi dan praktisi Dokter Spesialis dan Dokter Umum.

Dalam sambutannya, Founder dan Komisaris Utama Prodia, Drs. Andi Wijaya, PhD, MBA, mengatakan “Aging dan regenerative medicine adalah bidang yang terus berkembang dengan potensi luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut. Melalui inovasi dalam terapi regeneratif ini, kita dapat memperlambat proses penuaan dan memperbaiki jaringan yang rusak, serta memberikan harapan baru bagi pasien dengan kondisi degeneratif. Teknologi ini memungkinkan kita tidak hanya merawat penyakit, tetapi juga memulihkan fungsi tubuh yang hilang. Prodia percaya bahwa masa depan kesehatan terletak pada bagaimana kita bisa mengintegrasikan inovasi dalam aging and regenerative medicine ke dalam praktik klinis. Dengan mendukung penelitian dan pengembangan di bidang ini, kami berkomitmen membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih lama.”

Seminar ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa para praktisi medis di Palembang dan sekitarnya selalu memiliki akses terhadap informasi terbaru terhadap inovasi terbaru di bidang aging dan regenerative medicine. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperpanjang harapan hidup yang sehat bagi masyarakat. Terlebih, kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan baru di dunia kesehatan. Dengan demikian, seminar ini tidak hanya memperkuat sinergi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata layanan kesehatan di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Andi Wijaya juga menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan sebagai aset emas, terutama di kalangan lansia, karena seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memelihara dan memperbaiki jaringan semakin menurun. Dari tujuh pilar penuaan, salah satu tantangan medis utama yang dihadapi adalah masalah sel punca dan regenerasi. Untuk mengatasi tantangan ini, perkembangan ilmu medis telah memperkenalkan pengobatan regeneratif, seperti MSC – EV (Vesikel Ekstraseluler) turunan. Sebagai contoh lainnya, Andi menjelaskan bahwa pada penderita diabetes melitus memiliki masalah kaki sering kali berujung pada amputasi akibat kompleksitas patologi seperti gangguan penghalang, infeksi, dan stres oksidatif. Namun, dengan pendekatan pengobatan regeneratif seperti MSC-EV, proses penyembuhan luka dapat ditingkatkan secara signifikan, memberikan harapan baru bagi pasien dengan kondisi kompleks tersebut.

Seminar ini juga membahas topik holistik dengan menghadirkan pembicara yang mumpuni di bidangnya, yaitu dr.Alwi Shahab SpPD, KEMD membawakan topik mengenai Pancreas in the Aging Process and Type 2 Diabetes Mellitus in the Elderly, Dr. Yulianto S[PD, KEMD yang membawakan topik mengenai Type 2 Diabetes Remission Programme “A mission: [Im] possible?” danRima Haifa, S.Si, M.Farm-Klin yang membawakan topik mengenai Ongoing and Upcoming Stem Cell’s Research-based Therapy.

Prodia juga berinovasi menghadirkan aplikasi Prodia for Doctor dengan tujuan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi dokter untuk menunjang layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien dengan menawarkan kemudahan bagi dokter dalam membuat rujukan pemeriksaan kesehatan ke Prodia, memberikan konsultasi kepada pasien, memantau riwayat hasil pemeriksaan kesehatan pasien, hingga menjadi wadah para dokter mendapatkan informasi mengenai diagnostik.

Prodia berharap untuk dapat terus membangun hubungan baik dengan FK UNSRI dengan proses transfer knowledge juga berjalan dengan lebih lancar melalui kerja sama dengan menyediakan layanan khusus untuk mendukung riset dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, akademisi, dan dokter yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian-penelitian terbaru yang bermanfaat bagi layanan kesehatan masa depan. Sehingga, Prodia terlibat secara aktif dalam mendukung penelitian dokter, akademisi, dan mahasiswa dengan tujuan akademik, studi epidemiologi, hingga publikasi. 

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. 

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.       +62-21-3144182 ext 3816
Email     corporate.secretary@prodia.co.id                                  

Reskia Dwi Lestari
Marketing Communication Manager
PT Prodia Widyahusada Tbk 
Ph.       +62-21-3144182 ext 3762
Email    reskia.dwi@prodia.co.id