StemCell

Menyongsong Masa Depan Terapi Regeneratif dan Stemcell: Founder Prodia Group Ungkap Inovasi Terbaru di Hadapan Investor

05 November 2024

Prodia dan ProSTEM menyambut kedatangan puluhan investor kawakan, salah satunya Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai Warren Buffett Indonesia untuk menyelami strategi unggul dan rencana masa depan...

Jakarta, 5 November 2024 – Seiring dengan kemajuan dalam terapi regeneratif, PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia” dengan Kode saham: PRDA) dan PT Prodia Stemcell Indonesia (“ProSTEM”), yang keduanya merupakan anak usaha di bawah holding PT Prodia Utama (“Prodia Grup”), menyambut kedatangan puluhan investor kawakan, salah satunya Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai Warren Buffett Indonesia untuk menyelami strategi unggul dan rencana masa depan kedua perusahaan tersebut. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan dan menunjukkan komitmen Prodia dan ProSTEM dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terdepan, khususnya di bidang terapi sel punca. Dalam kunjungan tersebut, para investor berdiskusi dengan top level management dari kedua perusahaan. Nampak hadir Bapak Andi Wijaya selaku founder dan Komisaris Utama, Ibu Dewi Muliaty selaku Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Ibu Liana Kuswandi selaku Direktur Keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk, Ibu Cynthia Retna Sartika selaku Direktur PT Prodia Stemcell Indonesia, serta jajaran manajemen dari kedua perusahaan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Andi Wijaya, Founder Prodia Grup, memberikan gambaran mengenai grup usaha Prodia serta prospek bisnis anak-anak perusahaan di bawah Prodia Group seperti Proline dan ProSTEM. Prodia sendiri telah memiliki sebanyak 39% saham pada Proline, sedangkan ProSTEM saat ini merupakan sister company Prodia. Selanjutnya, para investor diajak melakukan Tour de Lab baik di Prodia maupun di ProSTEM, untuk melihat kecanggihan advanced and automation Lab di Prodia serta mengunjungi Advanced Cell Therapy Production Lab di ProSTEM. Prodia yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas layanan lab diagnostiknya, sementara ProSTEM tengah merencanakan pengembangan portofolio terapi regeneratif baru dengan menggunakan Mesenchymal Stem Cells (MSC), termasuk proyek pengembangan nasal drop untuk stroke iskemik.

Andi Wijaya, mengatakan, “Perusahaan-perusahaan dalam Prodia Grup merupakan perusahaan pelopor, salah satunya Prodia yang sudah melakukan IPO. Selain itu, Prodia Grup juga memiliki anak usaha Proline yang bergerak di industri In Vitro Diagnostics (IVD) di mana saat ini sedang membangun pabrik pada lahan seluas 5.500 meter persegi yang siap beroperasi di tahun 2025. Dengan portfolio yang luas, Proline akan mampu bersaing di industrinya dan memberikan keuntungan bagi para pemangku kepentingannya, tak terkecuali Prodia. Lebih lanjut, melalui ProSTEM yang bergerak di bidang terapi sel punca (stem cell therapy), Prodia Grup juga terus memperluas inovasi kesehatan. Terapi sel punca menawarkan potensi besar dalam bidang kesehatan karena mampu membantu proses regenerasi jaringan dan perawatan berbagai penyakit kronis yang sebelumnya sulit diobati.”

Lukas Setia Atmaja, investor dan akademisi sekaligus penggagas pertemuan yang juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen Prodia, mengatakan bahwa “Setelah menyaksikan sendiri bagaimana kecanggihan laboratorium Prodia dan Advanced Cell Therapy Production Lab ProSTEM, saya yakin bahwa ini akan meningkatkan shareholders’ value. Terapi ini berpotensi mengobati berbagai kondisi medis, termasuk penyakit degenerative dan beberapa jenis kanker. Dengan keunggulan dan kecanggihan lab di kedua Perusahaan ini, saya yakin dapat mendorong kinerja yang positif di masa mendatang”.

Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, menyampaikan bahwa Prodia akan terus mengembangkan inovasi yang akan mendukung kemajuan layanan kesehatan di Indonesia. Inovasi tersebut mencakup lebih dari 3.000 jenis tes pemeriksaan laboratorium klinis dan personalized medicine melalui Prodia Genomics. Saat ini Prodia juga telah memiliki lebih dari 300 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan aksesibilitas layanan kesehatan berkualitas dan terstandardisasi bagi masyarakat Indonesia, serta menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Sementara di kesempatan yang sama, Cynthia Retna Sartika, Direktur Prodia StemCell menyampaikan "Kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memastikan semua proses memenuhi standar current Good Manufacturing Practice (cGMP). Dengan memperluas kolaborasi dengan institusi penelitian dan mitra nasional maupun internasional, kami berharap dapat mempercepat riset dan komersialisasi produk. Selain itu, fokus kami pada ekspansi pasar dan penerapan teknologi digital akan membantu ProSTEM dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi, mendukung tren medical tourism, dan memastikan bahwa produk kami tidak hanya inovatif, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kami dapat berkontribusi dalam mendukung roadmap pemerintah dalam transformasi teknologi bidang kesehatan khususnya pengobatan berbasis sel, stem cell, dan turunannya serta mempercepat hilirisasi produk buatan Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri segera terwujud."

Kekuatan Prodia dan ProSTEM terletak pada teknologi, pengetahuan, dan pengalaman lebih dari puluhan tahun dalam sektor layanan kesehatan. Sebagai pemimpin di layanan diagnostik, Prodia telah membangun jaringan yang luas untuk memenuhi kebutuhan beragam masyarakat Indonesia melalui layanan diagnostik dan kesehatan presisi yang terdepan. Di samping itu, dengan dukungan dari para ahli dan penelitian terkini, ProSTEM fokus pada pengembangan terapi regeneratif sel punca yang berpotensi mengubah paradigma perawatan medis. Dengan mengintegrasikan teknologi advanced dan pemahaman mendalam tentang industri kesehatan, Prodia dan ProSTEM berkomitmen untuk memberikan solusi kesehatan yang relevan, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 Juni 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 321 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Tentang PT Prodia Stemcell Indonesia

ProSTEM, Laboratorium Penyimpanan, Pengolahan, dan Penelitian Sel Punca, Sel, dan Metabolitnya untuk Aplikasi Klinis terbesar dan terlengkap di Asia, dibangun dengan komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terdepan. Mengantongi izin pengelolaan dan penyimpanan sel punca dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (No. 48 & 50 Tahun 2012) serta sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), dan memenuhi standar internasional (American Association of Blood Banks (AABB) dan Foundation for Accreditation of Cellular Therapy – Net Cord (FACT-Net Cord)) yang menjadikannya ProSTEM sebagai Laboratorium Terbesar dan Terlengkap pertama di Indonesia.

Berdiri di atas pengalaman lebih dari 50 tahun dalam mengelola Laboratorium Klinik Prodia yang handal dan terpercaya, ProSTEM didukung oleh Ketua Prodia Group, Bapak Andi Widjaja, Ph.D., dan ahli sel punca internasional, Prof. Aw Tar Choon dari Singapura. Dedikasi ini mencerminkan komitmen ProSTEM untuk menjadi laboratorium sel punca terdepan, baik dalam mutu maupun pelayanan di Indonesia dan Asia. ProSTEM tidak hanya menyediakan layanan penyimpanan dan pengolahan sel punca, tetapi juga berfokus pada penelitian yang dapat membuka jalan bagi inovasi dalam terapi sel punca. Dengan berbagai teknologi canggih dan prosedur yang telah terstandarisasi, ProSTEM berupaya memberikan layanan yang aman dan efektif untuk memenuhi kebutuhan klinis dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Lebih lengkap mengenai ProSTEM dapat dilihat di www.prostem.co.id.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.: +62-21-3144182
Email: corporate.secretary@prodia.co.id

Dewi Kurniawati
Customer Relation Supervisor
PT Prodia StemCell Indonesia"
Ph.: +62-21-2302629
Email: dewi.kurniawati@prostem.co.id