Pemeriksaan Leptin dalam Pengelolaan Obesitas

10 December 2021

JAKARTA, 9 November 2021 – Obesitas merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan...

JAKARTA, 9 November 2021 – Obesitas merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dalam pemantauan status gizi (PSG) pada tahun 2017, menunjukkan bahwa 25,8% penduduk dewasa Indonesia tergolong ke dalam kategori obesitas. Sebanyak 11,4% laki-laki perkotaan, dan 29,7% perempuan perkotaan tergolong obesitas. Adapun Jakarta, Aceh, Jawa Timur, dan Riau menjadi penyumbang data yang besar. Badan Pusat Statistik juga mencatatkan pada tahun 2018 prevalensi obesitas penduduk umur 18 tahun keatas, berdasarkan jenis kelaminnya, sebanyak 14.5% laki-laki dan 29,3% perempuan mengalami obesitas.

Tingginya jumlah penduduk dengan obesitas serta kebutuhan akan pemeriksaan Leptin di kalangan peneliti maupun klinisi mendorong PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), meluncurkan pemeriksaan  Leptin untuk membantu para dokter mengelola dan mengevaluasi pasien obesitas. Pemeriksaan Leptin di Prodia dilakukan dengan menggunakan metode Enzym-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan instrumen EUROIMMUN ANALYZER I dengan reagen yang telah terstandarisasi.

Leptin adalah hormon yang membantu mengatur nafsu makan dengan memberi sinyal rasa kenyang. Fungsi utama Leptin adalah mengurangi nafsu makan yang bekerja pada reseptor di hipotalamus, menghambat kerja Neuropeptide Y (stimulan nafsu makan yang sangat berperngaruh), menghambat efek Anandamide (suatu stimulan nafsu makan) serta merangsang sintesa dari α-MSH (melanocyte-stimulating hormone) yang berfungsi mengurangi dorongan untuk mengonsumsi makanan serta memungkinkan tubuh mengeluarkan energi melalui aktivitas saraf simpatis.

Konsentrasi Leptin rendah atau defisiensi telah diketahui berhubungan dengan kondisi obesitas. Sebaliknya, kondisi Leptin tinggi namun tetap disertai obesitas, dapat menjadi penanda adanya resistensi Leptin. Kedua kondisi tersebut memerlukan penanganan yang berbeda. Product Manager Prodia, Trilis Yulianti, PhD mengatakan bahwa “Pemeriksaan Leptin melengkapi pemeriksan Adiponektin yang terlebih dahulu tersedia di Prodia. Pemeriksaan Leptin akan sangat bermanfaat bagi klinisi dan mengevaluasi etiologi dan juga prognosis pasien obesitas” tutur Trilis. 

Obesitas dapat menjadi cikal bakal penyakit seperti jantung koroner, diabetes, stroke, asma, kanker, peradangan kronis pada sendi (osteoarthritis), dan penyakit lainnya, yang tidak boleh diabaikan. Oleh sebab itu, pemeriksaan Leptin ini dianjurkan tidak hanya untuk mengobati tetapi juga untuk pencegahan.

“Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan Leptin sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan lainnya seperti Adiponektin, gula darah, profil lipid, dan juga evaluasi gaya hidup sehingga dapat memberikan gambaran yang semakin akurat tentang kondisi kesehatan pasien ” tambah Trilis.  Pemeriksaan kadar Leptin dapat dilakukan di seluruh cabang Prodia sejak November 2021. Pelanggan dapat menggunakan aplikasi Prodia Mobile untuk melakukan pemesanan atas pemeriksaan tersebut.

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 263 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).   

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA). TANIA dapat diakses oleh siapapun khususnya pelanggan Prodia secara langsung kapanpun dan dimanapun secara online diantaranya melalui LINE: @prodia.id, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id.     

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia   

Legal Head & Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk. 

Ph.       +62-21-3144182 ext 3816

Email     corporate.secretary@prodia.co.id