Perkuat Tata Kelola dan Komitmen Lingkungan, Prodia Raih Sertifikasi ISO 14001:2015
Prodia meraih sertifikasi ISO 14001:2015 sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan lingkungan, keberlanjutan, dan tata kelola operasional yang bertanggung jawab.
Jakarta, 15 September 2026 – PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia”, IDX: PRDA) terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan melalui tata kelola operasional yang bertanggung jawab dan pengelolaan dampak lingkungan secara sistematis. Komitmen tersebut ditandai dengan diraihnya Sertifikasi ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan oleh Prodia dengan ruang lingkup Klinik Utama Prodia Kramat dan Prodia National Reference Laboratory (PNRL) di Prodia Tower, Jakarta Pusat. Sertifikasi yang diterbitkan oleh PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) tersebut berlaku hingga tahun 2029 mendatang.
Pencapaian ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Pilar Keberlanjutan Prodia, khususnya Actualizing Sustainable Environment dan Developing Good Corporate Governance. Melalui pilar Actualizing Sustainable Environment, Prodia telah menetapkan sejumlah inisiatif yang mencakup penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML), pengelolaan limbah medis dan nonmedis, efisiensi penggunaan energi dan air, hingga inventarisasi dan pengendalian emisi. Komitmen tersebut turut diperkuat melalui pilar Developing Good Corporate Governance yang mendorong penerapan tata kelola keberlanjutan melalui penguatan kebijakan dan prosedur, pemantauan dan evaluasi, serta pengelolaan risiko Environmental, Social, & Governance (ESG).
Integrated Solution & Diagnostic Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Andri Hidayat, menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Prodia membangun layanan kesehatan yang berkelanjutan. “Bagi Prodia, memberikan layanan kesehatan berkualitas tidak hanya tentang apa yang kami hadirkan bagi pelanggan, tetapi juga bagaimana layanan tersebut dijalankan secara bertanggung jawab. Penerapan ISO 14001:2015 di Prodia menjadi salah satu langkah kami untuk memastikan aspek lingkungan dikelola secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Kami berharap komitmen ini dapat terus memberikan nilai positif, baik bagi pelanggan, masyarakat, maupun lingkungan di sekitar kami,” jelas Andri.
ISO 14001:2015 merupakan standar sistem manajemen lingkungan yang menjadi acuan bagi organisasi dalam mengelola dampak lingkungan dari kegiatan operasional secara terstruktur dan berkelanjutan. Dalam proses menuju sertifikasi, Prodia melalui sejumlah tahapan, mulai dari peningkatan pemahaman mengenai Sistem Manajemen Lingkungan, penguatan kebijakan dan prosedur, hingga identifikasi risiko dan peluang terkait lingkungan. Proses tersebut turut mencakup pemenuhan kewajiban kepatuhan, pemantauan kinerja, serta evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari proses tersebut, Prodia melakukan penyempurnaan pada sejumlah aspek pengelolaan lingkungan, antara lain penyesuaian program Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), penguatan pelaksanaan tinjauan manajemen, pengintegrasian isu perubahan iklim (climate change) dalam identifikasi risiko dan peluang, peningkatan awareness serta penguatan eco-behavior untuk mendorong keterlibatan Insan Prodia dalam menjalankan praktik operasional yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Di lain kesempatan, Prodia National Reference Laboratory Head, Made Putra Semadhi, mengatakan pencapaian sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya Prodia untuk memperkuat penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan laboratorium dan klinik. “Dalam kegiatan laboratorium dan klinik, pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari proses operasional sehari-hari, mulai dari penggunaan sumber daya hingga pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas layanan. Melalui penerapan ISO 14001:2015, kami terus mendorong agar setiap proses tersebut dilakukan secara lebih terstruktur dan konsisten. Harapannya, praktik ini tidak hanya membantu kami mengelola dampak lingkungan dengan lebih baik, tetapi juga membangun kesadaran seluruh tim untuk menjalankan layanan kesehatan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Made.
Penerapan ISO 14001:2015 memperkuat langkah Prodia dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus dijalankan melalui proses operasional yang semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pengelolaan sumber daya, limbah, dan dampak lingkungan yang lebih sistematis, Prodia terus mendorong praktik layanan kesehatan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta membangun kepercayaan pelanggan dan masyarakat. Ke depan, penerapan Sistem Manajemen Lingkungan akan terus dievaluasi melalui surveillance tahunan untuk memastikan konsistensi penerapan dan perbaikan berkelanjutan.
Pencapaian ISO 14001:2015 semakin melengkapi rekam jejak Prodia dalam menerapkan standar nasional dan internasional pada kegiatan operasional dan layanan laboratorium. Prodia National Reference Lab (PNRL) sebelumnya telah memperoleh akreditasi ISO 15189, mempertahankan akreditasi College of American Pathologists (CAP) secara konsisten sejak 2012, serta memperoleh sertifikasi National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP) untuk pemeriksaan HbA1c. Berbagai sertifikasi dan akreditasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Prodia dalam menjaga mutu dan keandalan hasil pemeriksaan serta menjalankan kegiatan operasional dengan mengacu pada standar yang diakui secara nasional maupun internasional.
#Sustainability #EnvironmentalManagement #ISO14001Prodia #SustainableHealthcareProdia
******
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk
Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 30 Juni 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 392 outlet, di 82 Kota, 111 Kabupaten, dan 34 Provinsi di seluruh Indonesia, beberapa di antaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia, di antaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Fenty Diah P. Corporate Secretary Manager PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph: +62-21-3144182 Email: corporate.secretary@prodia.co.id |