Prodia Catat Pendapatan Rp1,58 Triliun di Kuartal III-2025, Jaga Momentum Bisnis Lewat Multi-Segmen dan Perluasan Layanan Lintas Negara
Prodia terus jaga stabilitas bisnis dan perluas jaringan diagnostik lintas negara di tengah dinamika ekonomi global
Jakarta, 31 Oktober 2025 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA), penyedia layanan laboratorium klinik terdepan di Indonesia, tetap menjaga momentum bisnis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang menantang pada Kuartal III-2025. Prodia mencatat pendapatan sebesar Rp1,58 triliun pada Kuartal III-2025, relatif stabil dengan penurunan tipis 1,3% YoY serta laba bersih sebesar Rp114 miliar. Segmen esoterik dan non-laboratorium tetap mencatat pertumbuhan positif, masing-masing sebesar Rp380 miliar dan Rp117 miliar, mencerminkan kontribusi multi-segmen yang semakin kuat dalam menopang kinerja perusahaan. Kekuatan multi-segmen ini menjadi fondasi Prodia untuk tetap menghadapi tantangan eksternal.
Dari posisi laba rugi, beban pokok penjualan meningkat moderat menjadi Rp673 miliar meningkat 5.4% dari Rp638 miliar YoY. Laba kotor tercatat Rp908 miliar, menunjukan marjin yang masih terjaga dengan baik. Sementara itu, EBIT terjaga dengan baik sebesar Rp111 miliar. Laba sebelum pajak (EBT) mencapai Rp143 miliar dengan beban pajak Rp28,7 miliar sehingga menghasilkan laba bersih Rp114 miliar. Dari segi neraca, total aset mencapai Rp2,58 triliun, liabilitas sebesar Rp268 miliar, dan ekuitas sebesar Rp2,31 triliun hingga akhir Kuartal III-2025, memperkuat posisi keuangan Perseroan. Kinerja operasional tetap solid tercermin dari fokus Perseroan dalam menjaga efisiensi dan ekspansi strategis. Secara keseluruhan, aset kas operasi tetap positif, menopang kebutuhan modal kerja dan belanja modal (capex) untuk perluasan jaringan layanan dan peningkatan kapabilitas perusahaan.
Indikator makro dan kebijakan pemerintah sendiri memberikan sentimen positif, termasuk rencana alokasi RAPBN 2026 sebesar Rp114 triliun untuk sektor kesehatan, sementara perbaikan terlihat di pasar modal, tercermin dari IHSG yang mencapai all-time high, menunjukan kepercayaan investor dan masyarakat tetap baik. Dengan momentum ini, Prodia optimis dapat mempertahankan kinerja menjelang akhir 2025 dengan fokus pada strategi pengembangan layanan, baik melalui klinik maupun digital melalui U by Prodia, penerapan cost efficiency measurement, perluasan kerjasama strategis lintas regional, pembukaan cabang baru, serta penguatan inovasi dan kapabilitas internal untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah turut menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya operasional. “Meski kondisi ekonomi menantang, kontribusi multi-segmen kami tetap menunjukkan hasil positif, menopang pendapatan konsolidasian sebesar Rp1,58 triliun pada Kuartal III-2025. Kami juga memperluas jaringan rujukan hingga Timor Leste, Malaysia, dan Taiwan sebagai langkah menuju South East Asia (SEA) Referral Laboratory,” ujar Dewi. Dewi menambahkan, Prodia juga terus memperluas segmen pelanggan korporasi dengan menghadirkan solusi kesehatan yang lebih komprehensif. “Kami berupaya menghadirkan nilai tambah melalui sinergi antar-segmen, mulai dari layanan rutin, esoterik dan genomik—serta mengoptimalkan layanan digital U by Prodia untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pemeriksaan secara lebih praktis dan personal. Dengan pendekatan ini, kami memastikan pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat” imbuhnya.
Sementara itu, Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia, menekankan bahwa perusahaan tetap disiplin dalam menjaga fondasi keuangannya. “Kami memperkuat manajemen kas, meningkatkan efisiensi di berbagai lini, serta menjaga likuiditas dan struktur permodalan agar tetap sehat di tengah gejolak ekonomi. Kami juga terus meninjau portofolio investasi dan alokasi belanja modal (capex) agar sejalan dengan arah strategi jangka menengah dan panjang. Hingga akhir tahun, fokus kami adalah menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko yang hati-hati untuk menjaga profitabilitas dan ketahanan perusahaan,” jelas Liana.
Di sisi lain, sepanjang Kuartal III-2025, Prodia menunjukkan komitmennya dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin industri laboratorium klinik di Indonesia melalui beragam pencapaian dan inisiatif strategis. Perseroan berhasil meraih sejumlah penghargaan, termasuk “Global Champion 2025” pada ajang internasional The World CIO 200 Awards 2025, sekaligus terus memperkuat sistem keamanan siber dan perlindungan data pelanggan dengan bergabung dalam Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Nasional 2025. Guna mendukung pengembangan layanan berbasis genomik, Prodia menjalin kemitraan Point of Care (POC) genomik dengan RS Primasatya Husada Citra Surabaya dan RS Regina Maris Medan melalui pembentukan Genomic Site yang berfokus pada pengembangan personalized medicine. Tak hanya itu, melalui anak usahanya, PT Prodia Digital Indonesia, Perseroan juga menghadirkan inovasi digital terkini, Brain Function Screening, sebuah layanan skrining fungsi kognitif otak yang tersedia pada aplikasi U by Prodia, memudahkan konsumen dalam memantau kesehatan secara personal.
#Prodia #LaporanKeuangan #Kinerja #PRDA #Sustainability #KuartalIII
******
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 30 September 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 384 outlet, di 80 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Marina Eka Amalia Corporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id | Mella Melia Investor Relation Manager PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph. +62-21-3144182 Email investor.relation@prodia.co.id |