Product Launch

Prodia Dengan Dukungan Roche Diagnostics Luncurkan My HPV-Test, Skrining HPV Kini Lebih Nyaman dengan Metode Self-Collection

25 May 2026

Melalui My HPV-Test, Prodia dan Roche Indonesia memperluas akses deteksi dini kanker serviks dengan metode skrining mandiri yang nyaman dan terpercaya.

Jakarta (24/05) – Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencapai eliminasi kanker serviks pada tahun 20301, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) didukung oleh PT Roche Indonesia, Diagnostics Division, hari ini meluncurkan layanan My HPV-Test dengan metode pengambilan sampel mandiri (self-collection) yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan pilihan privasi bagi perempuan dalam melakukan skrining HPV. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap Rencana Aksi Nasional yang mengedepankan kolaborasi pentahelix untuk mempercepat cakupan deteksi dini secara nasional. 

Langkah ini menjadi krusial mengingat kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama perempuan di Indonesia, yang sering kali berkembang tanpa gejala karena dipicu oleh infeksi HPV risiko tinggi yang tidak disadari. Di sisi lain, tantangan nyata seperti rasa takut, ketidaknyamanan fisik, keterbatasan akses, hingga stigma sosial kerap membuat perempuan menunda pemeriksaan. Hadirnya metode pemeriksaan mandiri yang akurat secara medis ini diharapkan dapat mengatasi batasan tersebut dan mendorong lebih banyak perempuan untuk melakukan deteksi dini.

Berbeda dengan metode konvensional, My HPV-Test memungkinkan perempuan melakukan pengambilan sampel secara mandiri menggunakan swab khusus, bahkan dari rumah, tanpa perlu pengambilan sampel oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan ini menggunakan metode Real-Time PCR yang mendeteksi 14 genotipe HPV risiko tinggi yang berkaitan dengan kanker serviks, termasuk HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab mayoritas kasus kanker serviks di dunia. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan partisipasi perempuan dalam melakukan skrining secara rutin dengan pengalaman yang lebih nyaman dan praktis.

Menyambut inovasi ini, Prodia memastikan kemudahan akses melalui integrasi layanan digital. Layanan skrining ini sudah dapat dipesan melalui aplikasi U by Prodia, yang memberikan kendali penuh bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri dengan praktis dan nyaman. 

Liana Kuswandi, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi strategis bersama PT Roche Indonesia dalam menghadirkan inovasi skrining My HPV-Test di Indonesia. “Kami ingin pengalaman skrining menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang rutin dan memberdayakan. Bersama Roche Indonesia, kami menghadirkan layanan yang memungkinkan perempuan Indonesia memiliki akses langsung untuk mengontrol kesehatan mereka, mulai dari pemesanan kit melalui aplikasi U By Prodia, kenyamanan pengambilan sampel secara mandiri, hingga akses hasil yang cepat dan akurat,” ujar Liana Kuswandi. 

Lee Poh Seng, Direktur, Diagnostics Division, PT Roche Indonesia, juga menegaskan komitmen Roche dalam mendukung eliminasi kanker serviks melalui inovasi self-collection. “Inovasi self-collection Roche dianugerahi penghargaan "Best Invention of 2024" oleh Time Magazine, yang menegaskan pengakuan global terhadap efektivitas dan dampak revolusioner inovasi ini dalam mentransformasi sistem skrining kesehatan perempuan di seluruh dunia. Studi percontohan yang kami lakukan bersama Kementerian Kesehatan, Jhpiego, dan Bio Farma di Surabaya menunjukkan bahwa 75% dari target perempuan berhasil melakukan pemeriksaan mandiri dengan akurasi sampel mencapai hampir 99%. Ini membuktikan bahwa metode self-collection efektif membantu mengatasi hambatan psikologis maupun ketidaknyamanan dalam skrining,” ujarnya.

Dalam acara peluncuran kolaborasi antara Prodia dan Roche, diadakan sesi Health Talk bersama pakar kesehatan yang bertajuk “Own Your Health, Own Your Power: Empowering Women with Access, Choice, and Comfort to Own Their Health and Protect Their Future”. Diskusi menyoroti urgensi skrining rutin dan deteksi dini sebagai kunci utama dalam menurunkan angka kanker serviks di Indonesia. Selain membahas pentingnya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap skrining rutin dan deteksi dini, para narasumber juga menekankan bahwa skrining My HPV-Test dengan metode self-collection telah terbukti secara klinis memiliki tingkat akurasi yang setara dengan pengambilan sampel konvensional oleh tenaga medis.

Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, masyarakat dapat mengakses informasi kanker serviks dan deteksi dini di pusat literasi digital ayocekhpv.com, agar setiap perempuan Indonesia memiliki pemahaman yang tepat mengenai risiko dan langkah pencegahan kanker serviks. 

Melalui kemitraan strategis ini, Roche dan Prodia berharap menginspirasi lebih banyak pihak untuk memperkuat kolaborasi dan memberikan akses lebih luas dalam gerakan eliminasi kanker serviks. Inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk memastikan tidak ada lagi perempuan Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan akses layanan kesehatan preventif yang berkualitas. Bersama-sama, mari wujudkan Indonesia Sehat 2030 bebas kanker serviks. 


*****
 

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. 

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah College of American Pathologists (CAP), sebuah lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. 

Hingga 31 Maret 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 395 outlet, di 82 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care  yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre,, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre.

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore

Vivian Camsennius

Media Relation Coordinator

PT Prodia Widyahusada Tbk 

Ph.       +62-21-3144182 ext 3762

Email    vivian.camsennius@prodia.co.id