Prodia Gelar Seminar Nasional Dokter ke-20, Soroti Era Baru Gut Health Testing untuk Keputusan Klinis Lebih Presisi
Seminar Nasional Dokter ke-20 Prodia membahas inovasi diagnostik gut health untuk membantu keputusan klinis yang lebih cepat dan tepat.
Jakarta, 25 April 2026 – Gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering ditemui di layanan medis, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi peradangan kronis. Tantangannya, gejala seperti diare, nyeri perut, kembung, maupun sembelit sering kali tampak serupa, padahal penyebabnya dapat berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk menghadirkan Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 April 2026 di Mercure Hotel Cikini, Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi ilmiah bagi tenaga medis untuk memahami perkembangan terkini dalam pemeriksaan kesehatan saluran cerna berbasis data dan teknologi diagnostik modern.
“Melalui Seminar Nasional Dokter ke-20 ini, Prodia ingin menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan tantangan praktik kedokteran saat ini. Kami percaya inovasi diagnostik seperti gut health testing dapat membantu dokter mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, tepat, dan personal bagi pasien,” ujar Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, Business and Marketing Director Prodia.
Sejalan dengan transformasi layanan kesehatan yang semakin digital, Prodia juga terus memperkuat dukungannya bagi komunitas medis melalui aplikasi Prodia for Doctor. Platform ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan, informasi pemeriksaan, serta konektivitas yang lebih cepat dan praktis bagi para dokter dalam mendukung praktik klinis sehari-hari.
“Kami percaya masa depan layanan kesehatan tidak hanya ditopang oleh inovasi diagnostik, tetapi juga oleh ekosistem digital yang memudahkan kolaborasi antara laboratorium dan tenaga medis. Melalui Prodia for Doctor, kami ingin menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan relevan dengan kebutuhan dokter saat ini,” tambah Dr. Indriyanti.
Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka, antara lain Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, yang membahas pentingnya pendekatan modern dalam diagnosis gangguan saluran cerna, serta dr. Ida Gunawan, MS, SpGK (K) yang mengulas hubungan nutrisi, metabolisme, dan kesehatan pencernaan.
Berbagai pemeriksaan kini hadir untuk membantu menjawab tantangan tersebut. Misalnya, pemeriksaan biomarker inflamasi usus dapat membantu dokter mengetahui adanya peradangan sehingga keputusan pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan lebih tepat. Selain itu, tersedia pula pemeriksaan untuk mendeteksi penyebab infeksi saluran cerna secara lebih cepat dan akurat.
Tidak hanya itu, keseimbangan bakteri baik di dalam usus juga kini menjadi perhatian penting. Melalui pendekatan analisis microbiome, dokter dapat memperoleh gambaran kondisi saluran cerna yang lebih menyeluruh. Ketidakseimbangan mikrobiota diketahui berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan metabolisme, daya tahan tubuh, kesehatan mental, hingga gangguan pencernaan.
“Keluhan saluran cerna sering kali tampak serupa, namun penyebabnya bisa sangat berbeda. Dengan dukungan pemeriksaan penunjang yang tepat, dokter dapat menentukan terapi secara lebih terarah dan mengurangi trial and error dalam penanganan pasien,” ungkap Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH.
Pendekatan ini juga diperkuat dengan edukasi mengenai pola makan dari dokter spesialis gizi klinik, yang menjelaskan hubungan antara makanan, kondisi tubuh, dan kesehatan pencernaan. Dengan dukungan sesi diskusi dan workshop, diharapkan pengetahuan ini tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam praktik sehari-hari.
Seminar Nasional Dokter Prodia telah diselenggarakan secara konsisten selama dua dekade sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow yang akan hadir di 10 kota besar di Indonesia hingga September 2026.
#Prodia #GutHealthTesting #TenangKarenaTau
******
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 31 Maret 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 395 outlet, di 82 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre , Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre .
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Reskia Dwi Lestari Marketing Communication Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Ph. +62-21-3144182 ext 3762 Email reskia.dwi@prodia.co.id |