PCMC

Dukung Pengobatan yang Lebih Presisi Berbasis Teknologi Mass Spectrometry, Prodia Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Prodia Clinical Multiomics Centre

16 November 2025

Melalui teknologi mass spectrometry, Prodia tingkatkan akurasi pemeriksaan hingga lebih dari 140 biomarker kesehatan

Jakarta, 15 November 2025 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan laboratorium klinik di Indonesia dengan meresmikan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass-Spectrometry Technology, bertepatan dengan 14 tahun berdirinya laboratorium mass spectrometry. PCMC mengusung pendekatan multiomics yang memungkinkan deteksi dini penyakit dan strategi pengobatan personal, sekaligus memperkuat komitmen Prodia menghadirkan precision medicine dengan hasil pemeriksaan yang akurat dan sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini diresmikan secara simbolis oleh Andi Widjaja, PhD, MBA., selaku Founder dan Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Dewi Muliaty, M.Si, selaku Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Lies Gantini, M.Si selaku Vice President Diagnostic Operations PT Prodia Widyahusada Tbk, disaksikan jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Prodia, serta sejumlah tamu yang hadir dari kalangan profesi dokter, pelanggan, dan beberapa mitra strategis Prodia. 

Komisaris Utama & Founder Prodia, Andi Widjaja, turut mengapresiasi peresmian Prodia Clinical Multiomics Centre yang semakin melengkapi dan mempermudah akses layanan laboratorium mass spectrometry bagi pelanggan Prodia. “Prodia turut berbangga karena berkesempatan memperkenalkan konsep multiomics melalui Prodia Clinical Multiomics Centre ini. Inovasi ini menjadi bukti komitmen Prodia dalam mendukung pengobatan individual dan presisi (personalized & precision medicine) dengan mengedepankan tes-tes multiomics dengan teknologi mass spectrometry yang sudah kami kembangkan sejak 14 tahun lalu. Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif yang menjadi kunci pengendalian risiko dan manajemen yang lebih baik untuk pelanggan, serta memperluas jenis pemeriksaan lab dapat diperiksa agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Hingga saat ini, Prodia dapat memeriksa lebih dari 140 jenis biomarker lab kesehatan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, logam berat dan mineral melalui teknologi mass-spectrometry” ungkap Andi saat acara peresmian. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan bahwa Prodia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi mass spectrometry, baik untuk layanan diagnostik pelanggan maupun kontribusi penelitian pada ilmu kedokteran diagnostik. “Visi kami adalah menjadi layanan kesehatan terpercaya yang menunjang pengobatan generasi baru dan center of excellence diagnostik di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, kami konsisten berinovasi menghadirkan layanan yang proaktif, preventif, dan personal melalui teknologi ini. Selain digunakan dalam pelayanan sehari-hari, mass spectrometry juga kami kembangkan untuk riset ilmiah yang telah dipublikasikan di forum nasional maupun internasional. Prodia bahkan terdaftar dalam program Newborn Screening dari Central for Disease Control and Prevention (CDC), serta diakui telah memenuhi standar mutu global melalui akreditasi College of American Pathologist (CAP). Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan standar layanan kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan,” paparnya saat pembukaan acara.

Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) hadirkan lebih dari 140  jenis biomarker (penanda) yang dapat diukur dengan pendekatan multiomics, yaitu metode yang mengintegrasikan berbagai clinical omics untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, mulai dari membantu mendeteksi tanda-tanda dini penyakit, memprediksi risiko kesehatan, sekaligus merancang strategi pengobatan yang lebih personal sesuai dengan kondisi unik tiap individu. Dalam penerapannya, PCMC didukung teknologi mutakhir seperti mass spectrometry dan kromatografi yang mampu menganalisis ribuan metabolit dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang bagaimana tubuh menjalankan metabolisme dan merespon gangguan hingga menggambarkan situasi kesehatan. Melalui integrasi multiomics dan dukungan teknologi tersebut, PCMC membuka peluang besar bagi pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal, presisi, dan berbasis kebutuhan masing-masing individu. Layanan ini sudah terhubung dengan seluruh cabang Prodia sehingga dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat luas.

Salah satu praktisi kedokteran yang juga mendukung peluncuran Prodia, Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG, Subsp.KFM, menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh dari teknologi ini dapat membantu memahami fisiologi hingga tingkat selular melalui parameter-parameter metabolomik. “Dalam hal ini, teknologi berbasis mass spectrometry memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi zat yang dibutuhkan tubuh, mulai dari pra zat aktif, zat aktif, hingga proses metabolisme atau inaktivasi yang mencerminkan episode yang terjadi di dalam sel. Dengan dukungan teknologi cellular dissection, pemeriksaan dapat dilakukan hingga pada tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lain untuk menilai kondisi serta kecukupan nutrisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menentukan parameter cellular wellness dan cellular stemness pada tiap organ serta mengorelasikannya dengan kadar di perifer,” ujarnya.

#Prodia #Multiomics #PCMC #MassSpectrometry #Inovasi

 

******
 

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. 

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 September 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 384 outlet, di 80 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia   

Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph.       +62-21-3144182 

Email   corporate.secretary@prodia.co.id