Genetik

Prodia Perkenalkan Penambahan Alat Next Generation Sequencing: ONSO System SBB untuk Deteksi Mutasi Gen Penyebab Penyakit Secara Lebih Akurat

06 January 2025

Alat yang merupakan bagian dari teknologi Next Generation Sequencing (NGS) ini dirancang untuk mendeteksi detail paling kecil pada komposisi genetik manusia, termasuk mutasi genetik yang berpotensi...

Jakarta, 3 Januari 2025 – Sebagai Centre of Excellence, laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Inovasi terbaru yang dihadirkan adalah instalasi alat laboratorium tercanggih bernama Onso System Sequencing By Binding (SBB). Alat yang merupakan bagian dari teknologi Next Generation Sequencing (NGS) ini dirancang untuk mendeteksi detail paling kecil pada komposisi genetik manusia, termasuk mutasi genetik yang berpotensi menyebabkan penyakit. Kehadiran alat Onso System SBB ini semakin melengkapi serangkaian teknologi NGS yang dimiliki Prodia untuk menunjang layanan diagnostik molekuler yang lebih optimal.  Alat Onso System SBB ini ditempatkan di laboratorium Prodia Tower, dan diresmikan oleh Dewi Muliaty selaku Direktur Utama Prodia, Lies Gantini selaku VP Diagnostic Operation Prodia, bersama Miswar Fattah selaku Head of Research & Specialty Lab Development Prodia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyatakan, "Kehadiran alat Onso System SBB ini merupakan langkah penting bagi Prodia untuk memberikan layanan diagnostik yang lebih komprehensif. Dengan alat ini, laboratorium kami dapat mengidentifikasi risiko penyakit genetik dan penyakit langka lebih dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat mendukung kedokteran presisi. Kami berharap teknologi ini membantu pelanggan mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih personal dan efektif."

Tak tanggung-tanggung, Prodia berinvestasi miliaran rupiah untuk menghadirkan Alat Onso System SBB ini. VP Diagnostic Operation Prodia, Lies Gantini, mengungkapkan investasi tersebut layak dilakukan demi memberikan layanan terdepan bagi pelanggan. Hal ini juga membuktikan keseriusan Prodia untuk terus berinovasi. Dengan ketersediaan alat ini, maka akan memberikan peluang besar bagi Prodia dalam mendukung edukasi tentang penyakit genetik dan pengembangan inovasi pemeriksaan berbasis genetik. Langkah ini mencerminkan komitmen Prodia sebagai Next Generation Healthcare Provider yang selalu menghadirkan layanan modern, terpercaya, dan berbasis teknologi terkini untuk masyarakat Indonesia. Dengan Onso System SBB, kami semakin memperkuat posisi Prodia sebagai pelopor teknologi diagnostik di Indonesia,” jelas Lies.

Sebagai informasi, teknologi laboratorium Onso System SBB ini memiliki keunggulan luar biasa, di antaranya: (1) Tingkat akurasi tinggi hingga 90% Q40+ dibandingkan dengan instrumen sekuensing lainnya; (2) Sensitivitas tinggi, yang memungkinkan pendeteksian perubahan kecil pada DNA (mutasi DNA) khususnya yang sering ditemukan di kasus penyakit langka; (3) Aplikasi yang beragam, dapat digunakan dalam penelitian kanker (untuk pengembangan skrining dan terapi obat), gene editing (konfirmasi hasil editing dan penemuan biomarker baru), analisis eksom/panel hingga analisis sel tunggal.

Pada kesempatan yang sama, Head of Research & Specialty Lab Development Prodia, Miswar Fattah menambahkan, Sebagai Leader in Next Generation Technology, maka teknologi canggih ini akan meningkatkan akurasi diagnostik sehingga mampu memberikan diagnosis yang lebih presisi, terutama untuk penyakit langka akibat adanya variasi genetik yang bersifat patogenik. Selain itu, alat ini membuka ruang bagi Prodia untuk terus mengembangkan inovasi pemeriksaan baru, terutama dalam bidang diagnostik molekuler meliputi penelitian genetika medis, identifikasi risiko penyakit berdasarkan profil genetik, penegakan diagnosis penyakit genetik dan penentuan targeted therapy sehingga penanganan menjadi lebih personal”.

Dengan hadirnya Onso System SBB, Prodia semakin menegaskan perannya sebagai pelopor dalam bidang laboratorium diagnostik modern di Indonesia. Melalui inovasi teknologi ini, Prodia tidak hanya mendukung deteksi penyakit yang lebih akurat tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan para peneliti dan institusi untuk pengembangan layanan kesehatan berbasis genetik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Prodia untuk terus memberikan layanan terbaik sebagai Next Generation Healthcare Provider yang dapat diandalkan oleh masyarakat.

******

 Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. 

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.       +62-21-3144182 ext 3816
Email     corporate.secretary@prodia.co.id      

Reskia Dwi Lestari
Marketing Communication Manager
PT Prodia Widyahusada Tbk 
Ph.       +62-21-3144182 ext 3762
Email    reskia.dwi@prodia.co.id