Prodia Resmi Bergabung dalam CSIRT Nasional 2025, Perkuat Keamanan Siber Layanan Kesehatan Digital di Indonesia
Langkah strategis Prodia di CSIRT Nasional, wujudkan ekosistem digital kesehatan yang aman dan berintegritas.
Jakarta, 25 Juli 2025 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA), pelopor layanan laboratorium kesehatan terdepan di Indonesia, resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) Nasional 2025. Pengukuhan dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Selasa, 22 Juli 2025 di Auditorium Roebiono Kertopati, BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari instansi pemerintah, sektor swasta, serta para pimpinan dan delegasi tim CSIRT dari berbagai organisasi. Kehadiran Prodia dalam pengukuhan ini diwakili oleh Cinde Warno selaku AVP IT Solution, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Prodia-CSIRT. Keikutsertaan Prodia menjadi bagian CISRT Nasional ini merupakan bentuk komitmen Prodia dalam memperkuat penerapan aspek SDGs poin 16: tata kelola informasi yang akuntabel; dan aspek SDGs poin 9: Optimalisasi infrastruktur keamanan digital yang andal untuk sektor layanan kesehatan.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meresmikan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) Nasional. Peresmian ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Drs. Hinsa Siburian, pada Selasa, 22 Juli 2025 di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat. TTIS merupakan bagian penting dari ekosistem keamanan siber nasional dan memiliki peran kunci dalam pengelolaan serta penanganan insiden siber. Agenda ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membentuk CSIRT. “Pengukuhan TTIS ini, kiranya terus diiringi dengan peningkatan kapabilitas melalui workshop, pelatihan, dan cyber drill test guna penguatan kapabilitas personel TTIS dan dilakukannya Penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden (TMPI) untuk mengukur tingkat kesiapan organisasi dalam menangani ancaman siber.” Ungkap Letjen TNI (Purn) Drs. Hinsa Siburian, Kepala BSSN.
Cinde Warno menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Prodia untuk meningkatkan standar keamanan digital dalam memberikan kenyamanan sekaligus menjaga keamanan data bagi pelanggan. “Dengan dikukuhkannya tim CSIRT Prodia, kami berkomitmen untuk memperkuat sistem pertahanan informasi internal sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan atas perlindungan data mereka. Ini tentunya menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan era digital yang penuh dinamika. Keamanan dan integritas sistem menjadi fondasi utama layanan kami,” ujarnya.
Di kesempatan terpisah, Data Protection Officer (DPO) Prodia, Marina Eka Amalia, menyambut dengan penuh tanggung jawab pengukuhan tim keamanan siber Prodia sebagai bagian dari Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT) Nasional 2025. Pengakuan ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga keamanan data dan sistem informasi, serta memperkuat peran Prodia dalam mendeteksi, merespons, dan memitigasi insiden siber secara kolaboratif di tingkat nasional. Sejak UU Pelindungan Data Pribadi diresmikan, Prodia telah membentuk tim khusus Pelindungan Data Pribadi. Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam upaya pelindungan data pribadi pelanggan kami, sesuai prinsip-prinsip keamanan informasi dan regulasi yang berlaku.
Kegiatan pengukuhan dibuka oleh Deputi III BSSN, Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., dan diresmikan secara simbolis oleh Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn.) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han. Prodia menjadi salah satu organisasi sektor swasta yang dinilai telah memenuhi kriteria kesiapan dalam membentuk dan menjalankan fungsi CSIRT secara mandiri. Penetapan ini sekaligus menandai posisi Prodia sebagai entitas strategis dalam memperkuat sistem pertahanan siber nasional, khususnya di sektor kesehatan. Keikutsertaan ini juga memperluas sinergi antara pemerintah dan sektor layanan publik dalam menghadapi ancaman digital yang kian kompleks.
Sebagai bagian dari ekosistem CSIRT Nasional, Prodia kini memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menangani potensi insiden siber secara cepat dan terkoordinasi. Tim CSIRT Prodia akan fokus pada deteksi dini, mitigasi risiko, hingga pemulihan insiden terkait sistem informasi internal maupun data pelanggan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Prodia dalam melindungi data sensitif dan menjamin layanan yang aman bagi masyarakat. Keamanan siber menjadi prioritas utama seiring dengan transformasi digital yang terus berkembang dalam layanan laboratorium dan diagnostik kesehatan.
Keikutsertaan Prodia dalam pengukuhan Tim CSIRT Nasional 2025 menjadi bagian dari implementasi pilar Developing Good Corporate Governance dalam Sustainability Blueprint 2024–2030 Prodia. Dalam laporan keberlanjutan 2024, Prodia menegaskan bahwa keamanan informasi merupakan isu material prioritas, terutama terkait privasi data pelanggan dan penguatan ekosistem digital kesehatan. Pembentukan dan penguatan tim CSIRT merupakan bukti nyata upaya Prodia dalam meningkatkan tata kelola yang berintegritas, responsif terhadap risiko, dan sejalan dengan prinsip ESG yang terintegrasi dalam seluruh proses bisnis. Langkah ini juga diperkuat oleh keberadaan Komite ESG dan satuan tugas CSIRT yang telah dibentuk secara non-struktural, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan digital yang berkelanjutan dan akuntabel.
#Prodia #ProdiaCSRIT #ESG #KeamananData #Cybersecurity #PDP
******
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 30 Juni 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 375 outlet, di 80 kota, 109 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Marina Eka Amalia Corporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph. +62-21-3144182 Email corporate.secretary@prodia.co.id |