SEMARANG - Prodia Ajak Para Wanita Melawan Kanker Serviks

03 May 2018

SEMARANG, 28 April 2018 - Kanker menjadi salah satu penyakit yang mematikan dengan angka kejadian...

SEMARANG, 28 April 2018 - Kanker menjadi salah satu penyakit yang mematikan dengan angka kejadian yang tinggi. Khususnya kanker serviks yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena angka kejadiannya meningkat. Disebutkan bahwa Indonesia menjadi negara tertinggi ke-2 dalam kasus penderita kanker serviks. Setiap tahunnya tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Di Indonesia, setiap harinya terdapat 40 wanita yang terdiagnosis kanker serviks dan 20 wanita di antaranya meninggal karena kanker serviks. Pada tahun 2016 terdapat 17.8 juta jiwa dan pada tahun 2017 terdapat 21.7 juta jiwa yang menderita kanker serviks.

Melihat kejadian ini, Prodia menyadari pentingnya mengedukasi masyarakat agar terhindar dari penyakit kanker serviks. Edukasi kepada masyarakat dilakukan Prodia dengan menyelenggarakan seminar nasional kesehatan wanita dengan tema Keep Strong, Stay Healthy - Kanker Serviks dan Kanker Ovarium. Seminar ini diselenggarakan di Aston Inn Hotel, Semarang. Hadir sebagai pembicara, yakni Dr. dr. H.T. Mirza Iskandar, Sp.OG (K) Onk. dan dr. Dyah Prahesti yang akan memaparkan seputar patofisiologi kanker serviks, faktor risiko, pencegahan dan diagnosis dari kanker serviks.

Menurut WHO pada tahun 2030 penderita kanker serviks di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat. Oleh karena itu, Prodia merasa sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para wanita sendiri yang merupakan penderita kanker serviks, agar mulai melakukan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kanker serviks.

Dr. dr. Mirza mengatakan bahwa banyaknya angka kejadian kanker serviks membuat para wanita sangat perlu berhati-hati dengan menjaga pola hidup sehat. "Saat ini kanker serviks menjadi pembunuh nomor 1 perempuan di Indonesia. Sudah banyak sekali kejadian kanker serviks yang seharusnya menjadi "warning" sendiri bagi para wanita. Tapi justru terkadang kita mengabaikan, tidak aware sejak awal sehingga ketika sudah muncul penyakit, baru mulai berobat. Ada baiknya jangan tunggu sampai dia bergejala baru mulai melakukan pengobatan."

Marketing Communications Manager Prodia yakni Reskia Dwi Lestari menyatakan Prodia mendukung para wanita untuk melakukan tindakan preventif pencegahan kanker serviks dengan menghadirkan produk dan layanan khusus. "Untuk melindungi para wanita dari kemungkinan kanker serviks, Prodia telah menyediakan pemeriksaan sebagai langkah preventif, seperti pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA." imbuhnya.

dr. Dyah menambahkan selain melakukan pemeriksaan laboratorium dan vaksinasi, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan para wanita agar terhindar dari kanker serviks. Di antaranya pola hidup yang seimbang, menjaga pola makan seimbang, perbanyak sayur dan buah. Mulai kurangi makanan cepat saji dan olahan. Lakukan vaksin HPV sejak dini, khususnya bagi mereka yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Rutin melakukan pemeriksaan laboratorium juga dapat menjadi alternatif agar terhindar dari kanker serviks.

"Kanker serviks tidak cukup hanya dengan diketahui penyebabnya dan risikonya. Tetapi harus dilawan. Bagaimana melawannya? Lakukan tindakan-tindakan preventif yang telah disebutkan dengan baik," tambah Dr. dr. Mirza.

Marketing Communications Manager Prodia yakni Reskia Dwi Lestari mengharapkan hadirnya seminar nasional kesehatan wanita yang ini dapat semakin menumbuhkan kesadaran para wanita untuk menjaga kesehatan mereka sejak dini. "Seminar nasional ini telah rutin kami lakukan setiap tahunnya dengan mengangkat tema dari penyakit-penyakit yang sedang marak saat ini dan memang perlu perhatiankhusus dari masyarakat. Saat ini kami memilih tema kanker serviks dan kanker ovarium, karena kami melihat angka kejadian kedua penyakit ini sangat besar. Oleh karena itu, sebagai penunjang diagnosis para dokter, Prodia mengajak masyarakat, khususnya para wanita untuk sama-sama mengetahui lebih dalam seputar kanker serviks dan kanker ovarium ini dan lakukan tindakan preventifnya sejak dini.

Seminar nasional ini akan hadir di kota Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pekanbaru, Bandung, Cirebon, Semarang, Malang, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, dan Manado.

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham "PRDA" . Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 284 outlet, termasuk 137 laboratorium klinik di 33 provinsi dan 119 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children' s Health Centre (PCHC), Prodia Women' s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Pada usia yang akan menginjak 45 tahun, Prodia mengusung tema Influencing the Future. Tema ini dipilih Prodia karena Prodia berharap kehadiran layanan dan fasilitas yang dimiliki dan dikembangkan dapat menginspirasi dan memberikan pengaruhi positif bagi dunia kesehatan mulai saat ini hingga pada masa yang akan datang. Rangkaian acara menuju ulang tahun Prodia yang ke 45 ini diantaranya adalah dengan peluncuran Lab Patologi Anatomi dan layanan sitogenetik pada tanggal 7 Februari yang terintegrasi dengan molecular pathology untuk mendukung precision medicine seiring dengan meningkatnya jumlah penderita kanker di Indonesia, kegiatan CSR melalui hibah 450 komputer, Seminar Childhood Obesity di Prodia Children Health Centre, Seminar mengenai Healthy Brain di Prodia Senior Health Centre, Seminar mengenai Cancer Awareness di Prodia Women' s Health Centre yang digelar tepat di hari ulang taun Prodia yakni 7 Mei serta Prodia Scientific Day yang digelar pada 8 Mei.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Reskia Dwi Lestari

Marketing Communications Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph. +62-21 3144182 ext 3768

E-mail marcomm@prodia.co.id