Memasuki kuartal ketiga di tahun ini, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) kembali mencatat kinerja yang baik meski terdapat resistensi pertumbuhan. tercatat sebesar Rp 1.612,4 miliar atau 1,6 ...
JAKARTA, 30 Oktober 2023 – Memasuki kuartal ketiga di tahun ini, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) kembali mencatat kinerja yang baik meski terdapat resistensi pertumbuhan. tercatat sebesar Rp 1.612,4 miliar atau 1,6 triliun dengan pertumbuhan 2% year on year (YoY). Perseroan masih mampu mempertahankan pertumbuhan positif dalam lingkungan ekonomi yang sulit, hal ini membuktikan ketahanan dan konsistensi bisnis Perseroan. Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia, menambahkan bahwa Perseroan masih optimis masih dapat mencapai target akhir tahun, Perseroan terus menggenjot performa dengan fokus pada pengembangan digital.
Melihat dari laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan, total aset tercatat sebesar Rp 2.691,5 miliar atau 2,7 triliun, dan total ekuitas tercatat sebesar Rp 2.344,8 miliar atau 2,3 triliun. Total liabilitas turun 3,3% dari Rp 358,4 miliar menjadi Rp 346,7 miliar. Sehingga, total liabilitas dan ekuitas tercatat menjadi Rp 2.691,5 miliar di posisi 30 September 2023. Posisi keuangan tersebut didorong dengan adanya ekspansi dalam kegiatan usaha Perseroan. Selain itu, adanya penurunan liabilitas Perseroan membuktikan bahwa Perseroan mampu mengelola kewajiban keuangan secara efisien. Perseroan senantiasa mengelola sumber daya dengan lebih baik guna menciptakan kestabilan yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Adapun, laporan laba rugi Perseroan tetap memperoleh performa kinerja yang positif, kendati terdapat resistensi pertumbuhan yang disebabkan oleh base yang cukup tinggi di tahun sebelumnya. Tercatat pendapatan dari pemeriksaan tes rutin masih mendominasi kontribusi pendapatan terhadap total pendapatan Perseroan sebesar 69% atau Rp 1,1 triliun dengan tes esoterik dan non-lab masing- masing berkontribusi sebesar 23% dan 8%. Adapun, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 235,5 miliar sampai dengan September 2023, sedikit mengalami normalisasi karena adanya kenaikan beberapa biaya akibat kenaikan inflasi tahun ini.
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan naik 35,1% yoy dari Rp 255,9 miliar menjadi Rp 345,8 miliar. Hal ini menunjukkan optimalisasi dalam pengelolaan piutang dan hutang Perseroan yang pada akhirnya dapat menghasilkan peningkatan arus kas operasi. Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan turun menjadi negatif Rp 298,8 miliar, dikarenakan adanya kenaikan investasi digitalisasi dan penambahan uang muka untuk pembelian aset tetap. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam investasi digitalisasi dan pembelian aset tetap untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan. Adapun Arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp 195,9 miliar. Meskipun terjadi penurunan 3% dalam kas dan setara kas pada akhir tahun menjadi Rp 549,5 miliar dibandingkan kuartal tahun sebelumnya, keberadaan jumlah kas yang cukup masih memberikan keyakinan bahwa Perseroan memiliki kemampuan finansial yang kuat untuk mendukung bisnis operasional Perseroan. Pengelolaan arus kas yang efektif dan fondasi keuangan yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang menjadi bekal Perseroan untuk optimis mencapai target di akhir tahun.
Perseroan juga terus memperhatikan faktor-faktor seasonality cost untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan sepanjang tahun, dan tetap memberikan layanan yang berkualitas kepada pelanggan. Perseroan juga akan terus mengoptimalkan dan diversifikasi portofolio produk dan layanan mereka untuk meningkatkan pendapatan di luar musim tertentu dan mencapai pertumbuhan yang stabil pada jangka panjang. Perseroan tetap bertahan dan berinovasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Perusahaan juga tetap fokus pada pengembangan layanan unggulan, inovasi dan mengadopsi teknologi baru, peningkatan efisiensi operasional, dan komitmen terhadap kualitas layanan dan keamanan pasien yang diharapkan akan tetap membawa kinerja yang positif hingga akhir tahun ini.
******
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 30 September 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 290 outlet, di 78 Kota, 86 Kabupaten, dan 34 Propinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500 830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui WhatsApp 0855 1500 830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:
Marina Eka Amalia
Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph. +62-21-3144182
Email corporate.secretary@prodia.co.id